
"Untuk apa?"
"Aku ingin belajar membuat pil," jawab Feng Yun.
"Tapi membuat pil bukan orang sembarangan, mereka harus punya kekuatan tanpa batas untuk membuat apinya tetap stabil," ucap Xier Yang Ling.
"Aku tahu, tapi aku tetap ingin membuatnya," ucap Feng Yun bertekad.
"Baiklah jika begitu. Aku punya beberapa tungku yang memang tidak aku gunakan, aku hanya suka menyimpannya saja, syukurlah jika ada yang bisa di gunakan," ucap Xier Yang Ling.
Xier Yang Ling berjalan masuk ke dalam koridor menuju sebuah ruangan. Ia membuka ruangan tersebut dan di dalam terdapat beberapa tungku yang di pajang.
"Pilihlah mana yang kau suka," ucap Xier Yang Ling.
"Tuan, pilih tungku yang ada gambar bunga lotus emas itu, itu adalah tungku terbaik," ucap naga api.
"Aku mau tungku bunga lotus, kapal sekte," ucap Feng Yun.
"Baiklah." Xier Yang Ling mengambil tungku tersebut dan memberikan kepada Feng Yun.
__ADS_1
"Terima kasih kepala sekte," ucap Feng Yun menerimanya.
Mereka pun kembali menuju sebuah tempat di mana di sana adalah tempat latihan khusus. Tempat latihan itu adalah manusia kayu yang Tania perasaan.
"Ini adalah tempat latihannya, aku percaya jika kau bisa menaklukkan manusia kayu itu," ucap Xier Yang Ling.
Feng Yun pun masuk ke dalam dan pintu pun tertutup.
Feng Yun pun mulai menyerang para manusia kayu itu, manusia kayu itu semakin lama semakin banyak. Feng Yun pun melawan manusia-manusia kayu tersebut dengan kekuatannya.
Beberapa waktu kemudian keluar asap dari celah-celah ruangan. Pintu terbuka lebar dan keluarlah Feng Yun.
"Lalu?" tanya Feng Yun.
"Cepat sekali," ujar Xier Yang Ling melihat ke dalam ruangan itu dan terlihat seluruh manusia kayu itu sudah copot-copot tubuhnya.
"Astaga! Dia menghajarnya sedemikian rupa, kalau begini para manusia kayu harus di perbaiki lagi, ini tidak bisa di gunakan lagi," ucap Xier Yang Ling manyun.
"Latihan sudah selesai, aku ingin belajar membuat pil," ucap Feng Yun tersenyum.
__ADS_1
"Kau yakin akan berhasil?" tanya Xier Yang Ling.
"Tentu saja yakin, bagaimana kalau kepala sekte memberiku beberapa bahan obat, nanti kalau sudah jadi akan aku berikan pil kepala sekte pertama kali," ucap Feng Yun.
"Baiklah, tapi aku harap beberapa bahan obat yang aku berikan setidaknya jadi satu butir saja, jika sudah jadi maka aku akan memberikan bahan obat yang lebih banyak lagi," ucap Xier Yang Ling.
"Siap kepala sekte," ucap Feng Yun senang.
Mereka pun pergi ke sebuah ruangan yang di mana tempat itu adalah tempat tanaman obat yang tersimpan.
"Aku akan memberikan 10 bunga mutiara, 10 rumput merah, 10 akar biru dan 10 daun akar seribu." Xier memberikan bahan obat itu kepada Feng Yun.
"Terima kasih kepala sekte." Feng Yun pun berjalan keluar dari ruangan tersebut dan menuju menaranya.
Ia menutup semua pintu dan jendela lalu mengeluarkan tungku tersebut, Feng Yun juga menyiapkan bahan obat.
Yang terpenting adalah api murni. Feng Yun pun mengeluarkannya dan meletakkan api itu ke dalam tungku.
Feng Yun menyalurkan energinya ke dalam api tersebut agar api tetap stabil. Setelah apinya stabil.
__ADS_1
Feng Yun memasukkan masing-masing dua bahan obat ke dalam tungku secara bersamaan.