
"Baiklah kalau begitu, mari Ibu antar kamu ke ruangan yang biasa Ibu berlatih," ajak Xier Ming.
Mereka pun beranjak dari tempat semua berdiri dan menuju sebuah ruangan yang khusus Xier Ming latihan, tempat itu sengaja di bangun di dalam kerajaan kecil itu karena di bawah tanah ada energi kekuatan bumi yang bisa membantu berkultivasi.
"Sebenarnya siapakah pemuda bersama Ratu? Di di spesial kan oleh Ratu?" tanya salah satu pelayan sedang membawa makanan menuju tempat tidur Feng Yun tadi.
"Tidak tahu, pria itu juga entah Ratu pungut dari mana," ucap pelayan yang lain.
"Ayo masuk, Ibu akan menunggu mu di luar," ucap Xier Ming.
"Terima kasih Ibu," ucap Feng Yun. Ia pun melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Xier Ming menutup pintu ruangan itu.
Feng Yun masuk ke dalam dan duduk bersila, Ia mengeluarkan beberapa batu permata putih yang ia beli tadi dan meletakan di depannya.
Ia mengengam 3 buah batu permata itu lalu memecahkannya dan menyerap inti sari batu permata tersebut putih tersebut.
Energi itu masuk ke dalam tubuhnya dan Feng Yun pun bermeditasi.
Inti sarinya masuk dari pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh, terasa nyaman dan dan mendadak terasa panas, mungkinkah akibat dari menyerap batu permata di luar ambang batas karena Feng Yun langsung menyerapnya 3 sekaligus.
Tubuhnya terasa panas yang membara dan membuat suhu butuhnya meningkat dan mengeluarkan api dari tubuhnya.
Naga es keluar dari tubuh Feng Yun, bisa-bisa nanti ia malah mencair, karena panas yang di rasakan melebihi panas naga api.
__ADS_1
"Tubuh anak ini apa terbuat dari besi sehingga mengantar panas sangat cepat?" tanya Naga es.
Hingga sampai memuncak dan Feng Yun pun teriak sekencang-kencangnya. Atap ruangan itu terbang terbawa angin dan dindingnya sebagian runtuh karena kekuatan yang ia keluarkan naik tingkat.
Dan ia pun naik tingkat 2 tingkat sekaligus. Yaitu kekuatan bumi tingkat 9.
Di luar orang-orang terkejut karena kekuatan dahsyat itu.
"Kekuatan macam apa ini yang bisa meruntuhkan tembok ruang latihan Ratu?" tanya mereka kaget.
"Orang ini pasti bukan orang biasa, makanya Ratu memperbolehkan latihan di ruangannya," sahut yang lain.
"Tapi bagaimana? Ruang latihan Ratu sudah runtuh," ucap yang lain.
"Mencari orang-orang yang kuat sangat sulit, tapi masalah ruangan, Ratu bisa memperbaikinya kembali," jawab yang lain.
Xier Ming berlarian ke arah ruang latihan tersebut dan membuka pintu latihan dengan rasa khawatir.
"Feng Yun, kau tidak apa-apa kan?" tanya Xier Ming langsung memeluk Feng Yun.
"Aku baik-baik saja Ibu, lihatlah, aku bisa naik dua tingkat sekaligus," ucap Feng Yun dengan gembira.
"Benarkah? Ibu tidak tahu jika kau ternyata sangat berbakat anakku," ucap Xier Ming memegang pipi Feng Yun dan mencubitnya.
__ADS_1
"Tapi Ibu, bagaimana dengan ruangan latihan ini? Aku sudah merusaknya, apa bisa di perbaiki lagi?" tanya Feng Yun melihat ruangan itu di kiri dan kanannya jebol.
"Tidak apa-apa, itu tidak masalah, mau kau hancurkan tempat ini asalkan kau bisa naik tingkat dan menjadi kuat itu tidak masalah, teruslah menjadi kuat anakku, apa pun keinginan dan keputusan mu Ibu adalah orang pertama yang mendukung mu," ucap Xier Ming.
"Terima kasih Ibu, jika begitu aku ingin berlatih ilmu jurus, nanti aku akan membantu memperbaiki ruang latihan ini," ucap Feng Yun.
"Berlatihlah, Ibu akan menunggu mu di luar," ucap Xier Ming menepuk pundak Feng Yun dengan percaya dan ia pun kembali keluar.
Feng Yun membuka buku jurus dan ia mempelajari jurus yang ada di dalam buku.
JURUS ILUSI CAHAYA FANTASI
Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
JURUS PERMATA CAHAYA BIRU
Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
JURUS SERIBU JARUM RACUN
Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
Akibat kekuatan Feng Yun, tempat itu perlahan-lahan roboh dan Feng Yun pun berlari keluar. Ruang latihan yang terbuat dari bahan pilihan untuk meredam kekuatan kini sudah hancur sepenuhnya.
__ADS_1
"Apa aku tidak cocok untuk latihan di tempat tertutup?" tanya Feng Yun berpikir.
"Ya ampun, kekuatan yang di miliki benar-benar kuat dan dahsyat, siapa yang bisa memilikinya lagi, sedangkan Ratu masih bisa teredam kekuatannya di dalam ruang latihan," ucap mereka yang rasanya tidak ingin di percayai.