
Mereka pun berpencar dan masuk ke dalam rumah ibu Feng Yun.
Mereka bukan saja pandai menyelinap, tubuh mereka juga lentur dan bisa menempel seperti cicak di dinding membuat orang-orang tidak menyadarinya.
Mereka berjalan dan merayap lewat dinding dan bisa berkamuflase di tepat sekitarnya.
Xier Ming melempar pisau kecil ke arah pembunuh bayaran itu yang padahal tidak ada yang bisa melihatnya. Mereka pun langsung lari dari atas atap dan melompat pergi dari istana Xier Ming.
Feng Yun berlari ke arah Xier Ming. "Ibu, tadi ada yang datang, di mana mereka?" tanya Feng Yun.
"Sepertinya sudah pergi," jawab Xier Ming melihat pisaunya tertancap di atas atap dan ia mengulurkan tangannya kembali dan pisau itu pun kembali padanya.
"Apa Ibu mengenali mereka?" tanya Feng Yun lagi.
Xier Ming menarik nafasnya. "Mereka memang sering datang ke sini, sudah berbagai bentuk mereka ngirimnya ke sini. Mereka adalah pembunuh bayaran yang di kirim oleh Heng Jin. Heng Jin itu adalah pria yang ingin menikahi Ibu, tapi Ibu menolaknya. Dan akhirnya jadinya seperti ini," jawab Xier Ming menyimpan kembali pisau terbang tersebut.
Feng Yun mengangguk-angguk. "Hm begitu, tapi kenapa Ibu tidak menerimanya?" tanya Feng Yun mengetes sang ibu.
__ADS_1
"Kamu bicara apa? Ayah mu akan selalu hidup di dalam hati Ibu sampai saat ini, entah mengapa Ibu menganggap Ayah mu masih hidup sampai saat ini, entah Ibu tidak terima atas kematian Ayah mu, entah memang dirinya masih hidup. Ibu merindukannya," ucap Xier Ming melihat ke luar dan menatap langit, seolah-olah di langit ada wajah ayah Feng Yun tersenyum melihat mereka.
Mereka pun menatap langit bersama dan merasakan jika ayahnya masih Ada.
"Ibu, aku kembali lagi ke danau, tubuhku rasanya belum cukup berendam," ucap Feng Yun.
"Baiklah pergilah, Ibu di sini masih ada yang harus di selesaikan," ucap Xier Ming.
Feng Yun mengangguk dan ia pun kembali ke danau dan kembali berendam.
"Tuan, dari arah barat sudah ada pasukan yang akan menyerang kerajaan Ibu Tuan," ujar Naga Api mengingatkan.
"Apa maksud mu?" tanya Feng Yun.
"Sepertinya ada yang ingin mengajak berperang melawan Kerajaan Ibu Anda, sebaiknya Anda bersiap-siap untuk menghabisi mereka, kami juga akan membantu," ucap Naga es.
"Sial! Kenapa mendadak ada pasukan menyerang tempat Ibu ku, apa tujuannya?" tanya Feng Yun segera naik ke daratan dan ia mengambil pakaiannya sambil berlari menuju istana sang Ibu.
__ADS_1
"Ibu! Ibu! Ibu! Ada yang ingin menyerang kerajaan Ibu!" teriak Feng Yun mencari-cari sang ibu.
Mendengar teriakan Feng Yun, Xier Ming mendekat.
"Apa yang terjadi Feng Yun?" tanya Xier Ming berlari mendekati anaknya.
"Ibu! Segeralah bersiap, karena ada pasukan yang akan menyerang kerajaan Ibu," ucap Feng Yun cepat.
"Benarkah?" tanya Xier Ming terbelalak.
Phoenix milik Xier Ming berbunyi, juga memberi tahu tentang masalah itu.
Karena Naga milik Feng Yun spirit beast legendaris, jadi insting mereka lebih kuat dari spirit beast lainnya, di tambah mereka adalah binatang yang di perintah oleh Dewa langsung.
Xier Ming berlari ke arah balkon kerajaannya.
"Wahai seluruh pasukan ku, mari kita berperang melawan musuh, sebentar lagi akan datang sebuah pasukan yang datang menyerang kerjaan kecil ini, jadi pertahankan kerajaan kita!" teriak Xier Ming dari atas balkon.
__ADS_1
Para orang-orang berkumpul, karena ini hanya kerajaan kecil yang bernaug dengan kerajaan, jadi penduduknya tidaklah banyak.
Mereka pun bersiap-siap mengambil peralatan mereka, bagi yang punya kekuatan, mereka ada di depan agar bisa melindungi yang lemah.