
Feng Yun pun menuju paviliunnya, ia mengemasi barang-barangnya. Feng Yun akan memilih untuk tinggal di hutan larangan saja, karena di sana banyak energi dan ia bisa menyerap energi dari alam untuk menaikkan tingkatannya.
Sudah bertahun-tahun ia tinggal di sini, rasanya tidak begitu tega untuk meninggalkannya, tapi mau bagaimana pun ia harus pergi, rasanya ia tak punya ruang tinggal di tanah kerajaan. Lebih baik mencari di tempat baru yang bisa menerima dirinya. Alam memberi banyak manfaat untuknya, jadi ia harus pergi ke sana.
Setelah membersihkan paviliun itu, dan melihat sekelilingnya, ia pun pergi keluar dari paviliun itu.
"Selamat tinggal paviliun, aku sudah tinggal di sini selama bertahun-tahun dan kau adalah tempat aku berlindung dari hujan dan panas, tapi … di sini tidak ada tempat untuk ku sekarang, suatu hari nanti aku pasti akan ke sini."
Setelah mengatakan itu, Feng Yun pun pergi meninggalkan paviliun itu. Feng Yun pun melangkahkan kakinya untuk menuju hutan larangan, kini di sanalah ia bisa tinggal dengan tenang dan berlatih tanpa gangguan. Bahkan hewan di hutan larangan yang sangat buas saja menghormatinya, mereka sesama manusia sama sekali tidak menghormatinya dan malah menganggapnya sampah.
Baru ia berjalan beberapa langkah, mendadak ia malah di hadang oleh Feng Xio, Feng Shui dan Feng Ling.
Feng Yun sangat terkejut karena berhadapan langsung dengan orang yang lebih kuat darinya.
"Mau apa kalian?" tanya Feng Yun siap siaga.
"Ternyata kau ingin pergi ya," ucap Feng Xio tersenyum sinis.
__ADS_1
"Aku pergi dari kerajaan ini, jadi tolong jangan ganggu aku," ucap Feng Yun pasang badan.
"Ya, tentu saja kami tahu, tapi seperti dulu, sebelum kau pergi kami akan melumpuhkan mu lagi," ucap Feng Xio menaikkan sudut bibirnya.
'Jika Feng Xio dan Feng Shui mungkin aku bisa kabur, tapi ada Feng Ling, dia sangat kuat, bagaimana aku harus kabur? Aku harus melawannya dengan sekuat tenaga agar bisa kabur,' batin Feng Yun menatap mereka semua.
"Ayo Feng Shui, kita habisi dia," ajak Feng Xio.
Feng Yun mundur beberapa langkah, ia bersiap-siap pasang kuda-kuda.
Feng Xio dan Feng Shui pun berlari ke arah Feng Yun dan mereka pun melancarkan serangannya.
JURUS BAMBU MELINTIR
Duaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
Duaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
__ADS_1
JURUS LEDAKAN API GELOMBANG ES
Duaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
Jurus mereka beradu dan meledak di udara membuat Feng Yun terpental, sedangkan Feng Xio dan Feng Shui mereka terjembab ke tanah.
"Oh, ternyata kau kuat juga ya bisa melawan kami berdua, kalau begitu sekali lagi. Kali ini habisi dia," ucap Feng Xio dan Feng Shui.
Saat mereka ingin melancarkan serangannya lagi, terdengar Auman naga es dan naga api yang sangat memekakkan telinga.
Mereka yang ada di sana menutup telinga, mendadak saja karena tidak kuat tubuh mereka bertahan, tubuh mereka pun melayang dan terpental-pental seperti di tiup angin topan yang kencang.
Feng Yun juga ikut terpental menjauh dari mereka.
"Tuan, cepat lari," ucap naga api. Dengan menutup kedua telinganya, Feng Yun pun berlari dengan kecepatan yang ia bisa dan akhirnya Auman itu berhenti dan dunia kembali damai.
Feng Yun pun lari menuju hutan larangan.
__ADS_1
"Sial! Suara apa itu?" umpat Feng Xio melihat ke atas langit, berharap ia bisa melihat di langit jika suara itu berasal dari sana.