
Dan itu baru terlihat keren sih, karena ia memakai senjata perisai.
Feng Yun melihat ke kiri dan kanan, semuanya punya persiapan dan sepertinya mereka semua sudah pernah mengambil misi ini.
Sedangkan Feng Yun?
"Sepertinya hanya aku sendiri yang tidak punya persiapan apa-apa ya," ucap Feng Yun melihat semuanya sudah meluncur ke dalam lembah untuk mencari kala jengking es.
"Tuan tidak perlu ragu karena tuan di dalam tubuh Tuan sudah kebal dari api dan es," ucap naga es.
Feng Yun pun juga meluncur masuk ke dalam dan awal masuk rasanya kayak beku, tapi lama-kelamaan itu tidak sebeku tadi meskipun masih terasa dingin.
Orang-orang di sana sedang mencari kala jengking itu, baik di dalam gua salju mau pun di balik bongkahan es yang besar.
Sebagian dari mereka sedang melakukan perlawanan dengan kala jengking yang masih kecil, ada juga melawan kalajengking dewasa.
Tapi ada juga yang masih mencari kala jengking esnya seperti yang di lakukan oleh Feng Yun.
"Kala jengking ini nggak mungkin langka kan karena sering di buru?" tanya Feng Yun yang terus mencarinya seperti yang mereka lakukan.
__ADS_1
"Lihatlah pria itu, dia sama sekali tidak memakai pelindung tubuh, apa tubuhnya sangat kuat terkena es?" tanya salah satu pria yang memakai pelindung dari bulu sapi yang di lapisi dengan baja.
"Paling setelah dia keluar dari sini langsung beku," ucap pria yang lain saat melihat Feng Yun yang bajunya sudah di lumuri salju.
Feng Yun mendorong bongkahan batu es besar dan batu es itu menggelinding ke bawah.
Namun tiba-tiba saja keluar kala jengking 3 ekor sekaligus dan itu kala jengking es dewasa.
"Waduh, apa ini namanya rezeki nomplok?" ucap Feng Yun melihat ke tiga kala jengking itu yang perlahan-lahan mendekati Feng Yun.
"Hey pria yang di sana, kau tidak akan sanggup melawan 3 ekor sekaligus, bagaimana jika memberikan kepada kami," ucap salah satu pria yang tidak jauh dari Feng Yun yang masih belum mendapatkan mangsanya.
"Baiklah, siap meluncur," ucap pria itu senang. Ia mengambil bulatan es lalu melemparkannya ke arah kala jengking es yang ada di sisi kiri.
Kala jengking es itu melihat ke arah pria yang melemparnya dengan batu es tadi lalu mengejarnya.
"Baiklah, kalian berdua lawannya adalah aku," ucap Feng Yun.
Kala jengking itu mengibaskan ekornya dan Feng Yun pun menghindarinya. Dari kanan juga seekor kala jengking es ingin menginjak Feng Yun dengan kakinya yang cukup besar, Feng Yun berguling di salju dan melepaskan diri dari pijakan kala jengking es tersebut.
__ADS_1
Saat itu pas sekali Feng Yun berguling di bawah tubuh kala jengking es itu dan ia pun melancarkan jurusnya.
JURUS LEDAKAN API PEMBEKUAN ES
Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
Jurus Feng Yun mengenai tubuh bagian dalam kala jengking itu dan kala jengking es itu meringkuk.
Feng Yun menambah kekuatannya untuk melukai kala jengking es itu.
JURUS LEDAKAN API
Duaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!
Jurus Feng Yun kembali mengenai di tempat lukanya tadi. Dan kala jengking itu rubuh.
Feng Yun langsung mendekati kala jengking tersebut dan memeriksanya.
"Tolong jangan mati ya, jika tidak aku tidak bisa membawa mu pulang," ucap Feng Yun memohon dan membolak balikkan tubuh kala jengking itu dan memastikan jika ia masih hidup.
__ADS_1
"Ah, syukurlah jika kau masih hidup, jika tidak kau tidak akan menjadi uang," ucap Feng Yun lega.