
Mereka pun berjalan di tempat penjualan dan Feng Yun membeli baju baru.
"Tuan, berapakah baju ini?" tanya Feng Yun yang sangat tertarik dengan sepasang baju berwarna merah keemas-emasan. Bukan hanya itu saja, baju itu di lengkapi dengan alat tempur perisai tubuh. Biasanya yang membeli baju tersebut hanya orang kaya.
"Karena baju ini spesial maka harganya lumayan mahal Tuan, kalau yang Tuan pilih ini seharga 1000 koin emas," ucap penjual tersebut.
Feng Yun tidak berpikir banyak, karena menurutnya harga itu sepantasnya dengan baju yang luar biasa tersebut.
Feng Yun mengeluarkan seribu koin emas yang ia dapatkan dari para pria tadi.
"Terima kasih Tuan, mau di pakai di sini atau saya bungkus?" tanya penjual tersebut.
"Hm … aku pakai di sini saja," ucap Feng Yun mengambil baju itu dan membawanya masuk ke dalam di ruang ganti.
__ADS_1
"Itu … kau kenapa ikut? Aku sedang ingin … berganti pakaian," ucap Feng Yun menatap lain sambil menggaruk-garuk hidungnya karena segan untuk mengatakan pada Moyu. Mendadak Moyu langsung lari keluar, pipinya memerah karena malu.
"Wah ... ini sangat bagus, bukan hanya pas di tubuh ku, setelah memakainya rasanya sangat berbeda, pantas saja harganya selangit," ucap Feng Yun tersenyum senang.
Ia pun keluar dengan gagah, baju yang ia kenakan membuat tampilannya berbeda. Moyu sangat terpukau melihat ke gagahan Feng Yun.
Mendadak saja para orang-orang menepi karena ada Putri dari kerjaan Fei Long yaitu Fang Ying Fei, ia bisa masuk ke kerajaan Bahyong karena antara kerajaan Fei Long dan Bahyong ada kerja sama dalam perdagangan, dan juga dari kerjaan Bahyong sendiri ingin mempersunting sang putri sebagai istri dari salah satu pangeran Bahyong.
Akan tetapi kerajaan Fei Long belum ada memberi tahu mereka akan memilih siapa di antaranya, dan bahkan untuk menerima menjadi istri pangeran Bahyong saja mereka belum ada memberi tahu, saat ini hanya bisnis saja yang berjalan dengan lancar.
Wanita cantik dari kerajaan itu selalu memakai penutup wajah yang hanya terlihat matanya saja. Akan tetapi dari matanya terpancar keindahan dengan bola mata kebiru-biruan.
Mereka semua menundukkan kepala, memberi hormat, akan tetapi tetap saja ada yang menggodanya karena iseng dan pada akhirnya ia mencari mati sendiri.
__ADS_1
Saat lewat di depan Feng Yun, Fang Ying Fei berhenti di hadapan Feng Yun dan menatap Feng Yun.
"Siapa nama mu?" tanya Fang Ying Fei.
Feng Yun mendongakkan kepala menatap Fang Ying Fei balik. "Feng Yun," jawabnya singkat.
"Feng Yun? Kau cucu kaisar?" tanya Fang Ying Fei berdelik.
"Bukan."
Fang Ying Fei turun dari kudanya dan berdiri di hadapan Feng Yun.
"Setahu ku nama depan Feng hanya di miliki keturunan kerajaan Bahyong, tidak ada yang boleh menggunakan nama Feng selain keluarga kerajaan, kenapa kau berbohong?" tanyanya penasaran.
__ADS_1
"Tidak ada alasan, maaf Tuan putri aku harus pergi karena masih ada pekerjaan yang ingin aku lakukan," ucap Feng Yun mengengam kedua tangannya menundukkan kepala memberi hormat dan ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan putri Fang Ying Fei.
Dari belakang ada kekuatan yang menahannya membuat ia tidak bisa bergerak.