
Kekuatan mereka kembali beradu, antara racun api dan es menjadi satu.
Di dalam kekuatan itu, racun tersebut di bakar oleh api lalu di bekukan oleh es lalu di lelehkan.
Tak lama kemudian, jurus mereka teredam. Jing Quan sangat terkejut karena senjata miliknya meleleh.
"Ini … ini kenapa dengan senjata ku!" Jing Quan berlari ke arah senjatanya yang meleleh itu dan memegangnya.
Hatinya sangat sakit melihat senjata kesayangan itu meleleh dan tidak bisa di gunakan lagi.
"Kau … kau sudah menghancurkan senjataku! Aku tidak terima ini!" teriak Jing Quan sangat marah.
"Kenapa memangnya? Kau ingin melukai ku dengan senjata jelek mu, itu kah yang kau sebut senjata? Itu hanyalah mainan anak-anak, lebih baik kau cari yang benar-benar senjata," ucap Feng Yun terkekeh.
Mereka yang ada di sana sangat terkejut, bagaimana mungkin Feng Yun bisa melelehkan senjata setengah Dewa itu. Itu adalah senjata yang termasuk sulit di dapatkan.
"Kalau begitu rasakan akibatnya!" teriak Jing Quan mengerahkan jurusnya ke Feng Yun lagi.
JURUS PENGHANCUR BUMI
Duuuaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr!
Feng Yun juga tak mau kalah.
__ADS_1
JURUS PEDANG NAGA API DAN ES PENGHANCUR SEMESTA
Duuuaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr!
Jurus mereka beradu, hampir saja Jing Quan tak sanggup menahan jurus Feng Yun. Mendadak saja ada kekuatan dari luar yang menyerang jurus mereka berdua.
JURUS KILAT SUCI
Duuuaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr!
Mereka berdua terpental-pental.
"Apa yang kalian perebutkan hingga saling menyerang sesama murid?" tanya Xier Yang Ling melihat ke arah kedua muridnya itu.
"Kalian tahu jika di sekte tidak boleh saling menyerang jika bukan saat pertandingan?" ucap Xier Yang Ling.
"Dia sudah menghancurkan senjata setengah dewa milikku Kepala sekte," ucap Jing Quan menatap penuh kebencian ke arah Feng Yun, sedangkan Feng Yun menatapnya datar.
"Dia melakukannya pasti karena sebab kan? Tidak mungkin melakukannya begitu saja," ucap Xier Yang Ling melihat ke arah Feng Yun yang tampak tenang.
"Dia yang …."
"Dia tidak suka melihat kepopuleran ku, jadi dia sengaja menyerang ku dan menghancurkan senjata setengah dewa ku," potong Jing Quan.
__ADS_1
Xier Yang Ling menatap Jing Quan.
"Oh begitu ya, baiklah, aku akan memutuskan hukuman untuknya untuk menenangkan hati mu. Kamu, ikut aku!" perintah Xier Yang Ling.
"Tapi bukan aku yang memulainya," ucap Feng Yun membela diri.
"Kamu jangan membantah, ikut saja!" ucap Xier Yang Ling menatap tajam Feng Yun. Feng Yun pun dengan terpaksa mengikuti Xier Yang Ling.
"Heh! Rasakan itu, semoga saja kepala sekte memberi hukuman yang berat kepada mu," umpat Jing Quan tersenyum sinis.
"Tapi senjata kesayangan ku sudah hancur, aku harus mencarinya yang lebih kuat lagi," ucap Jing Quan meninggalkan tempat tersebut.
Sesampainya di sebuah ruangan tertutup tempat di mana sering Xier Yang Ling bersantai. Ia berdiri membelakangi Feng Yun.
"Kepala sekte, bukan aku melakukannya, dia yang memulainya duluan, aku hanya membela diri saja dan …."
"Aku tahu itu." potong Xier Yang Ling.
Feng Yun mengangkat alisnya merasa bingung dengan ucapan kepala sekte.
"Lalu untuk apa kepala sekte memanggilku untuk menghukum ku?" tanya Feng Yun penasaran.
"Aku tidak mengatakan untuk menghukum mu, aku memanggil mu karena ada urusan kepada mu," ucap Xier Yang Ling membalikkan badannya melihat ke arah Feng Yun.
__ADS_1