Pendekar Bukit Barisan

Pendekar Bukit Barisan
Rencana Mulai Berjalan.


__ADS_3

Dari jauh suatu Daerah Perbukitan terlihat sangat indah dan damai, Terdapat beberapa bukit tersusun seperti melingkar dengan dataran dan lembah sebagai penghubung antara satu bukit dengan bukit yg lain, Di bagian tengah terdapat juga beberapa bukit yg lebih tinggi dengan lembah dan dataran sebagai penghubung, Terdapat juga beberapa sungai yg besar dan kecil yg membentang bahkan terdapat juga bukit yg mengeluarkan kepulan asap seperti Gunung Merapi.


Di lihat lebih dekat, Di satu bukit yg berada paling tengah dan paling tinggi. Terdapat suatu hamparan datar yg hanya di tumbuhi rerumputan tanpa ada sebatang pohon. Di tengah tengah hamparan datar yg berada di puncak bukit itu terdapat begitu banyak pekerja sedang sibuk melaksanakan pekerjaan mereka masing masing untuk membangun sebuah Istana baru.


Para Pekerja di dominasi oleh Tukang Kayu dan Tukang Batu, Ada juga Pandai Besi yg membuat pintu dan pagar dan ada juga dapur umum dengan tenda yg sangat besar. Ratusan bahkan ribuan Pekerja di kerahkan siang dan malam tanpa henti hanya jadwal kerja saja yg bergantian untuk mempercepat pembangunan Istana baru tersebut.


Hewan ternak seperti kuda, sapi, kerbau dan keledai juga di kerahkan untuk mengangkat material dari berbagai tempat.


Di tempat lain tapi masih di hamparan yg sama terdapat Pekerja yg Mengukir Kayu pilihan sebagai hiasan yg akan di pasang di dinding Istana nantinya, Juga terdapat kelompok Pekerja yg membentuk Batu Mulia nan indah juga untuk hiasan.


Semua orang yg bekerja tampak kompak dan saling bahu membahu melakukan pekerjaan. Tak seorang pun di tempat itu kecuali mereka yg memiliki tugas dan berhubungan dengan pembangunan yg sedang di laksanakan. Di pinggiran hamparan terdapat begitu banyak tenda sebagai tempat istirahat untuk mereka yg baru selesai bekerja atau mereka yg menunggu giliran bekerja.

__ADS_1


Namun jika di lihat secara langsung terlihat jelas ketimpangan di tengah tengah masyarakat, Dengan sesuka hati Pajak di naikkan dua hingga tiga kali lipat dengan alasan untuk Pembangunan Istana.


Pencurian, Perampokan dan Penjarahan meraja lela di mana mana. Bahkan Pihak Kerajaan seolah menutup mata dengan keadaan. Tak jarang kelompok rampok atau begal menjarah dan meluluh lantahkan sebuah desa hingga habis tak tersisa, Namun anehnya pihak kerajaan membiarkan hal tersebut selagi kelompok itu membayar pajak sesuai ketentuan.


Akhirnya terjadi Hukum Rimba di tengah tengah masyarakat, Yang Kaya semakin Kaya dan yg Miskin semakin Melarat, Yg kuat menindas yg lemah dan yg kaya bisa membeli yg kuat. Praktek Rentenir dan Lintah Darat juga semakin marak, masyarakat yg susah dan membutuhkan bantuan di tindas melalui pinjaman dengan bunga yg mencekik. Perbudakan juga marak di mana mana, tak jarang penduduk yg desanya di jarah oleh para perampok di tangkap dan di jual sebagai budak.


Begitu juga yg terjadi di sala satu bukit yg bernama Bukit Api, Hal senada juga di lakukan oleh Pihak Kerajaan Api yg di pimpin oleh Calon Raja Aran sebagai pelaksana tugas menggantikan Raja Bara yg saat ini akan menjadi Raja Kerajaan Maha Api yg Istananya sedang dalam proses pembangunan.


Situasi ini juga bertujuan menghancurkan Kelompok atau Perguruan Aliran Putih, Pendekar yg menganut Aliran Netral lebih memilih menjadi pengawal keluarga kaya atau pengawal saudagar, Ada juga diantara mereka yg memiliki harta lebih memilih mendirikan sebuah Organisasi yg bergerak di bidang Pengawalan dan Jasa Ekspedisi.


Tujuan utama kekacauan ini adalah agar maraknya pertarungan dan pertempuran di daerah tersebut, Dari pertarungan dan pertempuran tersebut akan ada kelompok khusus yg membersihkan sisa pertempuran, Mayat mayat hasil pertempuran atau mereka yg terluka di kumpulkan menjadi satu dan di bawa ke suatu tempat, Sedangkan area atau daerah bekas pertempuran akan di patok dan di klaim sebagai milik kelompok khusus tersebut, Biasanya daerah milik kelompok khusus tersebut akan di jual di Pasar Lelang.

__ADS_1


Kabar yg beredar Kelompok Khusus tersebut adalah bentukan dari Kerajaan Api dan Kerajaan Maha, Yg menamakan diri mereka Pasukan Tapal Jejak. Setiap Pendekar dari aliran dan golongan mana pun akan berfikir ulang untuk berurusan dengan kelompok ini, Di karenakan kegiatan mereka tidak pernah mengganggu siapa pun dan di dukung adanya pihak Kerajaan yg menaungi mereka.


Di mata masyarakat Pasukan Tapal Jejak adalah kelompok yg selalu di repot kan pada masa ini, Tidak peduli kelompok atau golongan mana yg bentrok, Mereka harus tetap membersihkan sisa pertempuran di areal tersebut, Sikap mereka juga baik dan ramah kepada warga, Tak jarang mereka membantu warga yg butuh pertolongan, Walau tidak berbentuk materi karena para warga juga tau kalau mereka di gaji kerajaan sekedar pas pasan, Namun uluran tangan mereka cukup menyejukkan hati warga.


Warga dan Para Pendekar sering bertanya kemana mayat mayat itu akan di bawa? Dan jawaban mereka hanya satu ke Lembah Sunyi. Dan tugas mereka hanya mengantar sampai Perbatasan Lembah saja, Selebihnya akan ada petugas yg melakukan Upacara Penguburan dan Penghormatan Terakhir. Perlahan masyarakat mempercayai bahwa Lembah Sunyi sebagai tempat Sakral nan Angker.


Tak jarang juga gosip yg beredar bahwa di Lembah Sunyi terdapat sebuah goa yg menjadi pintu gerbang ke Alam Roh, Hal itu di sebabkan karena setiap ada orang yg ingin menyelidiki ke Lembah Sunyi tidak pernah kembali, Hal itu menyebabkan masyarakat mempercayai bahwa orang yg ingin menyelidiki tersebut sudah terjebak di Alam Roh sehingga tidak bisa kembali lagi.


Pada hari hari besar masyarakat sering berkunjung ke Lembah Sunyi untuk berziarah, Mereka mendapati puluhan orang berpakaian serba hitam di arel tersebut, Ada beberapa orang duduk di suatu tempat seperti Pendopo Khusus untuk Pemujaan, Mereka tak henti hentinya melafazkan mantra mantra pemujaan secara bergantian dan itu berlangsung sepanjang siang dan malam. Dengan keadaan itu masyarakat umum meyakini bahwa kelompok yg berpakaian rapi serba hitam tersebut adalah petugas penjaga Gerbang Roh.


Masyarakat yg memiliki harta lebih dapat memberikan barang barang untuk pemujaan kepada petugas agar di sampaikan kepada Roh keluar atau kaum kerabat mereka yg sudah meninggal. Para petugas selalu melayani masyarakat yg berkunjung dengan sopan dan ramah, Mereka hanya melarang masyarakat memasuki sebuah goa yg di yakini sebagai Gerbang Roh, Jika ada masyarakat yg memaksa mereka hanya mengatakan tidak bertanggung jawab dengan apa yg akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2