Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 79 DI TANTANG JING QUAN


__ADS_3

Akan tetapi itu tidak bertahan lama, jangankan Feng Ling, yang sudah jatuh ke air duluan. Dan kini giliran Feng Ling yang jatuh ke dalam air dan hanya meninggalkan Feng Yun yang masih bertahan di bawah air terjun.


"Wah lihatlah, dia benar-benar kuat sekali, sampai saat ini masih bertahan di bawah air terjun yang berat itu? Dia pake apa ya?" tanya salah satu murid.


"Mungkin dia terbiasa latihan mungkin?" tebak yang lain.


Sudah hampir sore, Feng Yun kasih bertahan, sedangkan yang lain setelah jatuh ke dalam air dan berusaha naik lagi ke atas batu tersebut, tapi mereka lagi-lagi jatuh ke dalam air dan begitulah seterusnya.


"Dia lagi, entah seberbakat apa dia sampai semua tempat latihan ia kuasai," ucap Dong Ming kagum melihat Feng Yun.


"Mungkin dia berbakat di antara berbakat, bahkan dia melebihi kita dulu," sahut Huo Lei.


Dan akhirnya matahari sudah condong, menandakan sudah masuk sore hari. Para murid di persilakan untuk istirahat. Mereka pun menuju tempat tinggalnya masing-masing karena sudah satu hari berlatih.

__ADS_1


Feng Yun menghidupkan api di tempat perapian, ia duduk di dekat api itu untuk menghangatkan tubuhnya.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


Sebuah ketukan pintu terdengar dari balik pintu menaranya. Feng Yun berdiri dan membukanya.


"Kamu di panggil oleh kepala sekte," ucap Ling Hio. Feng Yun menekuk alisnya, jika ia di panggil kepala sekte kenapa seorang murid yang memanggilnya, kenapa bukan mentor.


"Kau ingin membawa ku kemana?" tanya Feng Yun.


"Kepada kepala sekte," jawabnya.

__ADS_1


"Tapi ini bukan jalan ke tempat kediaman kepala sekte," ucap Feng Yun yang mulai curiga.


"Siapa bilang aku ingin membawa kekediaman kepala sekte." Ling Hio berbalik badan dan menyeringai. Ia mendorong Feng Yun ke depan. Dan di depan ada seorang pria yang sedang menghadap kebelakang.


"Kau Feng Yun ya? Benar-benar membuat aku kesal saja." Pria itu berbalik badan dan ia sangat mengenali pria itu, dia adalah murid khusus yang sama dengannya.


"Ada apa?" tanya Feng Yun.


Pria itu berbalik badan dan menatap tajam Feng Yun.


"Kau tahu? Sebelum kau ada aku adalah orang yang paling di sanjungi, saat kau masuk kini malah kau yang di puji. Tentu saja aku tidak akan membiarkan kau mengambil ketenaran ku. Jadi, aku memberi kau pilihan, kau ingin keluar sediri dari sekte ini atau aku dan yang lain mengeluarkan mu secara paksa!" ancam pria itu yang bernama Jing Quan.


Saat itu, Feng Ling juga bergabung bersama mereka dan ternyata mereka semua satu komplotan dengan Jing Quan.

__ADS_1


"Memangnya kau siapa memerintah ku untuk pergi, kepala sekte malah senang aku ada di sini," ucap Feng Yun dengan bangganya.


"Ya tapi aku tidak senang, kami semua tidak senang. Jika kau bersikeras ingin tetap di sini maka kau harus mengalahkan kami semua, tapi jika kau yang kalah, maka aku akan membuat tubuhmu itu untuk makan anjing kesayangan ku. Aku sudah berbaik hati memberikan pilihan, kau sebaiknya jangan keras kepala," ucap Jing Quan berjalan mendekati Feng Yun.


__ADS_2