Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Sebuah Tempat yang Asing


__ADS_3

Leo membuka matanya dan ia melihat sebuah tempat seperti hamparan luas yang mengambang di langit. Tempat ini dipenuhi oleh berbagai hal yang sama sekali belum pernah ia lihat sebelumnya. Terdapat berbagai gelembung-gelembung udara dan di dalamnya berisi berbagai jenis makanan yang sangat besar dan terlihat sangat lezat. Selain itu, ia juga melihat berbagai makhluk hidup dengan ukuran yang berbeda.


Leo mulai berjalan menelusuri tempat itu. Makhluk hidup yang ada di tempat itu mulai melihat Leo yang bergerak. Makhluk hidup dengan ukuran yang sangat besar mulai menghancurkan berbagai pijakan yang ada. Leo merasa takut pada makhluk itu. Meski ia mempunyai kekuatan kebal, tetapi ia berpikir jika kekuatan itu tidak dapat digunakan di tempat ini.


Makhluk yang besar itu menyadari jika Leo sedang ketakutan dan makhluk tersebut mulai mengarahkan tangannya yang besar untuk menghancurkan pijakan pada tempat Leo berada. Leo pun terjatuh. Tidak ada sedikit pun pijakan yang bisa ia pijak, seakan-akan ia terjatuh ke dalam ruang hampa. Leo tidak berpikir jika ia akan terjatuh seperti yang terjadi di Alam Maton, ia berpikir yang terjadi saat ini akan menjadi lebih parah daripada saat itu. Leo berpikir seperti itu karena ia tidak melihat ujung dari tempat ia terjatuh, yang terlihat hanyalah cahaya yang terlihat tanpa ujung.


“Apa ini adalah neraka yang dimaksud sosok misterius tadi?” pikir Leo.


Tak lama kemudian, Leo merasa jika ada sesuatu yang menarik pakaiannya. Leo yang terjatuh pun mulai perlahan berhenti dan dirinya terasa mulai terangkat ke atas. Leo kemudian melihat pada bagian pakaian yang terasa ditarik itu. Leo sangat terkejut. Leo melihat sebuah makhluk kecil yang memiliki sayap menarik dirinya. Tak lama setelah itu, Leo mendengar sebuah suara.


“Terima kasih, Jorun”


Leo pun mulai terlihat kebingungan. Leo tidak mengetahui siapa yang berbicara dan mengatakan perkataan itu. Lagipula, Leo tidak mengenal satu pun orang yang bernama Jorun. Leo kemudian melihat ke arah atas, dan ia melihat sebuah makhluk yang sangat besar lainnya. Makhluk itu memiliki bentuk rupa yang sangat berbeda dengan makhluk yang sebelumnya menghancurkan pijakan Leo. Selain itu, makhluk besar itu terlihat tersenyum. Leo tidak tahu senyum itu ditujukan kepada dirinya atau kepada makhluk kecil bersayap ini.


Makhluk kecil bersayap ini membawa Leo menuju ke atas. Makhluk kecil itu sangat bersemangat mengangkat Leo. Meski badannya sangat kecil, bahkan hampir sepuluh kali lipat lebih kecil daripada Leo. Namun, makhluk tersebut dapat mengangkat Leo menuju ke atas. Kekuatan makhluk kecil itu tidak dapat diremehkan.


Makhluk kecil bersayap itu membawa Leo menuju ke tempat yang cukup jauh dengan makhluk besar yang seperti sedang mengamuk itu. Terlihat sebuah pijakan yang dapat dipijak oleh Leo, namun pijakan tersebut berada di dekat makhluk besar yang tersenyum itu. Leo pun dibawa menuju pijakan itu.


“Terima kasih” ucap Leo.


“Ya, tenang saja. Aku sama sekali tidak kelelahan kok!” ucap makhluk kecil bersayap itu yang sedang kelelahan.

__ADS_1


“Makhluk kecil ini mengatakan jika dirinya tidak kelelahan sedikit pun, namun dirinya terlihat sangat kelelahan. Pasti makhluk ini ingin terlihat tangguh di depanku” pikir Leo.


Makhluk besar yang berada di dekatnya pun bergerak. Saat makhluk itu bergerak, tiba-tiba ada sebuah cahaya di belakang tubuhnya. Makhluk itu mengarahkan tangannya ke cahaya tersebut. Tak lama setelah itu, cahaya tersebut berubah menjadi sebuah tongkat yang terlihat seperti tongkat sihir yang sudah sangat tua. Makhluk tersebut kemudian mengarahkan tongkatnya ke arah makhluk besar lainnya yang sedang mengamuk. Kemudian, makhluk itu mengucapkan sesuatu seperti sebuah mantra.


“Emfanio periosiomos”


Tiba-tiba terlihat sebuah benda yang sangat besar terlihat dari kejauhan turun dari bagian atas langit. Benda tersebut mulai mendekat dan akan mengarah jatuh pada makhluk besar yang sedang mengamuk itu. Semakin mendekat benda tersebut semakin mulai terlihat. Benda tersebut terlihat seperti sebuah kotak beban yang berwarna hitam pekat.


Saat benda tersebut terjatuh dan mengenai makhluk besar itu, benda tersebut mulai terlihat berubah seperti sebuah cahaya yang sebelumnya berada di bagian belakang tubuh makhluk besar di dekat Leo. Cahaya tersebut mulai mengelilingi makhluk besar yang mengamuk itu. Tak lama setelah itu, cahaya tersebut berubah menjadi sebuah kurungan yang sangat besar dan mengurung makhluk besar itu. Makhluk besar yang berada di dalamnya pun seketika menjadi terdiam.


Setelah beberapa lama kemudian, makhluk besar yang berada di dekat Leo pun mengarahkan tatapan matanya ke arah Leo. Leo pun merasa takut karena ia berpikir telah melakukan suatu hal yang salah. Tak lama kemudian, makhluk itu mulai berbicara kepada Leo.


“Hai makhluk kecil, atau aku harus menyebutmu manusia? Apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini?” ucap makhluk besar itu.


“Jorun, mengapa kamu berkata seperti kamu tidak menerima kehadiran manusia ini di tempat ini?! Padahal sudah lama sekali kita tidak kedatangan tamu!” ucap makhluk kecil bersayap yang memotong ucapan Leo.


“Tetapi manusia ini tidak merasa keberatan jika aku bertanya seperti itu, iya kan?” ucap makhluk besar itu.


“E-eh… Aku memang tidak merasa keberatan dengan pertanyaan itu, tetapi aku juga bingung harus menjawab apa. Aku hanya tidak sengaja berada di tempat ini. Dan juga, aku mempunyai nama yang bisa kalian panggil. Aku tadi sudah menyebutkan, namaku Leo. Bagaimana dengan kalian? Apakah ada nama atau sebutan yang bisa aku gunakan untuk memanggil kalian?” ucap Leo.


“Leo, nama yang bagus. Tetapi, aku seperti merasa pernah mendengar nama itu di suatu tempat. Oh iya Leo, kamu bisa memanggilku Elefrias” ucap makhluk kecil bersayap.

__ADS_1


“Mungkin itu hanya perasaan kamu saja, Elefrias. Aku yang sudah sangat lama menjaga tempat ini, baru saja mendengar nama itu pertama kali. Selain itu, Leo… Kamu bisa memanggilku Jorun” ucap makhluk yang sangat besar.


“Salam kenal Elefrias, Jorun. Aku harap kita bisa berteman baik” ucap Leo.


“Iya, aku harap juga begitu. Leo, kamu beruntung sekali memasuki tempat ini melalui gerbang barat” ucap Jorun.


“Memasuki? Aku tidak merasa memasuki tempat ini. Secara tiba-tiba, aku telah berada di sini” ucap Leo.


“Tetapi, aku melihatmu memasuki tempat ini. Kamu bahkan melewati rintangan yang ada tanpa masalah” ucap Jorun.


“Aku juga melihatmu” ucap Elefrias.


“Tetapi, aku benar-benar tidak merasa memasuki tempat ini. Dan aku juga tidak merasa melewati satu pun rintangan” ucap Leo.


“Kamu benar-benar yakin tidak pernah melewati gerbang?” ucap Jorun.


“Aku sangat yakin!” ucap Leo dengan serius.


“Jika memang yakin seperti itu, aku merasa ada sesuatu hal yang buruk telah terjadi padamu” ucap Jorun.


“Aku juga merasa seperti itu. Selain itu, aku merasakan sebuah perasaan yang tidak asing. Seperti sebu-” ucap Elefrias.

__ADS_1


Ucapan yang dikatakan Elefrias pun belum selesai, dan sebuah suara ledakan yang sangat keras terdengar. Jorun dan Elefrias merasakan suatu bahaya yang sangat buruk akan datang. Mereka lalu mencari cara agar Leo tidak terlibat masalah tersebut.


__ADS_2