
"Jika begitu pergilah kau dari istanaku! Rakyat jelata seperti mu tidak pantas menjejaki istanaku dan kau juga tidak pantas untuk putri ku! Pergi dari tempat ini secepatnya! Jika aku melihat kau masih menemui putri ku maka aku akan memenggal kepala mu!" hardik kaisar Fei Long dengan wajah merah padam.
Feng Yun membalikkan badan dan ia pun pergi dari istana tersebut.
'Aku harus cepat-cepat pergi dari sini,' batin Feng Yun.
"Feng Yun!" panggil Fang Ying Fei yan tidak rela Feng Yun untuk pergi.
"Astaga! Untuk apa dia memanggilku lagi," gerutu Feng Yun pelan. Ia membalikkan tubuhnya melihat ke arah Fang Ying Fei.
"Maafkan …" ucapnya terdengar sendu. Feng Yun mengangguk, ia pun melangkahkan kaki cepat-cepat ingin pergi dari istana itu.
__ADS_1
"Tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Fang Ying Fei itu sehingga berani membawaku ke istananya, benar-benar membuat aku sesak nafas berada di sana," ucap Feng Yun.
"Tapi sepertinya putri Fang Ying Fei menyukai mu," ucap kelinci itu.
"Menyukai? Menyukai macam apa? Kami baru saja bertemu, mana ada perasaan seperti itu, aku juga harus sadar diri, dia itu siap dan aku siapa? Aku saat ini fokus untuk memperkuat kekuatan diri saja dulu, jika aku mencintai seseorang dalam keadaan lemah seperti ini, bagaimana aku bisa menjaganya," ujar Feng Yun.
"Apa kau tahu? Hati pria dan wanita itu berbeda, wanita bisa jatuh cinta kapan saja di saat ia sudah merasa nyaman, di saat aku dan dia membeli barang-barang tarik kalian terlihat akrab dan seperti sudah berkenalan lama, hanya saja bahasa mu yang terlalu kaku. Dari mana putri Fang Ying Fei terlihat sangat jelas dengan cara tatapannya kepada mu, ia merasa nyaman saat di dekat mu. Tapi sepertinya kau tidak peka," ucap kelinci memutar bola matanya.
Mendadak saja seorang pria mencegat Feng Yun di saat ingin berjalan pulang, Feng Yun terkejut karena kedatangan pria tersebut.
"Kau … siapa namamu?" tanya pria itu mendekati Feng Yun dengan tatapan yang tidak suka.
__ADS_1
"Apa urusan mu menanyakan nama ku? Kita tidak saling kenal," ucap Feng Yun ketus.
"Tentu saja kita punya urusan, aku melihat mu masuk ke istana dengan putri Fang Ying Fei, lalu sekarang keluar kembali sendiri? Kau siapanya putri Fang Ying Fei?" tanya pria itu sambil berputar mengelilingi Feng Yun.
"Aku bukan siapa-siapanya," jawab Feng Yun melirik kebelakang.
"Jika bukan siapa-siapanya lalu kenapa bisa menjejaki istana kerajaan dan di bawa langsung oleh putri Fang Ying Fei? Pasti antara kau dan dia sangat dekat?" tanya pria itu lagi berhenti di hadapan Feng Yun dan menatap tajam ke arahnya.
"Katakan saja apa mau mu dan apa tujuan mu memberhetikan ku di sini, aku rasa kita tidak punya urusan." Feng Yun balik menatapnya tajam.
"Aku adalah pria yang sangat mencintai putri, sampai detik ini pun putri tidak pernah melirik ku sedikit pun, aku tidak percaya jika putri bisa membawa orang ke istananya adalah kau. Karena kau sudah masuk ke istana itu maka kau adalah musuhku!" ucap pria itu geram.
__ADS_1