
Pasukan Kerajaan Angin tersisa tak sampai setengah, sekitar dua ribu orang itu pun banyak yg dalam kondisi terluka. Melihat Tejo bangkit menggenggam kedua pedangnya dengan amarah yg memuncak, Prajurit Kerajaan Angin kembali bersemangat. Bahkan mereka yg terluka seperti tidak merasakan luka yg ada di tubuh meraka, Dalam sekejap seluruh pasukan Kerajaan Angin sudah berkumpul membentuk Formasi pertahanan di belakang Tejo.
"Panglima Tejo.. Engkau adalah Prajurit terbaik selama Kerajaan Angin berdiri. Berikan perintah kepada kami, maka kami akan bertaruh nyawa melaksanakan tugas itu". Ucap salah seorang Ketua Regu pasukan Kerajaan Angin yg sudah berusia cukup lanjut, Dan ungkapan itu di sahkan oleh anggukan seluruh pasukan Kerajaan Angin yg tersisa. "Lindungi Raja dan Kumpulkan mayat mereka untuk pijakan kita mendaki ke atas tebing". Perintah Tejo yg di akui sebagai Panglima oleh Prajurit kerajaan Angin, tak lama berselang pertempuran kembali berlangsung.
Dengan gesit Tejo kembali mengayunkan kedua pedangnya membantai siapa saja prajurit musuh yg ada di dekatnya, kemudian mencampakkan mayat tersebut ke kaki pasukan Kerajaan Angin. Terlihat sangat bengis perintah yg di berikan Tejo kepada pasukannya, Prajurit musuh yg mati atau terluka harus rela di tumpuk dan di injak - injak oleh Pasukan Kerajaan Angin. Melihat apa yg di lakukan pemimpin mereka, Pasukan Kerajaan Angin semakin bersemangat, hal itu baru pertama mereka saksikan dan mereka lakukan, tanpa canggung mereka juga melakukan hal yg sama.
Tak butuh waktu lama, Pasukan kerajaan Api, Maha dan Pendekar yg datang menyerang menjadi satu tumpukan untuk pijakan pasukan Kerajaan Angin, Tumpukan itu juga bercampur dengan mayat dari Pasukan Kerajaan Angin yg gugur, Namun sebisa mungkin mereka menyingkirkan mayat teman yg gugur agar tidak terinjak.
__ADS_1
Melihat hal itu jelas tidak menguntungkan bagi pihak Kerajaan Api, Alsap dan Pijar langsung berkelebat menyerang Tejo dan mengeroyoknya. Sementara itu Bewok menggunakan Ilmu Peringan Tubuh untuk melewati barisan Pasukan Kerajaan Angin, Bewok menggunakan bahu dan kepala dari prajurit Kerajaan Angin sebagai pijakan agar bisa mendekati Raja Indwi. Prajurit yg ada tidak mampu menghentikan pergerakan Bewok yg memang memiliki Ilmu Peringan Tubuh yg cukup tinggi.
Tejo harus berjuang dengan gigih menghadapi dua saudara seperguruan yg mengeroyoknya. Alsap yg sudah merasakan kehebatan Tejo dengan Pedang Kembarnya semakin waspada dalam setiap gerakan dan melancarkan serangan, sementara itu Pijar semakin penasaran dengan kemampuan Tejo yg di akui sebagai Prajurit terbaik oleh pasukannya dan mampu membuat saudara seperguruan dan temannya kewalahan.
Raja Indwi sudah bertarung dengan Bewok di antara tebing dan barisan pasukan, Tanpa sepengatahuan Tejo, Bewok telah berhasil melewati barisan pasukan dan mendekati Raja indwi. Pertarungan sengit pun terjadi di antara Bewok dan Raja Indwi, kalau dilihat dari jurus dan kemampuan, Raja Indwi di atas Bewok, Namun karena paha kanan Raja Indwi terluka menjadikan gerakannya menjadi lambat. Raja Indwi juga harus menghadapi golok Bewok yg besar dan berat dengan pedangnya yg berukuran seperti pedang pada umumnya.
Tejo kembali berkelebat menyerang kedua lawan di hadapannya, " Pedang Bayangan" Ucap Tejo seraya melancarkan serangannya, Tejo yg memegang dua pedang melawan Alsap dan Pijar yg masing masing memegang satu pedang bisa di bilang kondisi yg berimbang, Namun dengan jurus Pedang Bayangan serangan Tejo bagaikan memiliki ratusan pedang. Alsap dan Pijar tidak bisa membaca arah serangan Tejo, Di mata mereka pedang Tejo menjadi begitu banyak. Setiap kali mereka menangkis pedang Tejo, ternyata hanya bayangan dan ada pedang lain yg melukai tubuh mereka, Hingga suatu ketika Tejo melakukan gerakan salto ke belakang Pijar lalu menebaskan pedangnya ke arah punggung Pijar, "Kreess..." Pijar terdorong ke depan dan tersungkur di tanah.
__ADS_1
Zirah Pijar terbuka akibat terbelah oleh pedang Tejo di bagian punggung, terdapat luka memanjang dari bahu kanan ke pinggang kiri, Beruntung Pijar mengenakan Zirah tebal khusus untuk Senopati, Jika Zirah yg di kenakan seperti yg di kenakan Tejo, bisa di pastikan tubuh Pijar saat ini sudah terbelah menjadi dua bagian.
Melihat adik seperguruannya terluka dengan serangan telak, Alsap langsung berkelebat menyerang Tejo dengan mengayunkan pedangnya dari samping yg di arahkan ke leher Tejo "Tebasan Api Neraka" seketika bilah pedang Alsap menjadi berwarna merah akibat jian yg di keluarkannya. Tejo yg tak siap dengan serangan berkekuatan besar hanya bisa menahan dengan kedua pedang yg di posisikan di depan tubuhnya sambil mengalirkan tenaga dalam ke tangan agar pedangnya tak terlepas saat berbenturan dengan pedang Alsap. "tring... Buuummm..... Duuaarr..." Tejo terdorong ke belakang dan terpental akibat benturan kekuatan yg tak berimbang dengan Alsap. Namun saat tubuh Tejo melayang di udara dalam keadaan telentang, Pijar melemparkan sebuah belati yg di arahkan ke perut Tejo, Belati tersebut meluncur lurus dan cepat ke arah Tejo.
Ketika belati tersebut hampir mendarat di perut Tejo, Sesosok bayangan putih menangkap belati tersebut dan membopong tubuh Tejo yg tak berdaya di udara, Sesosok Pria paruh baya tampak mendarat di tanah dengan menggigit sebuah belati dan membopong tubuh Tejo lalu meletakkannya di tanah. Sosok Pria itu tak lain adalah Langir, Tejo di posisikan duduk di tanah, Lalu Langir menotok beberapa titik di bagian punggung dan dada Tejo, Setelahnya Langir memasukkan sebuah pil ke mulut Tejo lalu mengalirkan tenaga dalam dengan menyentuh bagian punggung Tejo.
"Istirahatlah... Pulihkan kondisimu... Biar aku yg menggantikan mu melawan dua orang licik itu". Ucap langir seraya memberikan kantong air minum dan kedua pedang pada Tejo dengan senyuman bersahabat. Langir melemparkan belati yg dia tangkap dengan mulut ke arah Pijar, "Tring.." Pijar menangkis belati yg di lemparkan Langir dengan pedangnya. Langir mengeluarkan sebuah senjata berbentuk petak sepanjang siku dari dalam bajunya, Dalam satu gerakan senjata di tangan langir berubah menjadi sebuah pedang yg sangat lentur namun memiliki bilah yg sangat tajam.
__ADS_1
Langir langsung berkelebat menyerang kedua saudara seperguruan tersebut, Pertarungan sengit pun kembali terjadi antara Langir dengan Alsap dan Pijar. Di sisi lain, Tejo masih beristirahat untuk mengembalikan tenaga dan meredakan rasa sakit akibat luka dalam yg di deritanya, Berkat obat yg di berikan Langir dan tenaga dalam yg di salurkan ke tubuh Tejo, Rasa sakit akibat luka dalam yg di rasakan Tejo semakin cepat mereda.