
"Hey! Apa yang sedang kau lakukan? Ini memang Ibu, mendekat lah," ucap Xier Ming.
Feng Yun masih ingat kisah 10 tahun silam di saat ibunya di penggal di depan matanya. Darah yang bersimbah hingga tergenang kakinya, hatinya benar-benar hancur saat itu, di tambah sebelumnya ia mendengar jika sang ayah juga meninggal di perperangan.
Dirinya juga tidak berguna, tapi masa itu meskipun ia baru berusia 5 tahun, tapi ia sudah berpikir layaknya seorang anak berumur 9 tahun, ia sudah mengerti tentang kehidupan dan hidup sendirian tanpa kehangatan kedua orang tua.
Saat ini tiba-tiba ada wanita yang mengaku sebagai ibunya, ini sangat mendadak dan membingungkan, mana mungkin orang bisa hidup kembali kecuali kehendak Dewa.
Karena Feng Yun tidak juga bergerak, Xier Ming datang mendekati anaknya dan berdiri di depan Feng Yun. Ia memegang kedua pipi anaknya.
"Apa kau tidak mengenali ibumu sendiri Feng Yun?" tanya Xier Ming menatap kedua bola mata sang anak.
__ADS_1
Feng Yun terdiam dan menatap wajah wanita di hadapannya. Karena Feng Yun tidak menjawabnya. Xier Ming membuka penutup wajahnya agar Feng Yun segera mengenalinya.
"Wajah Ibu tidak berubah kan?" tanya Xier Ming tersenyum.
"Ibu," ucap Feng Yun mengenali wajah yang selama ini ia rindukan. Ia langsung memeluk Xier Ming dan menangis seperti anak kecil.
"Ibu … aku merindukan mu Ibu, syukurlah jika Ibu tidak mati," ucap Feng Yun.
"Maafkan Ibu jika selama ini Ibu tidak pernah menolong mu di saat kau dalam kesulitan, maafkan Ibu anakku," ucap Xier Ming memeluk Feng Yun.
"Ayah mu Ibu tidak tahu, entah dia beneran hidup apa sudah mati, setelah perperangan itu, Ibu juga sudah tak mendengar kabarnya, yang hanya kabar jika ia sudah mati, tapi Ibu tidak melihat mayatnya di mana, mencari pun juga tidak bisa, tapi Ayah mu akan selalu hidup di hati kita," ucap Xier Ming memegang dada Feng Yun.
__ADS_1
"Ibu, apa Ibu tidak ingin menunjukkan diri ke Nagara Bahyong?" tanya Feng Yun.
"Saat ini Ibu belum ingin menunjukkan identitas Ibu yang sebenarnya, jadi Ibu terus memakainya penutup wajah saja agar tidak di kenali. Tapi Ibu akan tetap pergi ke Negera Bahyong dengan identitas berbeda untuk melihat perkembangan kerajaan saat ini. Feng Yun, apa rencana mu kedepannya?" tanya Xier Ming.
"Aku ingin masuk sekte bulan sabit, aku ingin berlatih di sana," ucap Feng Yun.
"Bagus, saat ini sekte bulan sabit yang terkuat dalam 4 tahun ini, ibu punya kenalan di sana, mau kah Ibu memasukkan lewat jalur belakang?" tanya Xier Ming menutup wajahnya kembali.
"Tidak Ibu, aku akan masuk dengan kekuatan ku sendiri, aku ingin menunjukkan pada mereka yang menghinaku dulu bahwa aku lebih kuat dari mereka, aku ingin menjadi kuat agar bisa melindungi Ibu dan mencari Ayah, aku percaya, Ayah masih hidup," ucap Feng Yun.
"Ibu akan selalu mendukung mu, jika kau rindu Mak pulanglah ke rumah ini ya. Tapi untuk sementara kamu masuk ke sekte bulan sabit berlatih lah terlebih dahulu di tempat ini, Ibu punya satu ruangan tempat latihan dan ibu juga punya beberapa batu permata untuk kamu berlatih," ucap Xier Ming mengeluarkan beberapa batu permata dari cincin penyimpanannya.
__ADS_1
Batu yang di keluarkan oleh Xier Ming adalah batu permata kuning.
"Tidak Ibu, aku mempunyai batu permata sendiri dan aku akan berlatih sekarang," ucap Feng Yun saat melihat batu permata dari ibunya, sedangkan ia bisa menyerap batu permata kekuatan lanjutan.