Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 67 DI TOLAK FANG YING FEI


__ADS_3

Fang Ying Fei menekuk alisnya, ia tidak menyangka pria yang di hadapan yang tak pernah ia sangka malah menyatakan cinta di saat seperti ini.


"Apa maksud dari perkataan mu? Aku … kau sebaiknya tidak mengatakan itu pada ku, karena itu percuma saja," ucap Fang Ying Fei datar tapi tajam.


"Tuan Putri, kenapa kau menolak ku? Ayahku sudah lama bekerja untuk kerajaan mu dan menjadi menteri di sana, aku juga orang kaya dan kekuatan ku juga sudah di akui jika aku adalah pemuda yang berbakat, lalu apa kurangnya lagi diri ku? Kenapa kau tidak menerima ku? Apa karena pria itu?" tanya pria itu menunjuk ke arah Feng Yun. Feng Yun mengangkat alisnya merasa binggung dengan pembicaraan mereka.


"Itu tidak ada hubungan dengannya, aku memang tidak menyukai mu dari dulu sampai sekarang, aku juga tidak menyukai siapa pun kecuali orang yang aku pilih sendiri dengan hati nurani ku. Jadi jangan berharap apa pun dari ku," ucap Fang Ying Fei.


Pria itu ternganga tak percaya dengan ucapan Fang Ying Fei. Rasanya sangat sakit di tolak mentah-mentah oleh orang yang ia cintai, tapi itulah kenyataannya. Ia terpaku menatap Fang Ying Fei dan Fang Ying Fei menatap pria itu sekilas lalu menghampiri Feng Yun.

__ADS_1


"Maaf Feng Yun, karena aku kau malah mendapatkan masalah, aku akan menganti kerugian yang kau alami, aku akan melakukan apa yanga kau inginkan," ucap Fang Ying Fei tulus.


"Tidak Tuan Putri, kau tidak perlu melakukan apa pun pada ku, terima kasih sudah mengundangku ke istana Tuan Putri. Jika tidak ada hal lain lagi, aku pergi dulu," ucap Feng Yun memberi hormat lalu membalikkan badannya meninggalkan sang putri.


Fang Ying Fei menatap kepergian Feng Yun meskipun ia tak rela. Feng Yun berjalan cepat dan sampai ia di jalan yang sepi dan ia berhenti.


"Naga api dan es, tidak mungkinkan kalian membiarkan aku berjalan hingga satu hari satu malam kan? Maka dari itu antar aku untuk pulang," ucap Feng Yun.


'Naiklah, kami akan mengantar mu,' ucap Naga api melalui telepati.

__ADS_1


Feng Yun naik ke atas pedang, awal mulanya ia merasa kaku dan hampir jatuh.


'Seimbangkan tubuh Tuan.'


Feng Yun berdiri tegap, antara kaki dan pedangnya terasa lengket dan membuat ia merasa seimbang. Perlahan-lahan pedangnya pun naik lalu terbang di udara.


"Wo ho ho, wah … ini sangat mengasyikkan, hey! Kenapa tidak dari dulu seperti ini, aku tidak perlu repot-repot pergi ke sana ke mari lagi dengan jalan kaki," ucap Feng Yun tertawa senang. Ia di terpa angin sehingga suaranya menjadi kedap.


"Jika Tuan sudah sudah naik tingkat yang lebih tinggi maka Tuan juga bisa terbang," jawab Naga api.

__ADS_1


"Tapi seperti ini sangat luar biasa, ini benar-benar terlihat sangat menarik di bandingkan terbang seperti mereka," jawab Feng Yun sambil melihat kiri dan kanan.


Pedang terus meluncur di udara sehingga Feng Yun bisa melihat orang-orang yang sedang beraktivitas di bawah sana, termasuk bisa melihat bandit yang sedang berjaga-jaga dan bersembunyi di balik pohon untuk menangkap mangsanya.


__ADS_2