Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 35 PERTARUNGAN ANTARA NAGA API DAN 4 KULTIVATOR


__ADS_3

"Naga es, kita kembali saja," ucap Feng Yun.


Naga es berputar arah dan terbang di angkasa. Perjalanan yang menghabiskan waktu yang tidak begitu lama karen kecepatan naga melebihi kecepatan kereta kuda.


"Sial! Di manakah pencuri itu! Jika mendapatkannya bunuh saja dia!" teriak Kaisar Fei Long geram.


Para pengawal yang sudah punya kultivasi tinggi mereka di minta untuk terbang ke langit untuk memeriksanya.


Terlihatlah naga es yang terbang dan mereka segera menuju ke arah Feng Yun.


"Hey Naga es, ada yang mengejar kita," ucap Feng Yun melihat ke belakang.


Naga api pun keluar dan menghadang mereka semua. Terjadilah pertempuran di atas langit.


Naga api menyemburkan api dari mulutnya dan keempat kultivator itu mengelilingi naga api.


"Naga es, bagaimana ini? Bagaimana jika Naga api tertangkap?" tanya Feng Yun khawatir.

__ADS_1


"Apa Tuan mengkhawatirkan kekuatan kami?" tanya Naga es.


"Eh bukan begitu, hanya saja aku … ah sudahlah, aku percaya kalian hewan legendaris ini bisa mengatasi apa pun," ucap Feng Yun.


Keempat orang itu menjerat naga api dengan jaring ilahi milik kerajaan Fei Long. Yaitu senjata Dewa.


Naga api memberontak untuk melepaskan diri.


"Ha-ha-ha, tidak menyangka jika kita akan dapat naga legendaris ini, maka hewan ini akan kita jadikan penjaga kerajaan Fei Long," ucap kultivator itu.


Dari kejauhan Feng Yun terlihat khawatir, bagaimana jika Naga api tidak bisa melepaskan diri? Ini semua salahnya.


Biasanya apa bila terperangkap ke dalam jaring ilahi, maka kekuatan yang ada tidak berfungsi, karena jaring ilahi bisa menahan kekuatan kultivasi untuk keluar dan tenaga dalam juga akan teredam.


Naga api memberontak dan jaring ilahi itu robek, dan para kultivator itu mundur.


"Bagaimana mungkin di bisa keluar dan merobek jaring ilahi," ucap salah satu kultivator itu.

__ADS_1


"Tentu saja Naga api bisa keluar, karena manusia dan hewan sanga berbeda, baik kekuatan dan tubuh juga berbeda. Di tambah lagi senjata sampah itu tidak akan bisa mengurungnya terlalu lama," ucap naga es.


Feng Yun mengangguk-angguk dan ia merasa lega karena Naga api sudah terlepas.


Naga api lagi-lagi menyemburkan apinya yang lebih hebat lagi membuat mereka terbakar dan jatuh ke bumi.


Naga api terbang mendekati Feng Yun. "Mari kita pulang," ajak Naga api. Mereka pun terbang menuju hutan larangan kembali.


Mereka pun sampai di hutan larangan, Feng Yun segera masuk ke dalam gua dan membuka kitab jurus itu. Naga api dan Naga es duduk di depan Feng Yun dan melihat Feng Yun bagaimana ia akan membukanya.


"Hm … bagaimana aku bisa membukanya?" tanya Feng Yun kebingungan. Ia membolak balikkan buku jurus itu tapi tetap tidak bisa di buka.


"Bagaimana membuka buku jurus ini?" tanya Feng Yun kepada kedua Naga itu. Mereka menggeleng tidak tahu.


"Hanya Tuan yang tahu cara membukanya," ucap Naga es.


Berbagai cara Feng Yun membukanya, dari mencobanya membukanya dengan tangannya, mencongkelnya dengan batu, mencongkelnya dengan kayu. Membukanya dengan jurus yang ia miliki semuanya tidak bisa.

__ADS_1


Hingga sampai lah sore hari, karena lelah, ia pun duduk bersender di di goa sambil meletakkan tangannya di buku jurus itu


__ADS_2