Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 45 BERTEMU IBU


__ADS_3

"Berikan obat terbaik padanya," ucap wanita itu yang bernama Xier Ming.


Dahulu di katakan dalam sejarah bahwa jika Xier Ming mati karena kepalanya di penggal akibat perselingkuhan yang di fitnah oleh selir kerajaan, nyatanya jika Xier Ming tidak mati.


Tentu saja karena ia punya kekuatan tersembunyi mana mungkin ia mau mati begitu saja, jadi yang mereka penggal itu adalah kloningnya.


Sedangkan dirinya melarikan diri dan terpaksa meninggalkan anak semata wayang yaitu Feng Yun dan agar mereka menganggap jika memang dirinyalah yang di penggal. Dan saat itulah dirinya membangun kerajaan kecil dan menjadi summoner spirit beast suci.


Para pelayan dan tabib datang dan mengobati Feng Yun.


"Ratu, lukanya tidak parah, nanti dia akan bangun, jadi Ratu tidak perlu khawatir," ucap tabib.


"Baiklah." angguk Xier Ming.

__ADS_1


Tabib itu memberi hormat dan berpamitan untuk pulang. Xier Ming berjalan mendekati ranjang Feng Yun yang masih tak sadarkan diri. Xier Ming menatap wajah sang anak semata wayangnya yang selama ini sudah terpisah dengannya 10 tahun lalu.


"Maaf Ibu anakku, Ibu tau kamu dalam kesusahan, tapi Ibu tidak bisa membantu mu, jika tidak, Ibu pasti akan ketahuan oleh kerajaan Bahyong jika ibu masih hidup. Ibu hanya ingin menjadi kuat baru bisa keluar menyelamatkan kamu dan tidak menyangka jika akan datang hari ini. Selamat istirahat anakku, Ibu akan menunggu mu di luar sampai engkau bangun," ucap Xier Ming mencium kening Feng Yun dengan lembut dan ia pun keluar dari kamar dan menutup pintu.


Xier Ming duduk di kursi yang tidak jauh dari kamar sambil meminum teh dan melihat pemandangan di luar.


Xier Ming tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Feng Yun. Saat itu ia juga dalam kesulitan, tapi sebelum kloningnya mati, ia sudah menyampaikan pesan kepada kaisar agar tidak melakukan hal apa pun pada Feng Yun, selain dia masih kecil, ia juga tidak bersalah apa-apa.


Kaisar pun menyetujuinya sekali pun hati kaisar sangat sedih, tapi hukuman tetaplah hukuman sehingga Xier Ming harus menemui ajalnya. Dari jauh Xier hanya bisa melihat Feng Yun tumbuh besar, Xier Ming juga melihat jika Feng Yun selalu mendapatkan perlakuan kasar dari sepupunya, asalkan Feng Yun tidak mati itu sudah membuat Xier Ming tenang.


Feng Yun terlihat gelisah di tidurnya, suara itu terus memanggil-manggilnya.


Dan Akhirnya Feng Yun pun terbangun dan membuka matanya. Seketika ia merasa aneh, karena tempat itu sangat berbeda dari goa hutan larangan.

__ADS_1


"Di mana aku?" tanya Feng Yun yang berusaha mengingatnya. Yang ia ingat terakhir kali adalah ia bertarung dengan Feng Xio dan ia pingsan saat ia di banting oleh Feng Xio yang sudah menelan obat terlarang.


"Aduh, kepala ku sakit sekali," ucap Feng Yun memegang kepalanya yang terasa sakit saat ia berusaha mengingat kejadian tadi.


Feng Yun berdiri tertatih-tatih karena tubuhnya belum seimbang, matanya masih sayup dan ia berjalan menuju pintu.


Kriiieeek!


Suara pintu papan terbuka, Xier mendengar suara pintu ia pun berdiri dan melihat Feng Yun berjalan keluar dari kamar.


"Feng Yun, kemari lah, duduk di sini," ajak Xier Ming. Feng Yun menekuk alisnya dan merasa aneh dengan wanita cantik dengan wajah tertutup itu.


"Kemari lah duduk di dekat Ibu," ucap Xier Ming melambaikan tangan ke arahnya.

__ADS_1


"Ibu? Ah! Mungkin kah aku masih mimpi? Ibu kan sudah meninggal, mana bisa hidup kembali. Ah cepatlah sadar," ucap Feng Yun menampar pipinya.


__ADS_2