
"Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat yang biasa Feng Yun tinggal, yaitu di goa hutan terlarang. Kelinci itu pun kembali berubah menjadi setengah manusia setengah hewan.
"Kau … apa tidak ingin kembali ke dunia mu?" tanya Feng Yun.
"Aku … entahlah, rasanya aku ingin pulang bertemu dengan kembaran ku. Tapi begini aku juga nyaman ikut bersama mu, aku tahu keluarga ku pasti sangat merindukan ku, tapi … dengan mu baru hanya 2 hari, aku sangat ingin berlatih terus hingga aku menjadi kuat," jawab Moyu terlihat sedih, ia masih binggung memilih antara keduanya.
"Pulanglah, kapan hari kau bisa main ke sini lagi," ucap Feng Yun.
"Kamu benar, aku pasti akan datang ke sini," ucapnya tersenyum.
Feng Yun kembali naik ke atas pedangnya, ia mengantar di mana tempat kelinci itu awal mula datang ke dunia manusia, perjalanan yang tak memakan waktu lama, mereka pun sampai di sana.
__ADS_1
"Feng Yun, Terim kasih ya sudah mengantar ku, terima kasih sudah mengajak ku berlatih sehingga ku merasakan sesuatu yang luar bisa, terima kasih juga sudah mengajak ku jalan-jalan dan mengenal dunia mu, aku pasti akan kembali menemui mu lagi. Aku pergi dulu, kau jaga dirimu baik-baik ya, aku merindukan mu," ucap Moyu.
"Kau juga jagalah dirimu," ucap Feng Yun mengangguk.
"Selamat tinggal," ucap Moyu tersenyum, ia pun berlari meninggalkan Feng Yun yang terus menatapnya hingga tak terlihat lagi.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dunia ini jika adanya dunia-dunia lain yang tidak pernah di ketahui sebelumnya. Mungkinkan semua jika bersatu akan damai? Siapakah pemimpin yang akan bisa memimpin dunia bisa bersatu antara dunia lain ini ya?" tanya Feng Yun berpikir.
Ia pun tak ambil pusing, Feng Yun kembali naik ke atas pedangnya dan kembali ke goanya. Tak terasa malam sudah tiba, Feng Yun pun berlatih pada malam hari. Ia tidak akan membuang kesempatannya untuk terus menjadi kuat.
Pagi sudah menyingsing menampakkan sang jingga di ufuk timur, burung-burung berkicau dan hewan-hewan lain sudah berlalu lalang.
__ADS_1
Feng Yun terbangun dari goanya karena ia tanpa sadar tertidur saat sedang latihan.
"Eh sudah pagi ya, hari ini sekte bulan sabit pasti akan mencari murid baru, aku harus masuk ke sana," ucap Feng Yun bergegas keluar dari goanya.
Seperti biasa, Feng Yun naik di atas pedangnya, kini pedangnya menjadi kendaraan baginya karena berhubungan ia tidak bisa mengendarai Naga di tempat keramaian.
Sesampainya di sana, Feng Yun masuk ke salah satu warung makan, karena dari yang ia lihat sekte-sekte yang lain belum datang, mungkin karena masih terlalu pagi, Feng Yun masuk ke dalam warung makan itu dan mencari tempat yang agak sudut. Biasanya warung makan adalah tempat untuk mencari informasi, karena di tempat seperti ini mereka akan menceritakan semua informasi yang mereka dapatkan.
Ada beberapa orang yang sudah bercakap-cakap dan tidak terlalu peduli dengan kedatangan Feng Yun, ada juga yang baru masuk. Pelayan warung makan itu datang menghampiri Feng Yun.
"Tuan mau pesan apa?" tanya pelayan itu.
__ADS_1
"Ramen dengan daging panggang," pesan Feng Yun.
"Baik Tuan, tunggu sebentar ya," ucap pelayan itu tersenyum dan ia pun kembali ke dapur.