
"Aku baru pertama kali mendengarkannya, ini benar-benar sangat kuat, mungkinkah ini adalah suara hewat di atas tahap penciptaan?" tanya Feng Ling mengipas-kipaskan bajunya yang kotor terkena tanah.
"Cih! Jika buka karena suara itu tadi, aku pasti sudah menghabiskan Feng Yun!" denggus Feng Xio kesal.
"Lain kali kita pasti bis menghabisi nyawanya," sahut Feng Shui.
"Orang-orang pasti sudah mendengarnya, aku harus tanyakan ini pada kakek," ucap Feng Ling berjalan balik badan dan meninggalkan kedua sepupunya.
"Kak Ling tunggu!" panggil Feng Shui. Ia pun mengejar Feng Ling.
Feng Yun lari dan terus berlari baru saja hampir sampai di depannya di hutan larangan. Xier Chun memberhentikan langkah kaki Feng Yun.
__ADS_1
"Ada apa lagi? Aku sudah memutuskan pertunangan kita, jadinkita tidak punya urusan lain lagi, jangan halangi aku karena kita tidak saling mengenal," ucap Ferzo menatap Xier Chun tajam.
"Aku punya persyaratan," ucap Xier Chun mengajukan tawaran.
"Jangan bertele-tele, cepat katakan saja," ucap Feng Yun sewot.
"Jika kau bisa mengalahkan ku, aku akan bisa menerima mu sebagai status pertunangan apa bila kamu bisa mengalahkan ku, akan tetapi kau tidak boleh melarangku jika aku berteman dengan siapa pun," tawar Xier Chun.
"Feng Yun, kamu jangan serakah! Aku sudah baik menerima mu karena Kaisar! Kau jangan tidak tahu diri!" teriak Xier Chun.
Mendadak Feng Yun memberhentikan langkahnya. Baru beberapa jam yang lalu Xier Chun memaki dirinya tidak sudi menerimanya karena Feng hanyalah seonggok sampah, malah sekarang ia mengatakan dirinya tidak tahu diri seolah-olah Feng Yun lah yang berharap pertunangan ini. Hati wanita sungguh sulit di mengerti.
__ADS_1
Feng Yun balik badan dan menatap lekat Xier Chun.
"Kau … masih waraskah? Bukannya tadi kau meminta pertunangan ini di batalkan? Aku sudah menghadap Kaisar untuk membatalkan pertunangan ini dan memilih untuk pergi dari kerjaan, lalu kenapa sekarang kau memberiku syarat? Apa yang kau inginkan?" tanya Feng Yun sedikit gusar.
"Aku … aku hanya menuruti apa yang yang di minta oleh ayah ku dan menuruti perintah Kaisar, itu saja," ucap Xier Chun memandang ke bawah, ia tak berani menatap Feng Yun balik.
"Seharusnya kau tadi senang saat aku mengatakan pembatalan pertunangan ini, kenapa kau menahanku lalu memaki ku? Apa jika tidak memaki ku hidup kalian dalam kesialan? Sudah jangan ganggu aku lagi! Kau bisa bebas ingin pergi kemana pun, aku harap jika kita bertemu lagi jangan melihat ku, tidak! Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi, selamat tinggal." Feng Yun kembali berbalik badan dan melangkah kaki lebar pergi dari hadapan Xier Chun.
Xier Chun menatap punggung Feng Yun sambil melipat tangannya.
"Cih! Siapa juga yang mau denganmu, syukurlah jika kita tidak kenal, aku juga tidak ingin bertemu denganmu lagi," ucap Xier Chun juga meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Feng Yun pun masuk ke dalam hutan larangan, dari kejauhan terlihat 2 orang yang sedang bertarung melawan hewan buas, Feng Yun segera bersembunyi di balik bebatuan besar dan mengintip mereka dengan pertarungan sengit.