
"Kalau begitu aku beli yang batu permata lanjutan, berapa satunya?" tanya Feng Yun.
"Satu batu permata 30 koin emas," jawab pemilik toko. Feng Yun tertegun mendengarnya, karena harganya yang lumayan bagi Feng Yun. Sekali pun ia sekarang punya harta Karun yang tak terduga tapi ia memerlukan uang itu untuk membeli makanan dan keperluan lainnya.
Feng Yun mengeluarkan uang 90 koin emas dari cincin penyimpanannya.
Pemilik toko memberikan 3 buah batu permata berwarna putih kepada Feng Yun.
"Terima kasih," ucap Feng Yun setelah menerimanya.
"Ya, semoga kamu bisa berkembang dengan pesat," ucap pemilik toko.
Feng Yun pun pergi dari antrian dengan membawa batu permata.
__ADS_1
"Hey Feng Yun! Apa kau tidak mengambil pekerjaan misi lagi?" tanya salah seorang pria yang waktu itu mereka ingin mencari kala jengking es.
"Sepertinya tidak lagi," jawab Feng Yun menggeleng.
"Kamu bertanya-tanya hari itu, bukankah kau di sebut adalah manusia sampah yang tidak bisa berkultivasi, lalu dari mana kekuatan yang kau dapatkan?" tanya pria itu penasaran.
Feng Yun tertegun mendengar kata 'manusia sampah' yang sering di katakan orang-orang, sepertinya nama itu lebih terkenal dari nama aslinya.
"Apa aku berbeda dari kalian? Aku juga berlatih keras, hanya saja saat ini baru aku bisa berkultivasi, dulunya memang tidak bisa. Setelah aku berlatih keras barulah aku akhirnya bisa berkembang, dulunya mungkin aku yang tidak serius dalam berlatih," jawab Feng Yun ngasal.
"Hm … aku tadi sedang mencari batu permata, tapi sekarang sedang ingin melihat-lihat yang lain saja, mana tau ada yang bermanfaat untuk diri ku," jawab Feng Yun.
"Kalau begitu ayo ikut dengan ku, aku akan membawamu ke tempat penjual pasar di ujung sana," ajak pria itu. Padahal Feng Yun sama sekali tidak mengenalinya, tapi saat ini ia merasa punya teman yang sebelumnya ia tidak merasakannya.
__ADS_1
Mereka pun berjalan di menyusuri jalan dan Feng Yun membeli beberapa yang di butuhkan, yaitu gelang mutiara padi yang katanya bisa melancarkan peredaran darah dan memberi ketenangan.
Feng Yun juga membeli sebutir obat untuk membersihkan tubuh dari kotoran agar bisa melancarkan kultivasinya.
Setelah puas berkeliling, ia pun pamit untuk pualng. Feng Yun juga membeli makanan manisan dan melahapnya sambil berjalan pulang.
Ada orang yang sejak tadi mengintainya dan lalu mencegatnya di tengah perjalanan yang sepi. Pria itu ada dua orang yang memakai pakaian serba hitam.
"Berikan batu permata itu pada kami," ucap salah satu pria itu.
"Dari mana kalian tahu jika aku punya batu permata?" tanya Feng Yun menekuk alisnya.
"Bukan urusan mu! Kau berikan atau kami akan membunuh mu dan membuat mu cacat!" ancam pria itu lagi.
__ADS_1
"Heh! Jika ingin ambil kemarilah," ucap Feng Yun mengulurkan tangannya.
"Sepertinya kau tidak ingin memberikannya dengan cara baik-baik, kalau begitu rasakan ini," ucap pria itu menyerang ke arah Feng Yun.