
Gagak Rimang terdiam seribu bahasa melihat pasukannya habis dalam sekejap, Bahkan dua ribu Pasukan yg dia bawa habis lebih cepat dari menanak sepanci nasi di hantam hujan panah yg entah dari mana datangnya. Kini yg tersisa hanya Dirinya dan keempat Muridnya serta seratus orang Prajurit yg terkurung di dalam penjara yg terbuat dari panah.
"Bagai mana? Apa kau masih memiliki kekuatan lain?" Tanya Guru Andla mencibir Gagak Rimang, Dia pun masih bingung dari mana asal ribuan panah yg menyerang musuh tersebut. Namun karena menyerang musuh, dia beranggapan pasukan pemanah tersebut berada di pihaknya.
Jaya datang menghampiri Guru Andla yg berada di barisan terdepan. "Uwak Guru.. Bolehkah aku menuntut keadilan sebagai Murid?" Tanya Jaya dengan wajah serius kepada Guru Andla, Semua orang yg ada heran dengan apa yg di lakukan Jaya, Di Tengah suasana tegang seperti ini dia malah menuntut Keadilan sebagai Murid yg di rasa tidak penting. "Keadilan seperti apa yg kau inginkan nak? Katakan saja, Uwak akan berusaha memberi Keadilan yg tak kau dapatkan". Ujar Guru Andla dengan Wibawa sebagai Guru Besar Perguruan.
__ADS_1
"Guruku mengajarkan aku Jurus Delapan Penjuru Mata Angin, Namun tak pernah memberikan lawan tanding lebih dari satu orang. Selama ini aku melatih Jurus itu hanya melawan satu orang tua yg kemampuannya .... Ya .. Uwak tau sendiri lah." Jaya tidak meneruskan perkataannya. Seketika bayangan tangan terbuat dari air menghampiri Jaya dan menampar kepalanya dari belakang "tak..." Kepala Jaya sampai tertunduk terkena tamparan tersebut. Namun Jaya tidak marah, Dia hanya menggaruk bekas tamparan di kepalanya, Karena dia tau siapa pelaku pukulan tersebut, Siapa lagi kalau bukan Gurunya sendiri. Sontak semua orang tersenyum dangan tawa tertahan melihat kejadian itu.
"Jadi sekarang apa yg kau inginkan nak?" Tanya Guru Andla kepada Jaya. "Ijinkan aku melawan keempat murid orang tak tau sopan santun itu wak, walau masih kurang empat lagi paling tidak bisa menambah latihanku". Ucap Jaya sambil menunjuk kearah Gagak Rimang. Mendengar ucapan Jaya, Keempat Murid Gagak Rimang merasa shock. Mereka murid terbaik di perguruannya hanya di anggap bahan latihan oleh Pemuda sebaya mereka, bahkan masih belum cukup.
Ari langsung berkelebat menyerang Jaya dengan pukulan tinju yg di aliri tenaga dalam, dia mengarahkan serangannya ke dada Jaya, Tampak sinar kemerahan pada tangan kanan Ari yg akan melancarkan serangan. Jaya masih bersikap tenang, bahkan dia tidak memasang kuda-kuda untuk menyambut serangan yg datang. Ketika serangan Ari hampir sampai, Jaya bukannya menangkis atau menghindar dari serangan, Dengan tenang Jaya menangkap Pukulan Tinju yg di lancarkan Ari menggunakan tangan kanannya. "Buk.." Terdengar suara tangan beradu, Jaya menangkap Tangan Ari untuk beberapa saat, Setelah merasakan kekuatan dari serangan Ari, Jaya mendorong Tangannya dengan sentakan tenaga yg lebih besar sambil melepaskan tangan Ari. Akibat dorongan tersebut Ari terpental kembali ke tempatnya semula, Walau masih tetap berdiri namun tangannya terasa sangat kebas dan seolah mati rasa.
__ADS_1
Doni dan Eko serentak melompat ke udara untuk menyerang Jaya Bersamaan, Di ikuti oleh Gandi yg juga melompat ke udara, Dengan begitu gerakan Gandi tertutupi oleh gerakan Doni dan Eko. "Telapak Api" Ucap Doni dan Eko serentak menyerang Jaya dengan pukulan Telapak dari udara. Jaya bersiap menyambut kedua serangan tersebut, "Jangkar Bumi" Ucapnya seraya menjejakkan kedua kakinya ke tanah sebagai pertahanan, "Telapak Air" Ucap Jaya mengadu serangan dengan Doni dan Eko. "Duar.. Duar.." Terdengar ledakan saat dua Telapak Api beradu Dengan Dua Telapak Air. Doni dan Eko terpental ke tempat semula akibat benturan serangan telapak tersebut, Walau bisa berdiri dengan sedikit goyang, mereka tampak memegangi dada masing-masing dengan tangan kirinya. Berkat Aji Jangkar Bumi, Jaya tak bergeser sedikitpun dari tempatnya. Namun belum lagi Jaya menstabilkan diri, "Tendangan Api" Gandi datang menyerang dengan tendangan dari udara, Jaya sempat terkejut dengan serangan mendadak dari Gandi karena gerakannya tertutup oleh gerakan Doni dan Eko saat menyerang Tadi, sontak Jaya menjatuhkan tubuhnya dengan posisi telentang dan mengangkat kedua kakinya untuk menyambut serangan Gandi, "Tendangan Pusaran Air". Ucap Jaya mengadu tendangan dengan Gandi. "Duar.." Terdengar suara ledakan yg lebih keras akibat beradunya dua tendangan dengan tenaga dalam tersebut, Tubuh Jaya terbenam sekitar lima jari ke dalam tanah. Gandi terpental dengan posisi memutar di udara dan mendarat telentang di tanah efek dari Tendangan Pusaran Air dari Jaya.
Dengan gerakan setengah salto, Jaya bangkit dari tanah. "Tehnik Gabungan yg bagus.. Tapi sayang, itu hanya mainan adik kami di dalam sana". Ucap Jaya mencibir Tehnik Gabungan dari murid Gagak Rimang sambil menunjuk ke arah tempat latihan anak-anak yg ada di Perguruan Bertuah. "Dinda Gayatri... Boleh aku minta sedikit Elemen Tanah mu?" Ucap Jaya kepada Gayatri yg ada di belakangnya. "Dengan senang hati Kakang". Jawab Gayatri sambil melemparkan Bola Tanah kepada Jaya. Setelah menangkap Bola Tanah dari Gayatri, Jaya Mengeluarkan Bola Air dan Angin di tangannya, Dalam satu gerakan dia menyatukan ketiga Elemen di tangannya. Jaya melemparkan Bola Gabungan Tiga Elemen tersebut ke udara, Seketika Bola Gabungan Elemen tersebut terbagi lima dan jatuh di tanah.
Tanah tempat Jatuhnya Bola Gabungan Tiga Elemen bergetar, Tak lama keluar empat buah kursi dan satu meja dari dalam tanah. Satu kursi berukuran lebih besar dari yg lain, seperti dua di jadikan satu. Semua kursi dan meja tersebut terbuat dari Es dengan bentuk yg sangat indah, Lebih tepatnya seperti tempat orang yg sangat di hormati. "Silahkan duduk Para Guru". Ucap Jaya kepada lima saudara seperguruan yg menjadi Gurunya dengan sangat Hormat. "Dinda Gayatri... Tolong sediakan jamuan kecil untuk para Guru, Mereka akan menikmati pertunjukan tambahan di acara pesta ini". Ucap Jaya yg membuat seolah semua orang di situ akan menyaksikan sebuah pertunjukan bukan Pertarungan Adu Nyawa. "Baik Kakang, Itu bukan hal sulit bagiku". Ucap Gayatri yg segera beranjak untuk mengambil beberapa Jamuan Kecil di dapur Perguruan.
__ADS_1