Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 51 HENG JIN MUNDUR


__ADS_3

Semua sudah bersiap meskipun mereka tahu mempertahankan kerajaan kecil ini tidaklah mudah, tapi setidaknya mereka sebisa mungkin berusaha.


Dari ketinggian menara kerajaan, seorang pengawal meniupkan terompet jika pasukan lawan sudah ada di perbatasan.


Mereka saat ini sedang menunggu di luar tembok istana. Feng Yun juga tidak mau ketinggalan dan ia berdiri di depan. Xier Ming Juga sedang terbang bersama Phoenixnya.


Xier Ming turun dari bersama Phoenix di samping Feng Yun.


"Ayo naik bersama dengan Ibu, kau jangan ikut berperang," ucap Xier Ming.

__ADS_1


"Tidak Ibu, aku juga mau berperang bersama Ibu, aku yakin bisa membantu Ibu dengan kekuatanku," jawab Feng Yun yakin.


Tak lama terdengar suara bergemuruh kaki kuda datang mendekat. Mereka berhenti di perbatasan dengan jarak 15 meter dari benteng kerjaan Xier Ming.


"Xier Ming! Aku sudah mengatakan pada mu dengan surat yang di tinggalkan oleh anak buah ku, jika kau tidak tidak menerima ku maka aku akan memerangi mu, dan ternyata kau mengambil jalan ini, maka terimalah kau sebagai tawanan ku," ucap Heng Jin.


"Heng Jin, aku sudah menolak mu dengan cara baik-baik, kau malah tidak terima dan mencari masalah dengan ku. Meskipun kerajaan ku lebih kecil dari kerajaan mu, meski secuil pun aku tidak akan menjadi tawanan mu, jika kau ingin bertarung, mari bertarung sampai mati, karena sampai mati pun aku tidak akan menerima pria gila seperti mu!" jawab Xier Ming ketus.


Mungkin jika kerja sama untuk membangun kerajaan, Xier tidak menolaknya, tapi di mana Heng Jin mempunyai sangat banyak wanita yang ia nikahi, meskipun Heng Jin sudah menceraikan semua para istrinya demi ingin menikahi Xier Ming, tapi Xier Ming tetap tidak mau karena di dalam hati Xier Ming masih ada Ayah Feng Yun.

__ADS_1


Mereka pun saling menyerang. Mendadak saja dari belakang keluar Naga Api dan Es membuat antara kerjaan Xier Ming dan pasukan Heng Jin di tengah-tengahnya di semburkan panasnya kobaran api dan dinginnya es.


Yang mana terkena, tubuh mereka terbakar dan membeku membuat Heng Jin memberi perintah untuk mundur beberapa langkah. Heh Jin sangat heran dengan kekuatan luar biasa itu.


"Kekuatan macam apa itu? Pantas saja Xier Ming menantang ku karena di belakangnya ada orang yang sangat kuat, tapi siapakah itu?" tanya Heng Jin mengerutkan dahinya.


Xier Ming juga terkejut, ia tidak menyangka jika ada kekuatan besar dari kerjaannya. Untungnya naga Api dan es tidak menampakkan diri dan hanya mengeluarkan kekuatannya saja.


Feng Yun pun keluar. "Hey Kau! Jika kau tidak ingin terbakar dan membeku seperti pasukan mu maka, lebih baik kau pulang saja, atau aku akan menghanguskan seluruh pasukan mu termasuk diri mu, aku tidak terima apa bila ibu ku di lamar oleh orang yang tidak tahu malu seperti mu, ingatkan itu!" ucap Feng Yun memberi ultimatum.

__ADS_1


"Sial! Lihat saja nanti, aku akan datang suatu hati nanti, dan saat itu kekuatan ku menjadi kuat. Ayo kita pergi!" ajak Heng Jin kepada pasukannya, ia memilih untuk pergi karena dari percikan api saja ada juga sebagian tubuhnya gosong, apa lagi yang langsung terkena apinya, tubuhnya langsung terbakar menjadi abu.


__ADS_2