Pendekar Pedang Naga Api Dan Es

Pendekar Pedang Naga Api Dan Es
BAB 69 PENCARIAN MURID DI MULAI.


__ADS_3

Setelah Feng Yun masuk, sangat ramai yang masuk, mereka berbondong-bondong untuk mencari kursi, takutnya nggak kebagian. Karena di mana hari ini sekte yang lain akan datang. Di dalam warung makan itu mendadak berisik dengan percakapan mereka.


"Wah, kemaren 3 sekte sudah datang, masih ada sekte yang lain yang belum datang, kemungkinan besar sisa sekte yang belum datang akan datang hari ini, tidak sabar ingin masuk sekte yang mana satu," ucap salah satu pria yang duduk di belakang.


"Aku jika bisa sangat ingin masuk ke sekte bulan sabit, hanya saja saat ini aku masih kurang satu tingkat untuk masuk ke sekte bulan sabit, seandainya satu bulan lagi mungkin bisa jadi aku naik tingkat," ucap temannya.


"Jangan banyak gaya, naik tingkat itu sulit, naik sampai ketingkat ini saja harus menghabiskan beberapa batu permata yang lumayan banyak. Kalau aku masuk sekte yang mana pun itu sudah lumayan karena tidak semua orang bisa masuk sekte, ada yang bahkan seumur hidupnya menjadi orang biasa karena ia tidak bisa masuk sekte dan tingkatannya hanya sebatas itu dan tidak bisa naik lagi," jawab yang lain.


"Pokoknya aku bagaimana pun harus bisa masuk ke dalam sekte," sahut yang lain.


"Sialan Tuan," ucap pelayan itu mengantarkan makanan pesanan Feng Yun.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Feng Yun, ia menyantap makanan itu dengan lahap.


"Hm katanya pangeran kerajaan juga akan masuk ke dalam sekte, mereka kemungkinan masuk ke dalam sekte bulan sabit, sungguh beruntung menjadi keluarga kerajaan."


"Tapi katanya sekte bulan sabit meskipun mereka keluarga kerajaan, mereka tetap akan di pilih, yang tidak masuk persyaratan tetap saja tidak akan bisa masuk ke dalam sekte bulan sabit. Mereka hanya akan menerima orang-orang yang berbakat saja, jadi menurut ku Feng Ling yang akan masuk ke sekte bulan sabit, dia adalah keluarga kerajaan yang berbakat."


"Tapi bagaimana dengan si sampah itu? Si Feng Yun," ucap mereka sambil tertawa.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


"Hey Tuan, ada apa dengan mu? Saat kami mengatakan nama orang yang tak berguna itu kau malah tersedak, apa kau ingin air?" tanya mereka yang menyadari suara batuk Feng Yun.

__ADS_1


Feng Yun mengangkat tangannya menandakan jika dia tidak apa-apa.


'Sial! Nama ku selalu saja di sebut-sebut, lihat saja nanti, aku akan menunjukkan kemampuan ku,' batin Feng Yun meneguk segelas air putih.


"Mana berani dia datang ke sini," sahut yang lain tertawa.


"Tapi dari isu-isu yang ada, ternyata dia sudah bisa berkultivasi, hanya saja saat ini tidak tahu dia sudah berada di tingkat apa."


"Sekali pun dia bisa berkultivasi, tapi tetap saja dia tidak akan bisa masuk sekte, kita yang dari kecil berkultivasi saja bari sampai kekuatan bumi, jika dia yang sudah besar begini baru bisa berkultivasi pasti hanya baru kekuatan bumi tingkat dasar, tidak akan bisa dia masuk sekte, percayalah," jawab yang lain.


Yang di tunggu-tunggu sudah datang, para sekte datang di tempat lapangan besar. Orang-orang berlarian menuju lapangan itu dan saling berdesakan. Para mentor menyediakan batu mengetes kekuatan dan batu pendeteksi tingkat kultivasi.

__ADS_1


Ada 4 sekte yang datang kelapangan itu.


__ADS_2