Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Robot-Robot yang Kecil


__ADS_3

Leon menyadari jika kertas yang menempel pada pohon memiliki arti tulisan yang berbeda dengan arti yang ia dan Lismos pikirkan. Mereka pun segera kembali menuju area sebelumnya, yaitu area pada saat mereka menemukan sumber mata air. Pada saat mereka tiba di area tersebut, buah-buahan yang sebelumnya sangat banyak pun sudah menghilang. Mereka sangat kebingungan, dan Lismos mengira jika ada sesuatu yang aneh pada area ini.


“Leon, coba lihat pepohonan yang ada di area ini. Buah-buahan di area ini menghilang sepenuhnya, pasti ada sesuatu hal buruk yang tersembunyi pada area ini!” ucap Lismos dengan percaya diri.


“Tenang saja, Lismos. Kamu hanya berpikir terlalu berlebihan saja, mungkin penduduk asli alam ini telah memetiknya” ucap Leon.


“Mengapa bisa kamu sangat tenang seperti ini, Leon? Bukankah anak kesayanganmu itu sedang menghilang? Kita harus segera mencarinya, dan kita tidak mempunyai waktu untuk mengikuti arahan tersebut” ucap Lismos.


“Betul sekali, karena itu kita harus segera menuju area lain yang memiliki banyak buah-buahan” ucap Leon.


“Tunggu, Leon! Apa kamu tidak mendengarkanku?!” ucap Lismos.


Leon pun pergi meninggalkan area tersebut. Dan tak lama setelah itu, Lismos mengikuti Leon, ia berada persis beberapa langkah di belakang Leon. Tak lama kemudian, Leon tiba-tiba melakukan teleportasi menuju ke atas pohon dan ia membiarkan Lismos tetap berada di daratan. Beberapa saat kemudian, terlihat sebuah panah yang bergerak sangat cepat dan mengenai Lismos. Beruntungnya, Lismos mempunyai tubuh yang keras sehingga panah teersebut tidak berhasil menembus ataupun melukai dirinya.


“Leon, awas kamu!!! Kamu tahu jika di depanmu ada bahaya dan kamu langsung melakukan teleportasi! Setelah itu, panah tersebut mengenai tubuhku! Apa kamu tidak waras?! Bagaimana jika aku terluka?!” ucap Lismos dengan kesal.


“Seperti yang kamu lihat, kamu sama sekali tidak terluka! Karena itulah aku menyerahkan masalah itu kepadamu” ucap Leon.


“Sudahlah, kamu memang tidak waras. Lebih baik kamu segera kembali ke sini, dan kita harus melanjutnya perjalanan kita” ucap Lismos.


Leon pun melompat turun menuju ke lokasi di dekat Lismos berada. Saat ia sudah menyentuh tanah, terdengar suara dedaunan yang sangat pelan. Leon segera melakukan teleportasi kembali dan ia juga membawa Lismos menuju pohon. Tak lama setelah itu, terlihat seperti sekumpulan robot kecil yang muncul dari balik semak-semak. Robot tersebut membawa cukup banyak persediaan senjata.


“Sesuai dengan perkiraanku” ucap Leon.


“Kamu memperkirakan apa? Kamu u tidak mengatakannya” ucap Lismos.

__ADS_1


“Tidak terlalu penting… Sepertinya robot-robot kecil itu merupakan robot asli alam ini” ucap Leon.


“Mengapa kamu bisa tahu?” ucap Lismos.


“Seperti yang kamu katakan sebelumnya, robot asli alam pengembangan ini sangatlah lemah. Tubuh mereka kecil, sudah pasti lemah” ucap Leon.


“Kamu tidak boleh menilai seseorang dari tubuhnya saja, Leon. Memang jika orang lain dibandingkan denganmu, pasti akan sangat lemah” ucap Lismos.


“Tetapi, tadi kamu merasakan serangannya kan?” ucap Leon.


“Iya, aku merasakannya… Tunggu, lihat robot tersebut. Sepertinya mereka ingin melakukan sesuatu” ucap lismos.


Tak lama setelah itu, robot-robot kecil itu membentuk sebuah formasi. Beberapa lama kemudian, terdapat salah satu robot yang mengeluarkan suara dengan nada yang sangat aneh. Suara tersebut seperti sebuah nyanyian, tetapi dengan bahasa yang tidak mengerti manusia biasa pada umumnya.


“Kamu mengetahui lagu ini? Jika kita ingin menjauh, kemana kita harus pergi? Apa ada suatu hal buruk yang akan terjadi?” ucap Leon.


“Tidak usah banyak tanya. Jika kita memang ingin tetap di sini, maka tidak apa-apa. Tetapi, aku akan pergi menuju puncak pohon ini. Hanya disitulah tempat yang aman bagiku” ucap Lismos.


“Baiklah, aku akan tetap di sini. Cepat kamu pergi!” ucap Leon.


Lismos pun pergi menuju puncak dari pohon tersebut. Beberapa lama kemudian, muncul sebuah lahar yang sangat merah di dekat robot-robot kecil yang sedang melakukan formasi itu. Tak lama setelah itu, muncul sebuah patung yang cukup besar dari dalam lahar tersebut. Patung tersebut memiliki bentuk seperti sebuah robot yang cukup unik. Leon merasa jika ia pernah melihat bentuk robot tersebut pada suatu tempat, tetapi ia tidak terlalu mengingat. Leon pun segera berteleportasi menuju ke puncak pohon untuk menemui Lismos.


“Lismos, di dekat robot kecil itu terdapat sebuah patung dan lahar yang mengalir. Aku merasa jika pernah bertemu dengan robot yang serupa dengan patung tersebut, tetapi aku tidak bisa mengingatnya” ucap Leon.


“Mungkin itu hanya perasaanmu saja… Mengapa kamu ke sini, Leon? Kamu hanya ingin memberitahukan hal itu? Tetapi, lebih baik jika kamu berada di sini. Suatu hal buruk akan segera terjadi” ucap Lismos.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan yang sangat keras. Suara tersebut berasal dari lokasi robot-robot kecil itu berada. Saat Leon ingin memeriksa keadaan yang terjadi, Lismos melarangnya. Lismos merasa jika apa yang terjadi pada robot kecil tersebut bukanlah urusan Leon, sehingga Leon tidak berhak mencampuri urusan robot tersebut.


“Jangan pergi, Leon. Biarkan saja robot itu menghadapi masalah mereka sendiri, masalah yang dibuat oleh mereka” ucap Lismos.


“Apa maksudmu? Aku hanya ingin memeriksanya saja, tidak mungkin aku membantu robot tersebut” ucap Leon.


“Jangan, kamu tidak boleh ke sana. Jika kamu melihat keadaan yang terjadi, aku sangat yakin kamu akan membantu mereka. Percayalah kepadaku” ucap Lismos.


“Apa yang terjadi padamu, Lismos?! Kamu tidak seperti dirimu pada biasanya!” ucap Leon.


“Pada kali ini, percaya saja padaku. Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, ada sesuatu yang membuatku tidak bisa mengatakannya. Jika waktunya sudah tiba, aku akan memberitahumu segalanya” ucap Lismos.


“Mengapa kamu tidak bisa mengatakannya? Apa ada yang mengancam dirimu? Atau kamu telah melakukan kontrak dengan makhluk lain?!” ucap Leon.


“Tidak, aku tidak akan melakukan kontrak seperti yang kamu pikirkan! Jika melakukan kontrak seperti itu, aku sudah pasti tidak berada di dunia ini” ucap Lismos.


“Apa mungkin… Kamu sudah ada perjanjian dengan orang lain? Rahasia yang kamu punya tidak boleh dikatakan kepada orang lain?” ucap Leon.


“Beberapa saat sebelumnya, saat aku ingin memberitahukan informasi mengenai diriku… Kamu mengatakan tidak membutuhkannya… Karena itulah ak-” ucap Lismos.


“Hanya karena itu?! Baiklah, aku tarik kembali pernyataanku… Bisa kamu memberitahukannya?” ucap Leon yang memotong ucapan Lismos.


“Sebenarnya ak-” ucap Lismos.


Saat Lismos ingin berbicara, terdengar suara ledakan yang sangat keras. Ledakan tersebut juga mengakibatkan beberapa pohon terbakar, beruntungnya api yang ada tidak membakar seluruh area tersebut. Hal itu karena adanya sosok misterius yang menyiramkan air pada api tersebut. Tak lama setelah itu, Leon menghampiri sosok misterius tersebut.

__ADS_1


__ADS_2