
Jaya memperhatikan perubahan seekor Elang Putih tersebut yg berubah menjadi seorang Pria dan menjura hormat kepadanya. "Siapa Paman...? Dan mengapa Paman memanggilku dengan sebutan Tuan ?" Tanya Jaya kepada Pria tersebut. " Hamba adalah Langir. Salah Satu Penjaga Empat Arah Mata Angin di bagian Selatan, Hamba sudah beratus Tahun Terkurung di sini di dalam Penjara Es, Karena Tuan berhasil menyerap seluruh Energi dari Penjara tersebut makanya Hamba bisa bebas". Langir menjelaskan tentang dirinya.
"Sudah sepantasnya lah saya mengabdi kepada Orang yg telah membebaskan saya". Ucap Langir kembali. "Baik lah kita bisa berteman, Namaku Jaya". Ucap Jaya memperkenalkan diri. "Teteskan lah darah Tuan di kepala saya, Ini adalah aturan bagi kami para Beast". Pinta Langir kepada Jaya. "Beast... Apa itu?" tanya Jaya yg tidak mengerti perkataan Langir. "Beast adalah Binatang Spiritual yg menjadi pengawal seseorang, Dengan meneteskan darah di kepala Beast maka seseorang yg memiliki Beast dapat menyatu dengan Beast miliknya, dengan begitu orang tersebut bisa menggunakan Kekuatan dan Tehnik yg di miliki Beast tersebut". Langir menjelaskan Kepada Jaya.
Walau sedikit ragu, Namun Jaya tetap melakukan yg di minta Langir. Dalam hati dia berharap semoga hal ini tidak menyebabkan hal buruk bagi dirinya. Jaya menggigit jempol kanannya hingga berdarah kemudian meneteskan darah tersebut di kepala Langir. Ketika darah tersebut mengenai kepala Langir, Seketika tubuh Langir berubah menjadi segumpal cahaya dan masuk ke tubuh Jaya. "Sekarang apakah Tuan bisa merasakan Kekuatan saya di dalam tubuh Tuan?" tanya Langir di dalam diri Jaya, Jaya hanya diam karena masih merasakan perubahan di dalam tubuhnya.
"Pada saat seperti ini pembicaraan kita tidak ada yg bisa mendengar, Tuan bisa dengan leluasa menggunakan kekuatan dan Tehnik yg saya miliki, Tuan juga bisa terbang selayaknya seekor burung, bahkan jika tuan ingin terbang dengan kecepatan tinggi Tuan bisa mengeluarkan sayap pada punggung Tuan". Langir menjelaskan keunggulan seseorang yg memiliki Beast.
"Bagai mana jika aku membutuhkanmu di luar tubuhku?" Tanya Jaya kepada Langir. "Tuan tinggal memerintahkan saja kepada saya untuk keluar, namun jika saya di luar tubuh Tuan, maka Tuan tidak dapat menggunakan Kekuatan dan Tehnik saya seperti sewaktu saya di dalam tubuh Tuan". Langir kembali menjelaskan. "Aku mengerti... Sekarang keluarlah". Ucap Jaya kepada Langir di dalam tubuhnya. Seketika keluar segumpal cahaya dari tubuh Jaya dan berubah menjadi sesosok pria di hadapan Jaya.
__ADS_1
"Aku ingin mengelilingi seluruh wilayah ini, Apa kau bisa mengantar ku ?" tanya Jaya kepada Langir. "Dengan senang hati Tuan, itu bukan hal sulit bagiku". Ucap Langir seraya merubah wujudnya menjadi seekor Elang berbulu Putih yg sangat besar, bahkan jika dalam posisi sama sama tegak, Tinggi Jaya hanya sedada Elang tersebut.
Jaya naik di punggung Elang Putih tersebut, setelah itu burung tersebut melompat ke udara lalu mengepakkan sayapnya yg lebar untuk terbang membelah udara. Jaya memandu arah terbang mereka dan Langir mengikuti tanpa membantah sedikit pun.
Jaya mengelilingi Bukit Air, kemudian kearah Bukit Batu. Banyak daerah lembah dan dataran yg mereka lihat dan lalui, sesekali mereka singgah untuk beristirahat atau menikmati Pemandangan Alam sekitar.
Sementara itu di Bukit Api, tepatnya di Istana Kerajaan Api tampak ribuan Prajurit sedang bersiap menyusun perlengkapan dan akan berangkat untuk berperang. Ini adalah hari kelima setelah dikirimnya surat ke pada Raja Indwi, Rencanannya Pasukan Kerajaan Api akan segera berangkat, karena perjalanan menuju Dataran Amapin membutuhkan waktu dua hari.
Di Kerajaan Angin juga terdapat pemandangan yg sama, Lima ribu pasukan sudah bersiap siaga untuk melakukan pertempuran, mereka hanya tinggal menunggu perintah untuk berangkat. Mereka semua tampak sangat bersemangat, Karena ini juga menjadi salah satu momen untuk membalas kematian Raja Damar yg sangat mereka Hormati. Karena selama Kepemimpinannya Raja Damar selalu mengedepankan kesejahteraan Rakyat.
__ADS_1
Sementara itu Jaya yg sudah dua hari dua malam berkelana bersama Langir, mereka terbang dari satu tempat ke tempat yg lain, Saat ini mereka berada di atas Bukit Api. Tanpa sengaja Jaya melihat iring iringan pasukan besar berjalan, tampak di barisan depan beberapa penunggang kuda membawa Panji berbentuk bendera berlambang Kerajaan Api. "Mau kemana Pasukan itu? Apa akan terjadi perang? " guman Jaya yg tanpa dia sadari terdengar oleh Langir.
"Siapa mereka Tuan?" tanya langir kepada Jaya yg juga melihat iring iringan pasukan tersebut. "Mereka adalah Pasukan Kerajaan Api, Kerajaan yg sangat gemar berperang dan menyengsarakan Rakyat, Merekalah yg menyebabkan rakyat di negri ini sengsara". Jaya menjelaskan kepada Langir. Mendengar hal tersebut air liur Langir keluar seperti seseorang yg sedang melihat hidangan yg sangat lezat. Jaya yg memperhatikan hal tersebut heran dan langsung bertanya "Mengapa air liurmu mengalir seperti itu Langir?" Tanya Jaya kepada Langir. Langir yg tak sanggup menahan emosi segera mendarat di areal terdekat.
"Maafkan aku Tuan, Dulu sewaktu aku di Alam Langit aku selalu memakan orang orang seperti mereka, Aku selalu memakan orang orang yg menggunakan kekuatannya untuk menindas yg lemah dan berbuat semena mena. Namun ada seseorang yg memfitnah aku hingga Raja Langit memenjarakan aku, Ternyata orang tersebut berkomplot dengan Pemuja Iblis" Langir berkata dengan penuh emosi karena teringat masa lalunya yg menyakitkan.
"Sudah lah... Tenangkan dirimu, Saat ini aku adalah Tuanmu, Aku tidak akan menghukum mu jika kau melakukannya, Namun jika kau lakukan kepada orang baik aku akan memberikan hukuman yg sangat berat. Kau mengerti?" Ucap Jaya menenangkan emosi Langir dan memberi peringatan kepadanya. "Hamba sangat mengerti Tuan". Ucap langir dengan penuh semangat.
"Sekarang mari kita lihat Kerajaan mana yg akan mereka serang, Kita akan terus memantau mereka tapi jangan sampai menimbulkan suara apalagi ketahuan mereka". Jaya memberi perintah kepada Langir, Selanjutnya mereka kembali terbang menyusuri Daerah yg akan di lalui Pasukan dari Kerajaan Api tersebut.
__ADS_1
"Tuan... Aku melihat ada pasukan yg bergerak dari arah Timur , Apa mungkin pasukan itu yg akan menjadi lawan mereka bertempur?" Ucap Langir kepada Jaya yg memang memiliki penglihatan yg sagat tajam. "Entah lah.. Mari kita lihat pasukan itu, Setahuku arah Timur dari tempat ini adalah Kerajaan Maha". Ucap Jaya yg memang mengetahui daerah bekas tempat tinggalnya dulu.