Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 72 KEKUATAN TAK TERUKUR


__ADS_3

Sekarang giliran Feng Shui, ia meletakan tangannya di batu tingkatan dan tingkatannya sudah masuk persyaratan, tapi saat meninju batu merah, kekuatannya hanya sampai warna merah saja, artinya ia tidak lolos.


Sekarang giliran Feng Ling yang maju, ia mengetes tingkatannya dan saat ini ia berada kekuatan langit tingkat 2.


Saat mengetes kekuatan, ia berada di warna putih yang berarti ia masuk menjadi murid khusus. Ia di beri token berwarna emas sebagai tanda murid khusus.


"Wah, kak Ling benar-benar hebat ya, menjadi murid khusus, aku rasa cuma kakak sendiri yang akan menjadi murid khusus," puji Feng Shui. Feng Ling hanya tersenyum.


Saatnya giliran Feng Lian, ia lulus tapi menjadi murid luar.


"Selamat kak Lian, sudah menjadi murid luar, sepertinya aku harus pergi ke sekte yang lain. Aku pergi dulu," ucap Feng Shui yang tak rela pergi tapi ia harus pergi karena ia tidak bisa bergabung lagi dengan mereka.


Beberapa orang yang di depan Feng Yun tidak ada yang lulus, saatnya gilirannya Feng Yun menuju ke depan.


"Cih! Dia ikut-ikutan! Lolos juga enggak!" ucap Feng Lian melipat tangannya memandang sinis ke arah Feng Yun.


Feng Yun berdiri di depan batu pengetesan tingkatan, dan saat ini ia berada di kekuatan langit tingkat 1.

__ADS_1


"Kekuatan langit tingkat 1? Bukankah terakhir bertemu dengannya masih kekuatan bumi tingkat dasar, kenapa secepat itu dia naik tingkat? Apa ia memakai ramuan khusus atau kekuatan khusus sehingga secepat itu ia bisa naik tingkat?" tanya Feng Ling merasa heran dengan pencapaian Feng Yun yang sangat pesat.


"Kak Ling, kenapa dia bisa mencapai kekuatan langit tingkat 1? Apa ini sungguh di luar batas," ucap Feng Lian ternganga tak percaya.


"Akan kita selidiki nanti apa yang membuat ia bisa berkultivasi secepat itu," ucap Feng Ling.


Feng Yun pun bergeser dan ia mengumpulkan semua kekuatannya di tinjunya dan meninju batu merah itu, mendadak warna itu naik secara cepat lalu warnanya menghilang. Semua orang terkaget-kaget dengan peristiwa ini.


"Kepala sekte, ini kenapa terjadi seperti ini? Apa sebelumnya sudah pernah terjadi?" tanya mentor yang bertugas menilai tinju batu merah tersebut.


Xier Yang Ling menekuk alisnya merasa heran. "Tidak pernah terjadi seperti ini," jawab Xier Yang Ling menggeleng.


'Mana mungkin adanya kerusakan, atau tinjunya yang terlalu besar sehingga batu ini tidak sanggup menahan tinju pemuda ini?' batin Xier Yang Ling melihat ke arah Feng Yun.


"Coba kau yang menunju batu merah itu," ucap Xier Yang Ling kepada mentor tersebut. Mentor itu meninju batu merah itu dan warnanya sampai warna putih dan tidak ada perubahan pada warna itu.


"Sekarang giliran mu," ucap Xier Yang Ling kepada Feng Yun. Feng Yun memusatkan kekuatan tinjunya dan kembali meninju batu merah itu membuat warna itu kembali naik cepat dan jadi hilang seperti yang tadi lagi.

__ADS_1


"Jadi bagaimana ketua sekte dengan pemuda ini?" tanya mentor tersebut.


"Jadikan dia murid khusus," ucap Xier Yang Ling kembali membetulkan posisi duduknya. Mentor itu menekuk alisnya karena pemuda yang ada di depannya belum tentu kejelasannya karena batu pengetesan mendadak rusak, ia di antara lulus dan tidak.


"Kenapa tidak letakkan saja dia menjadi murid luar saja ketua?" saran mentor tersebut.


"Kau ketuanya atau aku?" tanya Xier Yang Ling menatap tajam mentor tersebut.


"Maafkan aku ketua, aku akan menempatkan dia di murid khusus," ucap mentor itu menundukkan kepala dan memberi hormat.


"Kamu menjadi murid khusus," ucap mentor itu memberikan token emas kepada Feng Yun.


"Terima kasih mentor, terima kasih ketua sekte," ucap Feng Yun membungkukkan badannya lalu berjalan meninggalkan tempat pengetesan. Feng Yun mengaitkan token itu di pinggangnya dan berjalan dengan gagah sambil tersenyum.


"Apa! Tidak mungkin ia bisa masuk menjadi murid khusus karena mendadak batunya rusak, kenapa bukan di saat batu rusak itu bertepatan dengan ku, pasti aku yang sudah menjadi murid khusus," ucap Feng Lian.


"Huh! Aku berharap jika bertepatan dengan ku batunya rusak," ucap salah satu murid yang yang namanya di panggil. Tapi sayangnya saat mengetes kekuatan tinjunya malah hanya sampai batas merah dan ia marah-marah menganggap batunya rusak sehingga hanya sampai batas merah saja.

__ADS_1


"Bagaimana ini kepala sekte, mereka tidak terima," ucap mentor itu.


"Tidak usah pedulikan omongan mereka, fokus saja mencari muridnya," ucap Xier Yang Ling tidak terlalu mempedulikannya.


__ADS_2