
Raja Indwi masih bertarung dengan Bewok, Pertarungan sengit masih terus berlangsung di antara mereka, Saling serang, Saling mengeluarkan jurus jurus andalan dan ajian. Walau secara kemampuan Raja Indwi lebih unggul, Namun luka akibat tusukan pedang yg menembus paha kanan cukup berdampak untuk performanya bertarung. Hal itu di manfaatkan Bewok untuk mengimbangi Raja Indwi saat bertarung yg memiliki kemampuan lebih di atasnya di tambah beberapa trik curang. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pendekar dari Golongan Hitam akan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pertarungan.
Semakin lama bertarung, darah semakin banyak keluar dari luka di paha Raja Indwi yg belum sempat di balut. Hal itu sangat berpengaruh dengan stamina Raja Indwi, Posisinya pun kian terdesak oleh serangan serangan Bewok yg hanya menderita luka - luka goresan pedang akibat pertarungan dengan Tejo dan Raja Indwi. Melihat hal tersebut membuat Prajurit Kerajaan Angin serba salah, Jika mereka membantu Raja maka pertahanan akan semakin lemah, Karena Pasukan yg datang menyerang jumlahnya empat kali jumlah mereka.
Hingga suatu ketika Bewok menebaskan goloknya yg besar dan berat ke arah leher Raja Indwi, Sontak Raja Indwi menangkis serangan tersebut dengan mengadu pedang dengan Bewok. Namun Bewok tidak melakukan serangan susulan, melainkan semakin menekan goloknya ke arah Raja Indwi dengan memegang golok dengan kedua tangannya, begitu juga dengan Raja Indwi yg harus terus menahan golok Bewok yg di arahkan ke lehernya sambil mengarahkan pedangnya ke leher Bewok saat bisa balik menekan.
Adu tenaga dalam pun terjadi dalam posisi sangat rapat dan berlangsung saling dorong, Tampak Raja Indwi lebih mendominasi karena memiliki tenaga dalam yg lebih unggul dari Bewok. Sewaktu Raja Indwi fokus dengan adu tenaga dalam, Bewok mengayunkan lutut kirinya ke arah paha kanan Raja Indwi tepat mengenai luka bekas tusukan pedang Alsap. Sontak fokus Raja Indwi terpecah karena menahan rasa sakit yg teramat sangat pada pahanya, Segera Bewok melayangkan tinju bertenaga dalam yg di arahkan ke perut Raja Indwi tepat mengenai Ulu hati Raja Indwi.
Raja Indwi meringkuh menahan rasa sakit yg teramat sangat di dua tempat berbeda akibat serangan Bewok dengan trik liciknya, Melihat hal itu Bewok langsung menebaskan goloknya ke arah leher Raja Indwi dengan maksud memenggal kepala Raja tersebut. Saat golok Bewok yg besar berjarak sejengkal dari leher Raja Indwi, Sebuah sinar biru berbentuk pedang menahan golok tersebut. "tring... Buumm... Duar..". Bewok terpental akibat serangannya di tahan dengan serangan bertenaga dalam, tangannya terasa kebas akibat benturan senjata tersebut.
Sejenak Bewok terperangah melihat sosok pemuda yg berada di belakang Raja Indwi, Sosok Pemuda memegang pedang lengkung dengan bila berwarna biru terang. Pemuda tersebut tak lain adalah Jaya, Dengan cekatan Jaya menotok bagian punggung, dada dan paha Raja Indwi untuk mengurangi rasa sakit dan menghentikan pendarahan pada luka. Kemudian Jaya memberikan sebuah pil kepada Raja Indwi lalu mengalirkan tenaga dalam dengan menyentuh bagian punggung Raja tersebut. "Istirahat lah sejenak untuk memulihkan tenaga Paduka, Biar aku yg memberi pelajaran pada orang licik ini". Ucap Jaya sambil memberikan secarik kain dan tempat air minum yg terbuat dari kulit binatang kepada Raja Indwi dengan senyum yg sangat bersahabat dan hormat.
Setelahnya Jaya langsung berkelebat menyerang Bewok yang sedang bingung mau berbuat apa, Pasalnya saat ini dia berada di kerumunan Prajurit Kerajaan Angin seorang diri. Mau melawan Pemuda yg baru menolong Raja Indwi dia tidak yakin bisa menang, Karena merasakan tenaga dalam Jaya yg begitu besar saat menepis serangannya tadi. Mau lari menggunakan Ajian Peringan Tubuh dia juga tidak yakin karena tenaganya sudah mulai habis, Saat melawan Raja Indwi tadi Bewok cukup banyak menghabiskan tenaga dalam untuk mengimbangi kemampuan Raja Indwi yg memang di atasnya.
__ADS_1
Melawan Jaya yg datang menyerangnya adalah satu - satunya pilihan bagi Bewok, karena dia memang tak punya pilihan lain. Bewok mengeluarkan semua Kemampuan dan Tehnik terkuatnya untuk menghadapi serangan yg di lancarkan Jaya, Namun itu hanya mampu untuk bertahan. Hanya sesekali Bewok bisa melancarkan serangan, Itu pun hanya menghantam ruang kosong.
Sambil bertarung Jaya memperhatikan kondisi Raja Indwi, melihat kondisi Raja Indwi sudah mulai membaik Jaya mengambil ancang - ancang untuk menyerang Bewok dengan serangan bertenaga basar. Merasa posisi sudah pas, Jaya menebas pedangnya ke arah leher bewok dengan menggunakan tenaga dalam. Sesuai prediksi Jaya, Bewok menahan serangan itu menggunakan goloknya, Hal itu membuat Bewok terpental ke arah pertarungan Alsap dan Pijar melawan langir dengan posisi telentang mendarat di tanah.
"Suit..." terdengar suara siulan dari arah kerumunan Prajurit Kerajaan Angin. Hal itu langsung di respon oleh Langir dengan meninggalkan pertarungan melawan Alsap dan Pijar, Langir menarik lengan Tejo dan segera berkelebat menggunakan peringan tubuh ke arah Raja Indwi untuk bergabung bersama Jaya. Setelah berkumpul, Jaya menjelaskan rencana Strategi yg akan di jalankan.
"Aku akan menghadapi mereka bertiga, Tejo akan mengawal Raja, dan jangan pernah jauh dari Raja apa pun yg terjadi. Langir memimpin Pasukan mendobrak pasukan di sebelah Utara, dengan begitu kita bisa keluar dari kepungan ini, Beri isyarat padaku jika seluruh pasukan telah keluara dari kepungan. Kalian paham?" Jaya menuturkan tugas dan Strategi yg akan di jalankan. "Paham..." Langir dan Tejo serempak menjawab.
"Bedebah... Ku bunuh kau". Ucap Alsap yg emosinya sudah sampai ubun-ubun melihat tingkah Jaya. Serentak ketiga Pemimpin Pasukan itu berkelebat menyerang Jaya, Pertarungan tiga lawan satu pun terjadi. Jaya di kepung dan di serang dari tiga sisi berbeda, namun Jaya masih terlihat sangat tenang. Jaya menggunakan Aji Tatar Netra dan Jurus kijang Kelana untuk menghadapi serangan liar dari ketiga lawannya.
Sementara itu Langir dengan gesit memimpin pasukan Kerajaan Angin menerobos barisan Pasukan pengepung sebelah Utara yg di dominasi Pasukan Kerajaan Maha Api. Tejo dengan setia mengawal dan memapah Raja Indwi, karena kaki kanan Raja Indwi sudah susah untuk berjalan. Langir mengembalikan pedangnya ke bentuk semula, lalu memegang benda logam persegi panjang tersebut di kedua ujungnya, dalam satu gerakan seperti mematahkan benda itu lalu memisahkan dengan merentangkan kedua tangannya, Senjata Langir berubah menjadi dua buah pedang lentur yg sangat tajam.
Tejo tersenyum kagum melihat pedang kembar milik Langir yg sangat istimewa tersebut. Dengan sangat Gesit Langir menyerang Pasukan Kerajaan Maha Api dengan kedua pedang lenturnya, Namun sesekali pedang tersebut bisa lurus dan sangat keras. Gerakan jurus jurus yg di terapkan Langir seperti tarian Dewa Kematian di mata Pasukan kerajaan Maha Api. Melihat ke hebatan Langir, Pasukan Kerajaan Angin yg tersisa semakin bersemangat. Beberapa waktu kemudian seluruh Pasukan kerajaan Angin sudah keluar dari Formasi Kepungan Pasukan Kerajaan Api dan koalisinya.
__ADS_1
"Suit.." Langir memberi Isyarat kepada Jaya bahwa pasukan telah keluar dari kepungan. Jaya yg mendengar Isyarat itu segera mengambil posisi membelakangi arah Utara sambil terus bertarung, hal itu tidak di sadari oleh ketiga lawannya yg asik menyerang. Dalam satu gerakan, sambil menghindari serangan Alsap yg melakukan gerakan menusuk, Jaya bergerak jauh ke belakang dengan gerakan bersalto di udara.
Setelah mendarat, Jaya menebaskan pedangnya pada ruang kosong sambil berucap "Tebasan seribu Angin" seketika ratusan cahaya berwarna biru berbentuk bilah pedang meluncur deras ke arah Alsap, Pijar dan Bewok. Ketiga Pemimpin pasukan tersebut sontak kewalahan menangkis dan menghindar dari serangan tersebut, Tidak sedikit dari cahaya berbentuk bilah tersebut melukai tubuh mereka. Bahkan bewok mengalami luka goresan memanjang di pipi kirinya, Jika dia tidak cepat menghindar bisa di pastikan kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.
Ketika serangan cahaya bilah pedang tersebut mereda, mereka tidak menemukan lagi keberadaan Jaya di tempat itu. Ternyata sesaat setelah melancarkan serangan tadi, Jaya langsung pergi menemui Langir dan Pasukan Kerajaan Angin yg sudah di luar kepungan Pasukan musuh.
Jaya dan Langir berdiri paling depan menghadapi pasukan musuh, "Tebasan Seribu Angin" kembali Jaya mengeluarkan Tehniknya yg di arahkan ke pasukan musuh. Sontak ratusan Pasukan Kerajaan Maha terkapar akibat serangan tersebut. Kemudian Jaya mengeluarkan Elemen Air di kedua tangannya, Dengan satu gerakan Jaya mengarahkan kedua tangannya ke depan namun sedikit di rentangkan. "Dinding Air" Ucap Jaya sambil melakukan gerakan tersebut.
Seketika keluar air yg sangat deras dari kedua tangan Jaya, Air yg keluar tersebut kemudian menjulang ke atas setinggi tiga meter membentuk dua buah dinding di sisi kiri dan kanan. Kemudian Jaya mengeluarkan Elemen Angin dan menggabungkannya dengan Elemen Air, "Membeku." Ucap Jaya. Seketika dinding air tadi berubah menjadi dinding Es setebal satu meter dan hanya menyisakan jarak sekitar dua meter di antar ke dua dinding tepat di hadapan Jaya dan Langir. Tehnik ini di dapat Jaya saat menyerap Energi Penjara Es yg mengurung Langir.
"Tejo... Cepat bawa Raja dan seluruh Pasukan dari sini, Selamatkan juga mereka yg ada di Istana, Setelah itu pergilah cari tempat yg aman, Kami akan menahan mereka di sini". Perintah Jaya kepada Tejo untuk meninggalkan Medan Perang. "Tapi.. Bagaimana dengan Kalian?" Tanya Tejo yg khawatir dengan orang yg telah menolong mereka. "Cepat lah... Jangan pedulikan kami, Waktu kita tidak banyak, aku Khawatir mereka memanggil pasukan bantuan untuk menyerang kembali". Ucap Jaya sambil melakukan perlawanan kepada pasukan musuh yg memaksa masuk melewati celah di antara dinding.
Jaya dan Langir terus melakukan perlawanan kepada pasukan yg mencoba masuk melewati celah pada dinding. setelah di rasa Pasukan Kerajaan Angin sudah di jarak aman, Jaya menyatukan kedua telapak tangannya, Gerakan itu menyebabkan kedua dinding Es menyatu seperti pintu yg di tutup. Setelah itu Langir merubah wujudnya menjadi Elang dan pergi meninggalkan Medan Perang dengan Jaya di atas punggungnya.
__ADS_1