Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 26 MAKAN


__ADS_3

"Mata Dewa benar karena sudah memilihnya, orang seperti dialah yang memang diharapkan untuk memimpin dunia," sahut Naga es.


Beberapa jam kemudian, Feng Yun pun lemas dan ia terjatuh ke dalam air.


Naga es segera mengangkat tubuhnya ke atas darat dan membawanya masuk ke dalam goa.


Tak berapa lama Feng Yun bangun. Seluruh tubuhnya terasa lelah, tapi itu tidak ia rasakan.


"Aku harus pergi cari pekerjaan untuk mencari uang sekalian berlatih," ucap Feng Yun.


Ia pun berdiri dan berjalan keluar karena hari juga sudah pagi. Sebelum itu ia harus ke warung makan dulu untuk mengisi perutnya, lagian kemaren itu lumayan ia tidak mengeluarkan uang untuk makan, jadi uangnya tidak berkurang.


Feng Yun masuk ke warung makan.


"Nona, aku mau daging bakar," pesan Feng Yun.

__ADS_1


"Tunggu sebentar Tuan," ucap pelayan rumah makan itu.


Feng Yun duduk di kursi kosong sambil melihat sekitar. Tak lama kemudian, pelayan itu membawakan semangkuk daging bakar dan kuahnya.


Feng Yun menseruput kuah daging bakar itu, rasanya sangat nikmat.


Ada beberapa orang masuk ke dalam warung makan, mereka tidak melihat Feng Yun jika ada di sana, karena ia duduk di sudut.


"Apa kalian tahu? Aku kemaren melihat Feng Yun ikut mencari rumput mutiara. Pas saat pulang ternyata dia sudah punya kekuatan, aku sangat penasaran sekuat apa kekuatan yang ia miliki," ucap salah satu pria itu.


"Hm … benarkah? Kemaren aku tidak ikut mengambil pekerjaan itu karena … biasalah, namanya juga kebutuhan pria," ucap pria yang lain.


"Jadi bagaimana? Apa ingin mengetes kekuatannya tidak?" saran pria itu.


"Boleh juga, mari kita lihat dia mengambil pekerjaan yang mana," ucap temannya.

__ADS_1


"Aku yakin dia pasti akan mengambil pekerjaan yang mudah saja, diakan masih pemula, kita saja yang sudah lama masih juga mengambil pekerjaan yang mudah," ucap temannya yang lain.


'Sial! Mereka ini maunya apa sih? Kenapa hidup ku tidak bisa tenang walau sebentar pun,' batin Feng Yun mendengus kesal.


"Ampuni saya, ampuni saya!" terdengar suara seorang pria yang di pukul habis oleh seorang pria yang terlihat kuat, ia bersama kelima temannya yang lain, akan tetapi tidak ada yang mau jadi pahlawan untuk menolong pria itu.


Terlihat menyedihkan, di tubuhnya penuh luka lebam dan luka sayatan. Mereka yang ada di kantin, di jalan hanya melihat saja. Ternyata mereka tidak berani kepada pria itu karena pria tersebut sudah berada di kekuatan langit tingkat 2, ia bernama Song Chu. Sayangnya ia tidak bisa masuk sekte akibat umurnya yang sudah melewati batas, jadi berkuasa di sana.


"Siapa suruh kamu berurusan dengan ku, mati adalah hal terbaik untuk mu," ucap Song Chu.


'Hey kalian para Naga, bisakah kalian membantu pria itu, lihatlah sungguh kasihan melihat dirinya yang sudah lemah tapi tidak dapat ampunan.' Feng Yun berbicara lewat telepati.


'Tuan, ini adalah dunia kultivasi, di mana orang kuat berkuasa, yang lemah jika tidak bisa bertahan hidup lebih baik mati saja.'


Feng Yun terdiam, memang benar apa yang di katakan naga api itu. 'Tapi tetap saja, tolong beri dia kesempatan kedua setidaknya ia bisa melarikan diri saja dulu, nanti ia pasti akan bepikir akan menghindari mereka semua,' ucap Feng Yun.

__ADS_1


__ADS_2