
Jaya mendarat dengan memegang pedang biru di tangan kanan, Tampak luka sayatan pedang di sekujur tubuhnya. Tak lama berselang Bongkahan Es berbentuk kerucut bekas ruangan transparan tempat bertarung tadi mengecil hingga setinggi satu meter dengan diameter bawah satu meter, "trash...." terdengar seperti suara kaca pecah di ikuti Kerucut Es yg menguap ke udara menyisakan dua belati yg tergeletak di tanah. Jaya memungut kedua Belati tersebut lalu menyimpannya ke dalam baju.
Jaya memegang Pedang Biru dengan kedua tangannya, seketika keluar cahaya kebiruan dari pedang tersebut lalu membalut seluruh tubuh Jaya untuk beberapa saat lalu menghilang. Kini tampak Jaya memakai baju yg terdapat sobekan dimana-mana, Namun tak terlihat lagi bekas luka di tubuhnya. Hal itu membuat semua mata tercengang sekaligus takjub melihat kemampuan Pendekar Muda Murid Empu Gading tersebut.
"Akan ku bunuh kau untuk membalaskan dendam Murid-murid Ku". Ucap Gagak Rimang kepada Jaya yg tak terima dengan kematian keempat muridnya. "Apa kau tak malu melawan murid ku?" tanya Guru Andla kepada Gagak Rimang dengan nada mencibir. Gagak rimang tidak menjawab, Wajahnya merah padam menahan emosi. "Sudahlah wak... Mungkin melawan murid saja dia belum tentu menang". Ucap Jaya memprovokasi Gagak Rimang.
"Aku telah mengalahkan empat murid terbaiknya sekaligus, Aku jadi penasaran dengan kemampuan Gurunya". Ucap Jaya yg membuat emosi Gagak Rimang semakin memuncak. Jaya sudah menyimpan senjatanya dan bersiap jika ada serangan mendadak dari Gagak Rimang. "Bedebah... Ku bunuh kau" Ucap Gagak Rimang seraya melancarkan serangan kejutan kepada Jaya yg terlihat lengah, Dengan sigap Jaya menyambut serangan Gagak rimang.
__ADS_1
Pertarungan dua Pendekar beda usia pun terjadi, Tak terlihat rasa gentar sedikit pun di wajah Jaya, Walau saat ini yg dia hadapi adalah seorang Guru dari sebuah perguruan, Gagak Rimang mengeluarkan Jurus-jurus tingkat tinggi untuk segera mengalahkan Jaya, Tanpa dia duga Jaya selalu saja dapat mengimbangi setiap Jurus-jurus yg di keluarkannya. Tak jarang terdengar ledakan-ledakan kecil maupun besar akibat beradunya serangan kedua Pendekar Beda usia tersebut.
Jika di perhatikan terlihat jelas perbedaan serangan antara keduanya, Gagak Rimang yg berusia tua menyerang dengan segudang pengalaman, Jaya yg berusia muda menang tenaga dan gesit karena memiliki otot dan urat yg masih ketat. Sedah puluhan jurus yg di keluarkan, Namun belum ada tanda-tanda akan berakhir pertarungan, malah semakin sengit. Namun semakin lama Jaya merasakan sesuatu yg aneh pada Gagak Rimang, dia merasakan sepertinya gagak rimang mendapatkan bantuan tenaga namun dia tidak tau dari mana. Hal itu sangat terasa terutama saat beradu serangan tinju maupun telapak.
Jaya terus saja mengikuti alur serangan Gagak Rimang untuk mengetahui apa sebenarnya yg tersembunyi dari kekuatan lawannya itu, Hingga Gagak Rimang melancarkan serangan telapak menggunakan kedua tangannya "Telapak Hitam" Ucapnya sambil mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Jaya. Jaya menyambut serangan tersebut dengan melakukan hal yg sama, "Telapak Air " Ucap Jaya menyambut serangan Gagak Rimang .
"Duar... Duar.." Terdengar dua ledakan saat beradunya kedua telapak tangan Jaya dengan kedua telapak Gagak Rimang. Jaya terpental terseret dan baru berhenti tepat di hadapan Langir, Tampak darah mengalir dari sudut bibirnya menandakan Jaya mengalami luka dalam. Sementara Gagak Rimang tetap berdiri pada posisinya tanpa luka sedikit pun. "Bedebah... Ku bunuh kau Gagak Iblis.. Beraninya kau mengeroyok tuanku". Ucap Langir dengan emosi yg meledak karena melihat bayangan Gagak Hitam yg menyatu dengan Gagak Rimang. Ucapan Langir itu langsung membuat orang yg melihat dan mendengar kejadian terkejut.
__ADS_1
"Kini posisi kita sudah berimbang, Mari kita selesaikan pertarungan ini dengan bertaruh nyawa". Ucap Jaya sambil mengeluarkan Pedang Biru dari dalam bajunya. Tak mau kalah, Gagak Rimang juga mengeluarkan Pedang hitam dari warang yg berukir kepala gagak. "Lihat serangan" Ucap Jaya yg berkelebat ke arah Gagak Rimang. "Tring... Duar.." Pedang berbilah warna Biru milik Jaya beradu dengan Pedang berbilah warna Hitam milik Gagak Rimang, Tubuh Gagak Rimang terdorong kebelakang akibat beradunya kedua pedang tersebut dan baru berhenti saat menabrak sebatang pohon yg cukup besar.
"Bedebah.. Kuat juga anak ini. Aku harus berhati hati menghadapinya" Guman Gagak Rimang dalam hati. Seperti tidak memberi kesempatan kepada lawan, Jaya kembali berkelebat menyerang Gagak Rimang yg belum bersiap. "Tring.. Duar.." kembali terdengar suara ledakan akibat dari serangan Jaya, tampaknya kali ini Jaya tidak tanggung-tanggung menyerang lawan yg telah melukainya. "Tring.. Tring.. Tring.." pertempuran sengit pun terjadi di antara mereka yg kali ini tampak Gagak Rimang yg kewalahan menghadapi serangan Jaya.
Pedang Hitam Gagak Rimang beradu dengan pedang Biru milik Jaya, keduanya saling serang dengan kecepatan yg sulit di ikuti mata. Tampak bayangan Sayap Hitam di punggung Gagak Rimang yg membuat gerakannya menjadi sangat cepat, Begitu juga dengan Jaya, Tampak bayangan Sayap Elang Putih di punggungnya. Keduanya bertarung di udara, terbang ke sana kemari sambil saling melancarkan serangan, Hingga Gagak Rimang menebaskan pedangnya dari atas ke arah kepala Jaya. Dengan sigap Jaya menangkis serangan tersebut yg ternyata hanya serangan pengalihan dari Gagak Rimang, Setelahnya Gagak Rimang melancarkan serangan cakar ke arah dada Jaya, Tangan Gagak Rimang berubah mejadi Kaki Burung Gagak dengan Kuku yg panjang dan tajam menyambar dada Jaya dengan telak.
"ahk... Bruk.." Jaya meringis dan terjatuh ke tanah akibat serangan cakar Gagak Rimang. Tampak tiga luka terbuka memanjang di dada Jaya akibat sambaran cakar Gagak Rimang. Jaya memegang dadanya yg terluka beberapa saat, lalu menatap Gagak Rimang dengan tatapan yg sangat tajam seperti Elang yg akan menerkam mangsanya. Dalam satu tarikan Jaya mengepakkan Bayangan sayap yg ada di punggungnya lalu terbang ke arah Gagak Rimang untuk kembali menyerang. Jaya memadukan langkah kilat pada serangannya kali ini, Gagak rimang kebingungan menghadapi serangan Jaya, Pasalnya Jaya selalu berpindah tempat sewaktu di serang atau setelah melancarkan serangan.
__ADS_1
Jaya menebaskan pedangnya ke dada Gagak Rimang dari arah depan, sontak Gagak Rimang menangkis serangan tersebut yg ternyata hanya serangan pengalihan yg di buat Jaya. Segera Jaya bergerak ke belakang Gagak Rimang dan menyerang leher Gagak Rimang dengan serangan cakar menggunakan tangan kiri, Tangan Jaya berubah menjadi Kaki Elang yg memiliki kuku yg panjang dan sangat tajam. Jaya mencengkram leher Gagak Rimang dengan sangat kuat, bahkan tiga kuku Elang tersebut menembus leher Gagak Rimang. Jaya menekan tubuh Gagak rimang ke tanah tanpa perlawanan sambil memijak punggungnya.
Tubuh Gagak Rimang tersungkur di tanah dalam posisi telungkup, terdapat Jaya yg sedang berpijak di atas punggung dan tangan kiri yg mencengkram lehernya. Setelah melepaskan cengkraman tangan kirinya, Jaya langsung menebas leher Gagak Rimang menggunakan Pedang Biru. Kepala Gagak Rimang menggelinding di tanah di ikuti darah yg mengucur deras dari leher yg sudah terpenggal.