
"Masuklah ke dalam dan ini obatnya," ucap Xier Ming memberikan sebutir obat pembersih tubuh. Feng Yun menerimanya dan ia langsung menelannya.
Tak lupa ia melepaskan pakaian bagian atas dan masuk ke dalam danau.
"Ibu, airnya sangat hangat," ucap Feng Yun merendam tubuhnya hingga batas leher.
"Istirahatlah di sini, Ibu akan pergi sebentar untuk melihat mereka mengerjakan tempat latihan, jika ada apa-apa panggil saja Ibu lewat ini," ucap Xier Ming memberikan sebuah bambu yaitu seruling yang khusus untuknya dan dari segi suaranya sangat berbeda dengan seruling yang ada di permukaan bumi.
Feng Yun menerimanya dan Xier Ming juga meninggalkan Phoenixnya di samping danau.
"Phoenix yang cantik, tolong jaga anak ku ya, jangan sampai istirahatnya terganggu," ucap Xier Ming mengelus bulu dagu Phoenixnya.
Phoenix bersuara bertanda ia mengerti.
Xier Ming pun pergi meninggalkan Feng Yun di danau. Feng Yun merebah tubuhnya di atas air dan memejamkan matanya. Benar saja, kotoran dari dalam tubuh Feng Yun keluar melalui pori-pori.
Phoenix itu bersuara membuat Feng Yun terbangun.
"Ini burung kenapa sih? Apa mau ku potong lalu ku panggang?" ucap Feng Yun merasa terganggu.
__ADS_1
Saat matanya air itu menjadi hitam, ia sangat terkejut melihat itu dan langsung melompat ke atas.
"Astaga! Kenapa airnya menjadi hitam?" tanya Feng Yun terbelalak.
Phoenix kembali meringkik. Feng Yun melihat ke arah Phoenix itu kebingungan karena ia tak mengerti bahasanya. Yang mengerti bahasa spirit Beast hanya summonernya dan sesama spirit Beast itu sendiri.
"Dia mengatakan jika kotoran di tubuh Tuan masih ada kotoran yang belum keluar, mungkin jika Tuan naik tingkat sekali lagi baru akan berkurang," ucap Naga Api.
"Kau mengerti ucapannya?" tanya Feng Yun.
"Tentu saja karena kami sesama spirit beast," jawab Naga api.
"Itu akan mempermudah untuk mengeluarkan kotoran dari tubuh Tuan," ucap Naga es.
Air hitam itu berubah menjadi bening kembali karena mata air itu keluar terus.
Feng Yun kembali masuk ke dalam danau tersebut dan kembali berendam.
Terdengar lagi suara Phoenix meringkik.
__ADS_1
"Tuan, ada yang datang," ucap Naga es.
Feng Yun kembali bangun dan ia keluar dari danau. Ada 5 orang berbaju hitam yang mengendap-endap. Karena mereka belum melihat Feng Yun, ia pun bersembunyi.
Phoenix itu terbang meninggalkan Feng Yun, tentu saja ia ingin melindungi Tuannya.
Terlihat mereka berbisik-bisik yang entah apa yang di bicarakan. Feng Yun memang mengakui jika mereka adalah pembunuh bayaran yang terlatih, bahkan saat berjalan pun suara kaki mereka tidak terdengar.
5 orang itu menyusuri tempat itu dan masuk satu persatu masuk ke dalam tempat ibunya itu.
Feng Yun juga berjalan mengikut mereka.
"Mereka berada di tingkat apa Naga es?" tanya Feng Yun.
"Ada yang sudah di kekutan langit tingkat 9, kekutan langit tingkat 8 dan 3 orang berada di kekuatan langit tingkat 7," jawab Naga es.
"Mereka sangat kuat, bagaimana aku bisa melawan mereka semua? Kira-kira ibu berada di tingkat apa ya?" tanya Feng Yun.
"Ibu Anda sudah berada di tahap ll kemurnian," jawab Naga api.
__ADS_1
"Wah, mungkinkah ibu bisa melawan semuanya kan?" tanya Feng Yun.