Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 75 MENEMUKAN API MURNI


__ADS_3

Malam pun tiba, pelayan membawakan makanan lagi untuk mereka.


"Silakan Tuan," ucap pelayan itu tersenyum.


"Terima kasih." angguk Feng Yun.


Feng Yun pun melahap makanannya. " Benar saja orang ingin masuk ke sekte bulan sabit ini, karena selain tempatnya sangat mewah, hidangan mereka juga sangat enak. Sangat beruntung bisa masuk ke sini," ucap Feng Yun.


Setelah makan terdengar suara dengungan dari sebuah istana, yang ternyata itu adalah tempat tinggal kepala sekte.


Feng Yun melihat mereka semua keluar dari tempat tinggal dan menuju ke arah sebuah lapangan besar. Ternyata suara itu adalah suara untuk memanggil para murid.


Mereka pun berkumpul di sana, tentu saja murid luar, murid dalam dan murid khusus di pisahkan.


"Selamat untuk kalian semua yang sudah terpilih menjadi murid dari sekte bulan sabit ini, semua orang ingin masuk menjadi murid sekte bulan sabit, tapi kalianlah yang beruntung. Tapi masuk ke sini bukan cuma-cuma, kalian harus melalui latihan keras untuk membentuk menjadi murid yang berbakat. Aku harap kalian semua bisa menahan semua latihan-latihan berat itu. Selain itu, setiap sekte setiap bulan akan bertanding untuk memperebutkan murid berbakat dan akan mendapatkan hadiah yang sangat besar. Bukan hanya itu saja ia juga akan bisa masuk ke dalam pencarian harta karun, jadi berusahalah semampu kalian," ucap Xier Yang Ling.


Mereka bersorak ceria, berharap bisa masuk ke dalam untuk mencari harta Karun.

__ADS_1


Semuanya malam ini berpesta ria, mereka makan sepuasnya dan sekenyangnya hingga mereka ada yang ketiduran, sebagian lagi sedang bermain. Mereka sibuk dengan apa yang mereka lakukan.


'Ayo, ini saatnya kita beraksi,' ucap Feng Yun setelah memastikan jika tidak akan ada yang melihatnya, karena penjaga juga sudah ada yang mabuk dan tidak sadarkan diri.


"Hey! Mau kemana kamu?" tanya salah seorang yang tadi Feng Yun duduk di sebelahnya.


"Aku mau ke kamar mandi, perut ku sangat sakit," jawab Feng Yun memegang perutnya dan berpura-pura sakit.


"Oo." angguk pria itu. Feng Yun pun berlari dan mereka pun mulai mengendap-endap.


"Apa sampai di sini kau merasakannya?" tanya Feng Yun.


Feng Yun terus berjalan dan akhirnya mereka melewati sebuah danau besar.


"Berhenti!"


Mendadak Feng Yun langsung berhenti.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Feng Yun.


"Aku merasakan hawanya di sini, mungkinkah ada di dalam danau itu?" tebak Naga es.


"Aku rasa begitu," jawab Naga api.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo masuk ke dalam," ucap Feng Yun yang langsung menyemburkan dirinya ke dalam danau tersebut.


Kedua naga itu keluar dari tubuh Feng Yun dan mereka berenang ke dalam dasar danau tersebut.


'Ini danau di gunakan untuk apa oleh kepala sekte?' tanya Feng Yun.


Mereka beneran ke dasar danau dan Naga api merasakan panas yang tak biasa.


'Tuan, di sini memang tempatnya, tapi saat ini belum bisa di ambil, akan tetapi Tuan harus pantai terus tempat ini agar saat dewasa bisa langsung di ambil,' ucap Naga api lewat telepati.


'Baiklah, yang pastinya kita sudah tahu jika ini adalah tempatnya, aku pasti akan terus memantaunya,' jawab Feng Yun.

__ADS_1


Kedua naga itu masuk ke dalam tubuh Feng Yun kembali dan Feng Yun pun berenang ke permukaan.


Tapi tak di sangka...


__ADS_2