Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 63 BERTAMU DI KERAJAAN FEI LONG


__ADS_3

Fang Ying Fei membeli sebuah gelang, gelang itu bisa membuat peredaran darah mengalir dengan teratur yang di buat dari batu pilihan yang di gali dari gunung yang di campur dengan batu dasar laut yang di ambil lalu di satukan dan jadilah sebuah gelang.


Setelah mereka selesai membeli barang-barang yang di butuhkan, mereka pun memilih untuk pulang.


"Tuan putri, berhubungan kita tidak searah, maka dari itu aku pergi dulu," ucap Feng Yun berpamitan.


"Tidak! Aku mengundang mu ke kerajaan kaisar Fei Long, aku mengundang mu sebagai tamu kerajaan, ikutlah dengan ku," ucap Fang Ying Fei dengan wajah datarnya.


'Mati aku, jika salah satu pengawal kerajaan Fei Long tahu aku yang mencuri buku jurus itu maka habislah aku,' batin Feng Yun.


"Apa yang kau tunggu lagi, baiklah kuda bersama ku."


"Maaf Tuan putri, aku tidak bisa menerima undangan Anda karena aku masih ada keperluan yang lain, ku harap Tuan putri bisa mengerti," ucap Feng Yun sopan dan santun.

__ADS_1


Lagi-lagi pengawal itu mengikat Feng Yun dengan kekuatannya dan mendudukkan Feng Yun di atas kuda.


Kuda itu pun berlari kencang, Feng Yun duduk berdua di atas kuda, sedangkan para pengawal terbang dengan kekuatan mereka. Feng Yun binggung di mana ia harus pegangan, di mana kuda berlari sangat kencang. Jika ia memeluk sang putri bisa jadi ia di bunuh oleh wanita dingin ini.


'Hey Naga api, bagaimana ini? Aku di bawa ke kerajaan, bagaimana jika salah satu di antaranya mereka ada yang mengingat wajah ku, habislah aku,' ucap Feng Yun melalui telepati.


'Tenang saja, mereka tidak melihat wajah Tuan dan juga baju Tuan juga sudah berganti, hanya salah Tuan jangan terlihat mencurigakan,' jawab Naga api.


'Baiklah jika begitu, semoga saja begitu,' batin Feng Yun.


"Tidak menyangka jika Tuan putri ternyata seorang summoner," ucap Feng Yun.


"Iya, tapi aku hanya summoner spirit beast tingkat bumi, meskipun begitu aku akan berusaha sebaik mungkin, karena tidak semua orang bisa menjadi summoner," jawabnya tersenyum. Feng Yun mengangguk-angguk.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di kerajaan Fei Long. Rasa hati yang dag dig dug ragu-ragu saat melihat kerjaan yang pernah ia datangi.


"Marilah masuk, ayah ku pasti akan senang melihat mu datang," ucap Fang Ying Fei.


"Hm … baiklah." angguk Feng Yun ragu-ragu. Ia pun mengikuti Fang Ying Fei masuk ke dalam istana. Para pelayan menyambut kedatangan tamu tuan putri.


"Siapkan makanan untuk tamu ku," perintah Fang Ying Fei.


"Baik Putri," jawab mereka mengangguk dan mereka pun sibuk ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Feng Yun.


"Duduklah," ucap Fang Ying Fei. Feng Yun pun duduk di kursi yang berlapis emas itu, kursi yang berharga seperti ini malah si jadikan tempat duduk.


"Untuk apa kau mengundang ku? Apa ada sesuatu?" tanya Feng Yun merasa aneh dengan undangan sang putri.

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya ingin berteman saja," jawabnya enteng.


"Tapi Tuan putri, Anda adalah putri kerjaan, mana boleh berteman dengan orang kalangan bawah seperti ku, lebih baik aku pulang saja sebelum ayah Anda tahu," ucap Feng Yun merasa gelisah.


__ADS_2