Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Berakhirnya Ujian Khusus Sekolah Kepemimpinan


__ADS_3

Leo melompat dari kendaraan dan ia terjatuh hingga kepalanya terbentur sangat keras dengan tiang hingga berbunyi sangat keras. Leo segera masuk ke dalam bangunan terdekat, yaitu lokasi awal ujian sekolah khusus pemimpin.


Saat Leo memasuki halaman sekolah, terdengar suara ledakan yang sangat keras. Leo sangat ketakutan hingga ia berlari menuju tempat duduk yang berada di halam sekolah dan kemudian menutup matanya serta menutup telinganya dengan tangan. Seakan-akan ia tidak mau menghadapi kenyataan yang ada.


Tak lama kemudian, terdapat potongan-potongan kecil kertas yang berjatuhan dari langit. Potongan kertas itu mengenai kepala Leo dan membuatnya tersadar ada sesuatu yang terjadi. Leo kemudian membuka mata dan ia melihat potongan kertas tersebut memiliki warna yang bermacam-macam. Leo juga melihat ada sebuah tulisan yang ada pada kertas tersebut.


“Selamat anda lulus”


Leo juga melihat potongan kertas kecil yang lain. Tulisan di setiap kertas yang ada terlihat sama. Leo memegang potongan kertas tersebut dan ia berjalan menuju bagian dalam sekolah. Saat berada di dekat aula utama sekolah, Leo melihat Leon yang sedang duduk. Leo seketika merasa ketakutan dan ia mencoba untuk menghindari Leon.


Leo tidak sengaja berjalan lebih cepat. Langkah kakinya pun berbunyi lebih keras. Leon yang mendengar suara langkah kaki pun langsung memperhatikan asal suara tersebut. Leon melihat Leo yang berjalan menjauhinya. Padahal, setiap kali mereka melihat satu sama lain dari kejauhan, salah satu dari mereka pasti selalu menghampiri yang lainnya. Leon kemudian berteriak memanggil Leo.


“Leo!!”


Leo pun terkejut karena kehadiran dirinya diketahui oleh Leon. Leo segera berlari tanpa memperhatikan kehadiran Leon. Leon yang merasa heran pun segera berlari menghampiri Leo. Leon berlari lebih kencang daripada Leo sehingga Leon dapat mengejar Leo yang jaraknya cukup jauh dengan tempat awalnya. Leon menarik tangan Leo untuk membuatnya berhenti. Saat Leo berhenti dan melihat wajah Leon, seketika Leon pun terkejut karena wajah Leo dipenuhi dengan air mata.


“Leo, apa yang terjadi? Mengapa wajah kamu dipenuhi dengan air mata?” tanya Leon.


“Tidak apa-apa” jawab Leo dengan suara yang bergemetar.


“Kamu ketakutan? Apa yang membuatmu takut?” tanya Leon.


“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja” jawab Leo.


“Baiklah, tidak apa-apa jika kamu tidak mau menceritakannya. Sekarang lebih baik kamu ke ruangan di dekat aula, orang yang lainnya sudah menunggumu” ucap Leon.


“Orang yang lain?” Tanya Leo yang kebingungan.


“Iya, orang yang juga lulus ujian. Sini aku antarkan kamu ke ruangan itu” ucap Leon sambil mengusap-usap kepala Leo.

__ADS_1


Leo segera menghapus air matanya dan ia segera berjalan menuju ruangan di dekat aula. Leon mendampingi Leo menuju ruangan tersebut. Leo yang sudah mulai merasa tenang masuk ke dalam ruangan tersebut. Saat memasuki ruangan tersebut, terdengar suara teriakan yang bahagia dan suara yang berasal dari alat pengeras suara. Dan juga, terdapat potongan-potongan kertas kecil yang berjatuhan.


“Horeeeeee!!!” teriak orang yang berada di dalam ruangan.


“Peserta terakhir yang lolos ujian sudah datang!! Mari kita sambut dengan gembira!!!” sambut seorang pemandu acara yang menggunakan alat pengeras suara.


Leo terlihat sangat bahagia. Leo melihat banyak sekali orang yang lulus ujian sekolah tersebut. Namun, ia seketika berpikir tentang bagaimana bisa pemimpin kota yang ada tidak pernah berubah. Leo kemudian membiarkan hal itu, ia harus tetap fokus untuk memahami situasi yang ada. Kemudian, pemandu acara tersebut kembali melanjutkan penyampaian informasi tentang beberapa hal.


“Karena peserta terakhir yang lolos sudah sampai, maka saya Kefali Scholus sebagai pembawa acara sekaligus kepala sekolah khusus kepemimpinan ini sekali lagi mengucapkan selamat datang dan bersenang-senanglah. Setelah ini, saya akan memberitahukan peraturan-peraturan yang ada di sekolah ini. Saya harap kalian bisa mematuhinya. Dan jangan lupa untuk menambah koneksi pertemanan kalian untuk mempermudah kehidupan kalian!” ucap Kefali.


Kefali kemudian memberitahukan seluruh peraturan yang ada di sekolah ini dan ia juga memberikan beberapa pedoman serta saran kepada para peserta yang lolos. Kefali juga memberitahu jika pelantikan resmi akan diadakan satu minggu dari sekarang dan akan dihadiri oleh beberapa anggota perkumpulan kepala sekolah khusus kepemimpinan dari berbagai kota.


Beberapa lama kemudian, penyampaian informasi dari Kefali pun selesai. Leo ingin menuju ke luar ruangan, namun ada peserta lain yang menarik pakaiannya saat ia berjalan. Walaupun pakaian yang dikenakan Leo berasal dari bahan yang bagus dan cukup teruji ketahanannya, bagian belakang pakaian yang dikenakan Leo tersobek cukup parah karena tarikan itu.


“Woi, pakaian yang aku pakai jadi tersobek. Jika ingin memanggil seseorang, lebih baik berbicara ataupun menepuk pundak saja dan jangan menarik pakaiannya” ucap Leo.


“Perkenalkan nama aku Kortov Madakurage, kamu bisa memanggilku Kortov” ucap Kortov.


“Kalau nama aku Lugis, Mokka Lugis Kordatov. Kamu bisa memanggilku Mokka ataupun Lugis. Salam kenal” ucap Mokka.


“Perkenalkan nama aku Leo Aphros, kalian bisa memanggilku Leo. Salam kenal Strata, Kortov, dan Mokka” ucap Leo.


“Leo, kamu bisa memanggilku Taf saja. Sebutan ini lebih mudah untuk dipanggil” ucap Strata.


“Baiklah, Taf… Taftaf?” ucap Leo.


“Taftaf? Sebutan yang bagus hahaha” ucap Mokka.


“Hei jangan begitu. Jangan menghina nama panggilan Taftaf” ucap Kortov.

__ADS_1


“Hahaha, tidak apa-apa jika kalian ingin memanggilku Taftaf. Mokka, lebih baik kamu memperbaiki pakaian Leo. Kamu kan sangat jago menjahit pakaian yang sobek” ucap Taftaf.


“Baiklah baiklah, aku mengerti. Lagipula aku selalu memperbaiki setiap sesuatu yang kamu rusak, Taf. Leo, sini pakaian yang tersobek itu. Aku akan memperbaikinya sebentar” ucap Mokka.


“Memperbaikinya? Kamu perlu repot memperbaikinya. Nanti aku akan memperbaikinya sendiri di rumah” ucap Leo.


“Tidak apa-apa, kamu hanya perlu melepas pakaianmu dan membiarkan Mokka untuk memperbaikinya. Sudah pasti lebih cepat jika dibandingkan dengan memperbaikinya sendiri” ucap Kortov.


“Melepas? Lalu aku tidak memakai apapun pada bagian atas tubuhku? Banyak sekali orang yang ada di sini” ucap Leo.


“Tidak apa-apa. Lagipula tubuh bagian atas yang terbuka itu sudah biasa di kota ini. Membuat laki-laki terlihat lebih gagah dan jantan” ucap Morkov.


Ketika Leo ingin melepaskan pakaiannya, Leo merasa ada seseorang yang menepuk pundaknya. Leo melihat ke belakang, dan ternyata orang tersebut adalah Leon. Leon masuk ke dalam ruangan karena penasaran mengapa Leo belum keluar ruangan padahal sudah cukup banyak peserta lain yang keluar dari ruangan. Tanpa berpikir panjang, Leon menarik Leo keluar dari ruangan.


“Mengapa?” tanya Leo.


“Hati-hati dalam memilih teman, terutama mereka bertiga. Mereka bertiga sangat berbahaya” jawab Leon.


“Berbahaya? Apa yang berbahaya?” tanya Leo.


“Mereka bertiga merupakan seseorang dengan kekuatan yang berbahaya” jawab Leon.


“Kekuatan? Memang salah satu dari mereka cukup kuat hingga pakaian aku kenakan tersobek saat ditariknya” ucap Leo.


“Bukan kekuatan seperti itu yang aku maksud. Ada kekuatan lain yang belum kamu ketahui. Aku akan menjelaskannya nanti. Untuk saat ini, lebih baik kamu ikut bersamaku menuju tempat penginapan yang menjadi tempat tinggal aku sementara waktu” ucap Leon.


“Baiklah, aku akan ikut” ucap Leo.


Dengan merasa sedikit ketakutan, Leo pun tetap mengikuti Leon. Mereka pun pergi meninggalkan lokasi ujian dan pulang menuju penginapan.

__ADS_1


__ADS_2