Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 62 MEMBELI BATU HITAM


__ADS_3

Feng Yun mengeluarkan 7 keping perunggu dari cincin penyimpanannya dan kepingan perunggu itu sudah ada di atas meja.


"Terima kasih banyak Tuan, Anda sangat bermurah hati," ucap penjual itu.


"Sama-sama, aku juga merasa batu ini cocok dengan ku, barulah aku tertarik," jawab Feng Yun mengut-mangut sambil menyimpan batu permata tersebut.


'He-he-he, bilang saja batu itu karena unik baru kau beli bukan karena cocok, setidaknya aku untung,' batin penjual itu tersenyum senang karena hanya batu yang ia pungut bisa terjual.


'Jika kau tahu batu ini punya inti sari dan menjual dengan harga yang sangat murah kau pasti akan menangis darah,' batin Feng Yun menyengir.


Sedangkan Fang Ying Fei menekuk alisnya merasa heran kenapa Feng Yun mau membeli batu jelek itu, apa karena ia kasihan dengan penjual tersebut?


"Tuan putri berhenti di sini pasti ingin ada yang ingin di beli? Silakan Tuan putri memilih," ucap penjual itu tersenyum ramah.

__ADS_1


"Tidak jadi, lupakan itu, aku ingin mencari benda yang lain," jawab Fang Ying Fei berbalik badan dan menjauh dari tempat tersebut.


Mereka pun pergi dari tempat penjual itu dan dengan terpaksa Feng Yun harus mengikutinya.


'Kenapa kau mengikutinya?' tanya kelinci kecil itu melalui suara telepati.


'Tidak apa-apa, dengannya aku bisa mencari barang bagus,' jawab Feng Yun tersenyum.


"Hm … aku tertarik saja dengan batu unik ini, jadi aku membelinya, aku akan menelitinya di rumah nanti, siapa tahu batu ini beneran sakti. Lagian harganya juga tidak mahal, jika tidak ada apa-apa anggap saja aku membantunya," jawab Feng Yun ngasal.


"Sudah ku duga itu, terserah kau saja. Aku hanya ingin mengatakan jika kebanyakan dari penjual itu pembohong, kau harus pintar-pintar untuk membeli," ucap Fang Ying Fei memberikan nasehat. Dan ia pun kembali melangkahkan kaki kembali menuju ke suatu tempat.


'Hm … siapa juga yang ingin membeli barang yang tidak berguna, sekali pun uang ku banyak, tapi aku akan membeli barang yang berharga saja,' batin Feng Yun.

__ADS_1


Di saat si perjalanan mencari sesuatu, Feng Yun berpapasan dengan Xier Chun. Mereka saling bertatapan mata, akan tetapi Feng Yun mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak sanggup melihat wanita yang dulu menghinanya sedemikian rupa.


Mereka pun berhenti di sebuah penjualan, di sana Fang Ying Fei berhenti dan tertarik dengan sebuah benda. Tanpa sadar Xier Chun mendekati Feng Yun.


"Kenapa kau bisa berjalan dengan putri kerajaan Fei Long?" tanya Xier Chun penasaran dengan suara pelan.


"Dari pada mengurus urusan ku, lebih baik kau latihan yang keras agar mendapatkan pria idaman mu," jawab Feng Yun datar.


"Huh! Dasar sombong, tidak akan ada wanita yang menyukai mu jika watak mu seperti ini," ucap Xier Chun kesal.


"Nona, itu hak dia ingin menjawab atau tidak," ucap Fang Ying Fei tiba-tiba membuat Xier Chun terdiam. Ia pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah kesal.


'Heh! Dia mengatakan hak ku, tapi dia sendiri yang mengikat hak ku, dasar wanita yang sulit di mengerti jalan pikirannya,' batin Feng Yun sambil manyunkan mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2