Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 89 LATIHAN DI DALAM DANAU


__ADS_3

"Aku tidak akan memaafkan mu Feng Yuuuuuuuuuun!" teriak Feng Ling.


Feng Yun mendekati Feng Ling dan menyumbat mulutnya dengan bakpao dan seketika Feng Ling terdiam.


"Feng Ling, karena kamu sudah membuat kekacauan di sini jadi kamu tidak di terima lagi untuk masuk di sekte ku! Lebih baik kamu pergi sekarang?" ucap Xier Yang Ling marah.


Para penjaga yang di bawa oleh Feng datang membantunya dan membawa masuk ke dalam kereta kuda dan meninggalkan tempat tersebut.


"Mentang-mentang keluarga kerajaan dia ingin berbuat semaunya dia. Sekali pun keluarga kerajaan kuat pun aku tetap akan mempertahankan sekte ku ini," ucap Xier Yang Ling.


Xier Yang Ling melihat ke arah Feng Yun dan ia baru sadar jika Feng Yun dari keluarga kerajaan juga.


"Kepala sekte tidak perlu melihatku seperti itu, dari kecil aku tidak pernah di Angga sebagai keluarga kerajaan, jadi aku tidak merasa aku dari keturunan kerajaan," ucap Feng Yun.


"Kamu sangat berbeda dari yang lain, aku percaya kau memang bisa memimpin dunia," ucap Xier Yang Ling menepuk pundak Feng Yun.

__ADS_1


"Terima kasih kepala sekte," ucap Feng Yun menundukkan kepala memberi hormat.


"Ya sudah, pergilah berlatih karena sebentar lagi akan ada pertandingan antar murid dari sekte lain," ucap Xier Yang Ling.


"Baik kepala Sekte," ucap Feng Yun masuk ke dalam barisan.


Kali ini mereka latihan yaitu berdiri di berenang di dalam danau. Di dalam danau itu ada ikat berbentuk manusia, jadi para murid harus membunuh ikan tersebut, semakin banyak hewan yang mereka bunuh maka itu lebih baik. Jika mereka bisa membunuh banyak ikan itu maka yang tertinggi akan mendapatkan hadiah dari kepala sekte.


Masing-masing dari mereka di beri sebuah plakat, plakat itu akan adalah tempat perhitungan berapa jumlah ikan yang bisa mereka bunuh.


"Mari para murid, kalian semua silakan masuk ke dalam danau," ucap Dung Ming.


Semakin masuk ke dalamnya maka semakin banyak ikan yang mereka temukan, akan tetapi pergerakan semakin lambat. Harus pintar mencari cara untuk melawan hewan tersebut.


Mereka pun berenang ke dalam dan menemukan beberapa ikan yang harus mereka bunuh, tentu saja ikan lebih leluasa jika di dalam air, mereka berenang dengan gesit.

__ADS_1


"Tuan, kami merasakan api murni semakin besar, mungkin ia sudah ingin menginjak hampir dewasa," ucap naga api.


"Begitu ya, jadi kapan kita bisa ambil api murni itu?" tanya Feng Yun.


"Nanti malam," ucap naga api.


"Wah secepat itu? Padahal kemarin kita lihat dia masih kecil, aku sudah tidak sabar untuk berlatih membuat obat," ucap Feng Yun tersenyum.


Feng Yun berenang semakin dalam dan tubuhnya semakin berat, entah mungkin di dalam adanya kekuatan alam yang membuat mereka tidak bisa bergerak bebas.


Feng Yun mengeluarkan batu permata dan ia memecahkan di dalam air, dan kekuatan itu ia serap lalu ia mengeluarkan jurusnya di dalam air.


JURUS PENGHANCUR SEMESTA


Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!

__ADS_1


Bom! Bom! Bom!


Kekuatan itu membunuh hewan yang ada di dalam air tanpa perlawanan dan Feng Yun juga bisa bergerak bebas membunuh hewan ikan lainnya.


__ADS_2