Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 82 PERMINTAAN XIER YANG LING


__ADS_3

"Tidak tahu kepala sekte ada urusan apa dengan murid seperti ku?" tanya Feng Yun.


"Kau bisa menghancurkan senjata setengah Dewa itu berarti bakat mu sangat bagus. Aku harap kau berlatih dengan lebih giat lagi karena ada satu sekte misterius di mana muridnya sangat kuat, aku sangat ingin mengirim mu ke sana, bertanding dengan para murid sekte itu. Tapi … ya sudahlah, itu terserah pada mu, kau sendiri ingin melakukannya atau tidak," ucap Xier Yang Ling memutar badannya menghadap ke jendela.


"Bukannya sekte misterius itu tidak pernah muncul?" tanya Feng Yun.


"Ya, akhir-akhir ini mereka sekarang keluar untuk melakukan pertandingan antar sesama murid, tidak tahu tujuannya apa? Entah mereka sedang mencari murid berbakat atau mereka sedang ingin pamer kekuatan? Saat ini mereka juga sudah punya tempat sendiri di tanah ini. Selama ini kita tidak pernah tahu di mana tempat mereka berada, entah mungkin mereka sudah bosan karena terus bersembunyi atau ada hal lain yang ingin mereka cari. Dan juga pertandingan murid antar sekte akan di adakan, jadi berlatihlah dengan keras," ucap Xier Yang Ling.


"Tapi … kenapa kepala sekte seperti ini pada ku?" tanya Feng Yun menekuk alisnya.


"Aku tahu karena saat pertama penerimaan murid waktu itu, aku melihat kau sangat aneh, di tambah aku juga mendapat laporan jika kau bisa bertahan di air terjun dan tidak kesulitan mengangkat batu saat latihan, itu menunjukkan jika kau sangat berbakat, kembali dan istirahatlah," ucap Xier Yang Ling.


"Baik kepala sekte, terima kasih sudah mempercayai ku, aku kembali." Feng Yun memberi hormat dan ia pun pergi meninggalkan tempat Xier Yang Ling.

__ADS_1


Sesampainya ia di menara, Feng Yun melihat menaranya yang berantakan, entah apa yang di cari oleh orang itu? Mencuri semua di sini adalah murid, rasanya tidak kekurangan uang, Feng Yun melihat dari jendela melihat Jing Quan dan yang lain sedang tertawa puas di luar sana.


"Rasakan itu! Dia sudah mendapatkan hukuman langsung dari kepala sekte," ucap Jing Quan senang.


"Semoga saja dia di keluarkan oleh kepala sekte," ucap Huo Lei.


"Oh,mereka rupanya, kalau begitu kalian juga harus merasakan akibatnya," ucap Feng Yun menyengir.


JURUS PANAH API SERIBU


Wusssssshh!


Panah itu terbang ke arah mereka yang sedang berkumpul.

__ADS_1


"Waaaaaaa! Ada panah!" teriak mereka yang berhamburan melarikan diri. Panah api itu mengenai bokong Jing Quan membuat celananya terbakar, yang lain juga ikut terkena panah api dan berlari pontang panting mencari air.


"Ha-ha-ha, rasakan itu," ucap Feng Yun tersenyum senang.


Feng Yun pun membersihkan menaranya dan kemudian ia pun duduk bersila di atas ranjangnya.


Feng Yun mengeluarkan batu permatanya dan ia menghancurkan beberapa batu permata dan mulai berlatih. Tak lupa ia juga membuka buku jurus di depannya.


Cahaya masuk ke dalam tubuhnya dan masuk ke dalam pembuluh nadi. Rasa hangat yang nyaman, akan tetapi tubuhnya lama-kelamaan menjadi panas yang membara.


"Kenapa panas sekali?" tanya Feng Yun, saat melihat batu permata yang ia pecahkan itu tadi ternyata di luar batas kemampuannya menyerap batu permata tersebut.


"Aku harus melebihi batas dan kemampuan ku, dengan begitu baru aku bisa berdiri di puncak," ucap Feng Yun yang sedang menahan panasnya gejolak di dalam tubuhnya yang rasanya seperti darah yang mendidih.

__ADS_1


__ADS_2