Pendekar Bukit Barisan

Pendekar Bukit Barisan
Perluasan Wilayah


__ADS_3

Tiga Purnama sudah berlalu sejak penobatan Raja Bara, Raja Aran juga sudah di Nobatkan sebagai Raja Kerajaan Api. Kini Ki Rangkuti sudah semakin dekat dengan ambisinya menjadi penguasa Seluruh Bukit Barisan. Ki Rangkuti juga memerintahkan kepada Raja Bara dan Raja Aran untuk membuka penerimaan Prajurit baru sebagai upaya persiapan memperluas wilayah.


Ki Rangkuti sebagai Orang Terkuat Aliran Hitam juga mengumumkan kepada seluruh Pendekar dan Perguruan Aliran Hitam tentang akan di adakannya seleksi sepuluh Orang Terkuat Aliran Hitam dan Pembentukan Pasukan Tempur Aliran Hitam. Pengumuman tersebut di sambut gembira oleh seluruh Pendekar dan Perguruan Aliran Hitam.


Tak butuh waktu lama, Tiga Pasukan Tempur sudah terbentuk. Pasukan Kerajaan Api, Pasukan Kerajaan Maha, Dan Pasukan Tempur Pendekar di bawah Komando Langsung Ki Rangkuti. Mereka memiliki Posko Masing masing dan saling berkordinasi sat sama lain.


Rencana Perluasan Kekuasaan Ki Rangkuti pun kembali di lancarkan, Kali ini Alsap sebagai murid ketiga dari Ki Rangkuti akan di jadikan Raja di Kerajaan Angin yg saat ini di pimpin Raja Indwi. Alsap yg saat ini menjabat sebagai Senopati di Kerajaan Api di beri kebebasan oleh Ki Rangkuti untuk menentukan Strategi dan cara untuk menundukkan Kerajaan Angin.


Alsap telah mengirimkan sebuah Surat melalui seorang Utusan yg isinya mengatakan Raja Indwi untuk segera turun dari jabatan sebagai Raja, Karena di anggap sudah tidak Layak memimpin Kerajaan Angin, Dan akan di gantikan oleh Alsap sebagai Raja di Kerajaan Angin. Jika Raja Indwi menolak maka Alsap akan membantai Raja Indwi berserta Pasukannya tanpa sisa.


Sementara itu di tempat berbeda, Tepatnya di Istana Kerajaan Angin. Raja Indwi sedang berada di Aula Utama bersama Para Petinggi kerajaan sedang membahas situasi saat ini dan bagai mana perkembangan ke depan. Tiba tiba seorang Pengawal datang dan meminta ijin kepada Penjaga Pintu Aula, setelah mendapat melapor ke dalam Aula, Penjaga Pintu itu pun mempersilahkan Pengawal tersebut memasuki Aula.


Setelah Menjura Hormat pengawal tersebut melapor kepada Raja. "Ampun Paduka... Di luar ada Seorang Utusan dari Kerajaan Api membawa sebuah pesan untuk Paduka, Utusan tersebut mengatakan harus memberikan langsung kepada Paduka". Ucap pengawal tersebut melaporkan kedatangan utusan yg di kirim oleh Alsap. " Bawa dia masuk". Perintah Raja Indwi kepada Pengawal tersebut.

__ADS_1


Setelah Pengawal tersebut undur diri seluruh Petinggi Kerajaan Angin saling pandang dengan raut wajah penuh tanya. Tak lama berselang Pengawal tadi kembali dengan membawa seorang yg mengaku Utusan Dari Kerajaan Api, Namun tidak mengenakan seragam atau Atribut Kerajaan Api. Dengan sangat sopan Sang Utusan memasuki ruangan Aula untuk menghadap Raja Indwi. Setelah menjura hormat Utusan tersebut berkata, " Ampun Paduka Raja, Sebelumnya ijinkan hamba memperkenalkan diri". Ucap sang Utusan yg di jawab dengan anggukan oleh Raja Indwi. " Nama hamba Tejo, Hamba adalah mantan Abdi mendiang Raja Damar yg selamat saat Peristiwa tiga tahun lalu, Di karenakan saat itu hamba di perintahkan Raja Damar untuk membawa para warga mengungsi ke perbatasan Kerajaan Air. Hamba lahir dan besar di Desa Ringin yg berada di kaki Bukit ini dekat perbatasan dengan Kerajaan Tanah, Saat ini hamba terpaksa menjadi Prajurit Kerajaan Maha karena tidak memiliki biaya untuk pulang ke kampung halaman". Utusan tersebut menceritakan prihal dirinya dengan mata yg berkaca kaca.


"Sebelum kemari hamba di perintahkan oleh Senopati Alsap untuk memberikan gulungan surat ini kepada Paduka, Hamba tidak di perbolehkan melihat isi surat ini atau memberikan kepada orang lain. Sesaat hamba merasa senang karena perjalanan hamba ke kampung halaman di biayai oleh Kerajaan, namun setelah memegang surat ini ada Firasat tak baik di hati hamba. Ini adalah tugas terakhir hamba kepada Kerajaan Maha Api, Karena setelah ini hamba lebih memilih mati di tanah kelahiran dari pada harus kembali ke Kerajaan Maha untuk mengabdi pada Penghianat". Utusan tersebut menuturkan dengan emosi yg mulai berkobar namun dia tetap menjaga sikap di depan sang Raja.


Setelahnya Utusan tersebut menyerahkan sebuah gulungan surat kepada Pengawal di ruangan Aula. Atas perintah dari Raja Indwi Pengawal tersebut membacakan isi surat tersebut dengan suara lantang.


" Kepada Raja Indwi. Saat ini anda di anggap sudah tidak layak memimpin Kerajaan Angin, Karena itu secepatnya anda harus turun dari Tahta Kerajaan Angin, Dan aku akan menggantikan mu menjadi Raja di Kerajaan Angin. Apabila dalam waktu sepekan tidak ada Pengakuan darimu, Maka kau dan seluruh Pengikutmu akan bernasib sama seperti Damar. Tertanda Senopati Kerajaan Api.... Alsap.".


Mendengar isi surat tersebut, Sontak wajah Raja Indwi dan seluruh Petinggi Kerajaan Angin merah padam. Tangan dan rahang Raja Indwi bergetar menahan amarah yg memuncak. "Siapkan seluruh Pasukan, ini adalah suatu penghinaan yg hanya bisa di bayar dengan darah si Alsap kepa**t itu"'. Perintah Raja Indwi.


Keesokan harinya seluruh Petinggi dan Prajurit mempersiapkan segala sesuatunya untuk Pertempuran pekan depan, tampak mereka sangat bersemangat karena ini juga merupakan kesempatan untuk membalaskan dendam Raja Bara yg mereka Hormati.


Sementara itu di Bukit Api, Alsap memanggil adik seperguruannya yaitu Pijar dan Ketua Begal Golok Iblis untuk membahas Strategi Penyerangan ke Kerajaan Angin. Berdasarkan informasi dari Teliksandi, Pasukan Kerajaan Angin berjumlah sekitar lima ribu orang tanpa Pasukan Pemanah.

__ADS_1


Dengan berbekal Denah wilayah yg di gambar pada selembar kulit binatang, Alsap membentangkan gambar tersebut di atas meja dan memulai pembahasan Strategi Perang yg akan di lakukan.


"Kita akan mengerahkan sembilan ribu pasukan untuk menyerang Kerajaan Angin, yg terdiri dari tujuh ribu pasukan Terpilih dan dua ribu pasukan lemah. Bewok akan memimpin dua ribu pasukan terpilih dari Pasukan Pendekar". Ucap Alsap kepada Ketua Begal Golok Iblis yg bernama Bewok.


"Pijar akan memimpin dua ribu pasukan dari Kerajaan Maha, Aku akan memimpin tiga ribu pasukan Terpilih dari Kerajaan Api dan dua ribu pasukan lemah dari gabungan ketiga pasukan". Alsap menjabarkan pembagian pasukan.


"Kita akan menjadikan Dataran Amapin sebagai Medan Perang, Karena Daerah itu satu satunya Dataran yg menjadi Batas tiga Kerajaan, Yaitu Kerajaan Api, Kerajaan Maha, Dan Kerajaan Angin. Dua ribu pasukan terpilih dari Kerajaan Api akan menunggu di lembah dari arah Bukit Api, Dua ribu pasukan terpilih dari Pendekar yg di Pimpin Bewok akan bersiaga di lembah dari arah Bukit Maha, Dua ribu pasukan terpilih dari Kerajaan Maha yg di Pimpin Pijar akan bersiaga di sekitar Bukit Logam yg berada di Timur Laut Dataran Amapin.


Aku akan maju ke Dataran Amapin dengan tiga ribu pasukan, Yang terdiri dari seribu Pasukan terpilih dan dua ribu pasukan lemah. Aku akan meletakkan pasukan terlemah di barisan depan, Setelah Pasukan Lemah mulai habis Aku akan memerintahkan Pasukan untuk mundur ke arah lembah.


Bisa di pastikan Pasukan Kerajaan Angin akan mengejar ke arah lembah, karena mereka tidak mungkin membiarkan musuh lolos begitu saja. Apalagi jika mengingat Hinaan yg telah ku berikan pada Raja Indwi, Mereka akan sangat bernafsu untuk membunuh dan membantai seluruh pasukanku. Di dukung lagi mereka saat itu sedang menang jumlah hampir dua kali lipat.


Ketika sampai di lembah, Pasukan yg mundur dari Dataran Amapin akan bergabung dengan pasukan Kerajaan Api yg telah bersiaga di lembah dan kembali melakukan perlawanan, Disaat itulah Pasukan dari Pendekar akan membantu menyerang dari arah berbeda. Setelah itu Pijar dan Pasukannya akan memasuki Dataran Amapin lalu turun ke lembah mengikuti Pasukan Kerajaan Angin untuk menyerang dari belakang, Dengan adanya Tebing yang tinggi di Barat Laut lembah tersebut Pasukan Kerajaan Angin akan terkepung dari segala sisi.

__ADS_1


Kita akan menjadikan Lembah tersebut menjadi kuburan mereka dan pulang dengan kemenangan. Strategi ini juga akan mengurangi pasukan lemah kita dengan alasan gugur di Medan Perang, dan Kelompok Tapal Jejak akan dengan mudah memanen mayat yg tidak jauh dari Lembah Sunyi".


__ADS_2