Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 21 TERENYUH


__ADS_3

"Aku memang memakan uang kerajaan, tapi setiap bulannya aku hanya mendapatkan 20 keping emas saja, dan aku juga tidak mendapatkan obat-obatan," ucap Feng Yun menelan ludahnya.


"Apa! Pukul para pelayan itu 200 kali cambukan!" perintah kaisar murka.


"Ampun Kaisar, ampuni kami! Kami tidak mengulanginya lagi," ucap pelayan itu menangis terisak-isak sambil di seret oleh pengawal. Akan tetapi pengawal itu terus menyeret mereka membawa ke belakang istana di mana di sana adalah ptempat hukuman.


"Maka dari itu … entah aku dari bagian dari kerajaan ini atau tidak karena bahkan pelayan saja mempunyai tempat tinggal yang lebih layak dari ku. Anak yang malang dan tanpa orang tua ini memohon dan meminta kepada Kaisar agar tidak mencampuri kehidupan ku, termasuk perjodohan ini. Anggap saja aku tidak ada, karena kehadiran ku juga tidak di inginkan, jadi itu terserah pada Kaisar, mau menganggap ku sebagai cucu atau tidak karena aku mungkin tidak akan selamanya tinggal di kerajaan, aku mungkin akan lebih baik berkelana saja," ucap Feng Yun.


Kaisar terenyuh mendengar ucapan Feng Yun, tapi mau bagaimana pun selama ini ia sungguh tidak tahu jika selama ini cucu keturunannya hidup dalam kekurangan, ia juga tak bisa menahan Feng untuk pergi kemana pun. Tapi di balik itu ia juga tak bisa membiarkan Feng Yun pergi tanpa kekuatan, bisa-bisanya nanti di mati sebelum tujuannya sampai.


"Tapi Feng Yun, bagaimana kau bisa pergi tanpa kekuatan? Bagaimana jika kau mendapatkan masalah? Apa tidak sebaiknya kamu di istana saja, Kakek akan memberikan tempat tinggal yang layak dan uang jatah kamu tidaknakan di potong lagi," tawar Kaisar yang sangat iba dengan keadaan Feng Yun.

__ADS_1


"Alah Kakek, untuk apa membuang-buang waktu dan uang untuk anak yang tidak berguna seperti dia, lebih baik lepaskan saja dia pergi jauh dari kerajaan, siapa juga yang ingin mempunyai saudara yang tidak berguna sepertinya," ucap Feng Wei mendengus kesal.


"Jaga ucapan mu Feng Wei!" bentak kaisar. Feng Wei terdiam. Suana menjadi tegang.


"Terima kasih Kaisar sudah membantu ku seperti ini, semoga Kaisar mempunyai umur yang panjang dan sejahtera, jika begitu aku permisi dulu Kaisar," ucap Feng Yun menundukkan kepala dan mengatup kedua tangannya.


Kemudian Feng Yun pun pergi meninggalkan istana.


Feng Yun berhenti dan berbalik badan. Ia memberi hormat. "Ada apa Kaisar?" tanya Feng Yun.


"Aku akan memberikan 10 kudi baju agar kau bisa berdagang," ucap kaisar.

__ADS_1


"Tidak kaisar, terima kasih atas kebaikan Anda," ucap Feng Yun pun pergi.


"Cih! Sungguh sombong! Dia pikir dia siapa!" denggus Feng Wei kesal.


"Lagian kenapa kakek memberikan baju sebanyak itu? Biarkan saja hidupnya terluntang lantung seperti itu, tidak ada yang menginginkan pria yang tak berguna itu," ucap Feng Song.


"Tapi dia cukup tau diri juga untuk tidak menerimanya, jika tidak para cucu yang lain akan mengatakan jika kakek pilih kasih," sahut Feng Wei.


Kaisar menatap punggung Feng Yun yang sudah menjauh.


'Maafkan kakek cucuku, kakek tidak bisa berbuat banyak untuk mu, sejak kematian kedua orang tuamu, kau malah tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang lain, tapi mau bagaimana lagi, inilah takdir yang harus kamu jalani, semoga Dewa memberkati setiap langkah kaki mu,' batin kaisar. Feng Yun juga sudah tak terlihat, kaisar pun berbalik badan dan masuk ke dalam istana.

__ADS_1


__ADS_2