Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 66 BERTARUNG DI DAERAH KERAJAAN FEI LONG


__ADS_3

"Heh! Karena kau sangat mencintai dia sehingga siapa pun dekat dengannya adlah musuh mu, kau sungguh di buatkan oleh cinta, dasar payah!" umpat Feng Yun.


"Kau mengatakan ku payah?" pria itu membelalakkan matanya tak terima dengan ucapan Feng Yun.


"Ya! Kau pria payah! Payah! Payah! Dan bodoh!" teriak Feng Yun membuat pria itu marah dan gelap mata. Tanpa aba-aba lagi pria itu menyerang Feng Yun, ia mengangkat tombaknya dan mengarahkan ke arah Feng Yun.


JURUS TOMBAK CAHAYA


Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!


Feng Yun juga tak mau kalah, ia mengeluarkan pedang Naga dan mengeluarkan jurusnya.


JURUS PEDANG NAGA API DAN ES


Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!

__ADS_1


Kekuatan mereka beradu dan pecah, mereka pun saling merang dan ingin melukai satu sama lain, Feng Yun sebisa mungkin menghindari tombak pria itu, apa bila terkena ujungnya maka akan sangat fatal karena tombak itu menyimpan energinya di ujung. Feng Yun menghalangi dengan pedangnya agar tidak terserang tombak tersebut.


"Aku akan membunuh mu! Aku akan membunuh mu!" teriak pria itu, ia mengerahkan semua kekuatannya pada tombak itu lalu ingin menancapkan ke arah Feng Yun.


"Kau yang akan mati di tangan ku," ucap Feng Yun.


Feng Yun memusatkan kekuatan apinya ke arah pedangnya lalu mereka kembali sama-sama mengeluarkan jurus terhebatnya.


JURUS TOMBAK SERIBU CAHAYA


Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!


Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!


Kekuatan mereka kembali beradu, karena semakin kuat jurus itu akhirnya pecah di udara membuat mereka bersama-sama terpukul mundur oleh kekuatan yang dahsyat itu. Akan tetapi tidak habis sampai di situ, pertarungan terlanjur sengit, mereka kembali mengeluarkan segala kekuatan yang ada untuk saling membunuh.

__ADS_1


Akan tetapi saat kekuatan mereka saling beradu, sebuah kekuatan lain masuk ke dalamnya dan membuat mereka terpental.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya seorang gadis yang datang ke arah mereka. Fang Ying Fei mendengar suara pertarungan yang tidak jauh itu datang untuk memeriksanya, ternyata pertarungan itu ada kedua orang yang ia kenal.


"Putri." pria itu langsung menghadap Fang Ying Fei lalu berlutut di hadapannya.


"Kau … kenapa bisa ada di sini?" tanya Fang Ying Fei menekuk alisnya. Feng Yun bangun segera dan membersihkan pakaiannya yang terkena tanah.


"Aku … aku … hanya lewat saja, tidak tahu tiba-tiba pria itu memukulku hingga terluka seperti ini," ucap pria itu memperlihatkan wajahnya. Luka yang pria dapatkan tadi itu akibat masuknya jurus Fang Ying Fei yang membuat mereka terpental.


"Aku tahu Feng Yun tidak akan melakukan itu pada mu, aku curiga jika kau yang terlebih dahulu menyerangnya, katakan dengan jujur atau kau jangan pernah berada di tempat ini," ucap Fang Ying Fei menatap pria itu tajam.


Pria itu terdiam sejenak, meskipun ia bukan dari keluarga kerajaan, tapi ayahnya adalah seorang Mentri di kerajaan itu dan juga seorang pedagang kaya di sana, hanya saja ia tidak pernah di perbolehkan masuk ke dalam istana selain orang yang hanya berkepentingan.


"Putri, sudah lama aku mengagumi mu, sudah lama aku menyukai Putri, tapi tidak pernah sedikit pun bis bertemu dengan putri, hari ini Karen sudah bertemu maka aku akan menyatakan perasaan ku pada Putri. Putri, maukah kau menjadi kekasih ku?" pria itu menyatakan perasaannya pada Fang Ying Fei.

__ADS_1


__ADS_2