
Pagi tiba dengan cerah, Jaya terbangun dari tidurnya mendengar suara burung berkicau seolah bernyanyi dengan riang. Masih dalam posisi duduk bersandar di sebatang pohon, Sejenak Jaya meluruskan kedua tangannya ke atas untuk melonggarkan otot otot yg kaku, Jaya bangkit dan melihat sekeliling, Namun dia tidak menemukan keberadaan Langkir di tempat itu. Jaya kembali menggerak gerakan tubuhnya agar otot otot di tubuhnya segar kembali.
Tak lama berselang, Langir tiba dengan membawa kantong berisi air yg terbuat dari kulit binatang berukuran sedang, Jika di takar kantong air tersebut dapat menampung lima sampai sepuluh liter air. "Sudah bangun Tuan" Sapa Langir kepada Jaya. "Dari mana aja kamu?" Tanya Jaya kepada Langir. "Saya habis berkeliling tuan" Jawab Langir sambil mengumpulkan kayu dan ranting membuat perapian.
Kemudian Langir membuka sebuah buntalan kain, Langir mengeluarkan dua buah cangkir bambu, pemasak air, roti kering, madu dan beberapa barang lainnya. "Dari mana kamu mendapatkan barang barang itu?" Tanya Jaya kepada Langir. "Dari tenda Pasukan Kerajaan Maha Api Tuan". Tutur Langir mengaku. "Jadi kau mencurinya?" Tanya Jaya kembali. Langir hanya tersenyum mendengar pertanyaan Tuannya.
"Bukankah mereka selama ini telah menyengsarakan rakyat? Bukankah selama ini mereka memungut Pajak berlebih dari rakyat? Berarti masih ada hak rakyat di dalam setiap harta mereka, Aku hanya mengambil hakku sebagai rakyat di dalam harta mereka". Langir berargumen kepada Jaya, mendengar penuturan Langir tidak ada respon dari Jaya, dia hanya tersenyum kecut dan menggelengkan kepala namun tidak memarahi Langir.
__ADS_1
Pagi itu mereka sarapan roti kering yg sering di bawa para Prajurit sewaktu pergi berperang, Walau terasa sedikit keras, Namun cukup untuk mengganjal perut di tambah teh madu hangat. Sambil sarapan Langir mulai bercerita kepada Jaya, "Tuan... Sebelum matahari terbit aku sudah terbang berkeliling, Sebagian Pasukan dari Kerajaan Api berkemah di lembah dan sebagian lagi bermalam di dekat Dataran Amapin, Pasukan Pendekar juga bermalam di lembah tidak jauh dari Pasukan Kerajaan Api, jika pada malam hari cahaya api unggun mereka masih bisa saling terlihat, tidak ada jejak atau ancang ancang Pertempuran di antara mereka. Pasukan Kerajaan Maha Juga bermalam di dekat Dataran Amapin, Bahkan jarak mereka dari Dataran Amapin sekitar sepenanakan nasi". Langir menuturkan semua yg dia lihat pagi ini kepada Jaya.
Setelah memakan roti, sambil menikmati teh madu buatan Langir, Jaya kembali mengambil batu yg dia susun tadi malam. Namun kali ini di menambahkan satu batu lagi, setelah menyusun batu mewakili posisi masing masing pasukan sesuai laporan Langir, Jaya kembali menyeruput teh di tangannya. "Apa pendapatmu tentang situasi dan susunan pasukan ini?" tanya Jaya kepada Langir.
"Aku menduga Pasukan Kerajaan Api akan berkomplot dengan Pasukan Pendekar dan Kerajaan Maha, Mungkin mereka akan menggunakan Formasi Cakrawayu untuk mengepung Pasukan Kerajaan Angin". Langir memulai Argumennya. "Formasi Cakrawayu?, Seperti apa formasi itu? Dan dari mana kau tahu?" Tanya Jaya kepada Langir. "Dulu aku adalah seorang Panglima Perang di Kerajaan Langit, Aku pernah menggunakan Formasi Cakrawayu pemberian Guruku untuk mengepung musuh, Formasi ini menggunakan sebagian Pasukan sebagai Umpan untuk menarik Pasukan musuh ke dalam Formasi, Setelah Pasukan Musuh berada pada titik yg di tentukan maka Pasukan yg lain akan mengepung dan menyerang dari empat sisi. Dan hasilnya musuh dapat dikalahkan seperti ikan yg masuk ke dalam Jala". Langir menuturkan sistem kerja Formasi Perang Cakrawayu kepada Jaya. "Sungguh Formasi yg sangat mengerikan". Ucap Jaya mengomentari Formasi yg di tuturkan Langir.
"Mereka menggunakan Formasi Serigala Berburu, Formasi ini adalah Formasi Perang yg sangat licik dan sangat Kejam yg aku tahu. Di mana Pasukan pertama akan di korbankan untuk berpura pura kalah, Bisa di bilang membunuh Prajurit sendiri. Lalu sisa Pasukan pertama akan berpura pura mundur untuk mengelabui musuh, Musuh yg merasa sudah mendapatkan kemenangan akan mengejar sisa Pasukan yg mundur untuk membantai habis seluruh Pasukan. Setelah musuh berada di tempat yg di rencanakan baru di sergap dari segala sisi. Kalau dari Jumlah dan Jarak yg mereka buat, Aku menduga Pertempuran yg sesungguhnya berada di Lembah sana". Langir menuturkan berdasarkan pengalamannya.
__ADS_1
"Mengapa kau begitu memahami Formasi ini?" tanya Jaya yg melihat ekspresi emosi di wajah Langir. "Aku pernah terjebak di dalam Formasi seperti ini, Dari sepuluh ribu Pasukan yg ku bawa, hanya lima ratus orang yg kembali dan aku mengalami luka yg sangat parah saat itu". Tutur Langir dengan wajah sedih mengingat peristiwa masa lalu. "Apa kau memenangkan Perang tersebut?" tanya Jaya pingin tahu. Langir hanya menggelengkan kepala, "Aku hanya berhasil menyelamatkan diri, dan sempat di sebut Pengecut karena lari dari Pertempuran". Ucap Langir dengan kepala tertunduk.
"Apa kau sudah membalas kekalahan itu?" tanya Jaya kembali. Langir kembali menggelengkan kepala. "Aku sudah terlanjur di fitnah sebelum sempat membalas kekalahan itu, Aku berfirasat orang yg merencanakan Pertempuran itu dan yg memfitnahku adalah orang yg sama". Ucap Langir dengan penuh emosi dan suara yg bergetar. Jaya mendekati Langir lalu mengelus punggungnya, "Bersabarlah... Semoga Alam dan Yang Maha Kuasa merestui kita untuk membalas kekalahan mu". Ucap Jaya yg membuat Langir meneteskan air mata haru.
Tak terasa matahari sudah mulai naik, Para Prajurit tampak sudah mengemasi tenda mereka masing masing, Tampak Pasukan Kerajaan Api yg berada di dekat Dataran Amapin sudah bersiap untuk menyerang. Banyak di antara mereka ini merupakan pertempuran pertama, dan mereka juga yg di tugaskan di garis terdepan. Tak lama berselang mereka berjalan memasuki Dataran Amapin.
Di Dataran Amapin tampak Pasukan Kerajaan Angin yg berjumlah lebih kurang lima ribu orang sudah bersiap menyambut kedatangan Pasukan Kerajaan Api yg hanya berjumlah tiga ribu orang. Kedua Pasukan sudah saling berhadapan dengan Pemimpin Pasukan berada paling depan. "Ini rupanya murid Rangkuti yg baru seumur jagung tapi sudah sok jago". Ucap Raja Indwi kepada Alsap. "Ha ha ha ... Aku juga di perintahkan oleh Guruku untuk menyingkirkan Raja tak berguna sepertimu". Ucap Alsap mencoba memprovokasi Raja Indwi. "Bedebah... Akan ku kirim kepalamu ke pada Gurumu yg Biad*p itu". Ucap Raja Indwi dengan nada emosi.
__ADS_1
"Bacot... Serang.." Alsap mendahului serangan. Tak mau kalah Raja Indwi juga memerintahkan Pasukannya untuk menyerang, "Serang...". Pertempuran sengit pun langsung terjadi di antara ke dua Pasukan.