
Akan tetapi pil itu sudah di telan oleh Feng Xio dan membuat Feng Xio menambah kekuatannya.
Tubuh Feng Xio menjadi besar, karena menelan pil tersebut membuat Feng Xio naik tingkat secara drastis, yaitu kekuatan langit tingkat 4.
"Kekuatannya melebihi kekuatan ku, jika aku menghadangnya langsung maka aku akan terluka," ucap Feng Yun.
Feng Xio menyerang Feng Yun, Feng Yun pun menghindarinya. Sedangkan Feng Xio terus menyerangnya membuat Feng Yun tidak ada celah untuk menyerang balik.
"Ha-ha-ha! Mati kau Feng Yun," ucap Feng Xio dengan suara menggelegar.
Feng Xio layaknya seperti monster, matanya merah, tubuhnya kekar dan mengeluarkan kekuatan dari tubuhnya dengan energi yang banyak. Dari tubuhnya keluar asap merah.
Tangannya sangat besar dan menghantam Feng Yun.
PERISAI API DAN BUMI
Duuak!
__ADS_1
Perisai Feng Yun pecah dan Feng Yun pun terpental cukup jauh dan ia terbentur batu besar dan ia pingsan.
"Rasakan itu Feng Yun, hari ini aku akan meremukkan seluruh tulang mu dan menjadikan mu makanan hewan buas di hutan larangan," ucap Feng Xio menyeringai.
"Bagaimana ini Naga api? Apa kita harus membantunya?" tanya Naga es.
"Tidak perlu, keberuntungannya selalu berpihak padanya, kita tidak boleh terlalu banyak membantunya, jika tidak dia tidak bisa berkembang. Biarkan saja keberuntungan yang menyelamatkannya" jawab Naga api.
Saat ia ingin menangkap tubuh Feng Yun, tiba-tiba saja kekuatan dari langit menghantam Feng Xio dan membuat tangannya terluka dan tidak bisa meraih tubuh Feng Yun.
"Siapa itu!" teriak Feng Xio marah.
Dia adalah summoner spirit Beast suci.
Feng Xio sangat terkejut karena dia adalah seorang summoner, biasanya orang yang bisa memanggil spirit Beast mereka di hormati.
"Kau … kau seorang summoner? Siapa … siapa kau?" tanya Feng Xio terbelalak.
__ADS_1
"Tidak perlu tau siapa aku," ucap wanita itu. Phoenix itu mengibaskan sayapnya ke arah Feng Xio dan membuat Feng Xio terpental-pental sangat jatuh. Wanita itu pun membawa Feng Yun ke atas punggung Phoenix dan membawanya terbang jauh.
Saatnya obat itu sudah habis masanya kerjanya, Feng Xio mengerang kesakitan membuat rasa tulangnya ingin patah. Tubuhnya kembali mengecil dan tubuhnya memerah seperti pembuluh darahnya akan pecah.
Melihat itu Feng Lian langsung duduk menyilakan kakinya dan mengeluarkan tenaga dalam untuk membantu Feng Xio. Ia mengangkat tangannya dan menyalurkan energi dari tubuhnya ke tubuh Feng Xio.
"Kak Feng Xio, meskipun ini tidak bisa menyembuhkan setidaknya aku bisa membuat mu bertahan sebentar sebelum sampai di kerjaan nanti, jadi bertahanlah," ucap Feng Lian.
Energi pun tersalurkan, rasa sakit yang mendera ke tubuh Feng Xio karena energi itu membuat ia berusaha untuk menahannya dari pada ia mati.
Akhirnya darah keluar dari mulut Feng Xio yang sangat banyak, menandakan jika pembuluh darah tidak jadi pecah dan di keluarkan dari mulut.
Feng Lian membopong Feng Xio. "Kakak bertahanlah," ucap Feng Lian membawa Feng Xio masuk ke dalam kereta kuda.
"Cepat menuju istana!" perintah Feng Lian kepada pembawa kereta kuda. Pak kusir pun mengendara kereta kuda berbelok arah dan kembali menuju istana dengan cepat.
Feng Yun di bawa ke sebuah istana besar nan megah, di sana ia di letakkan di atas ranjang dan baringkan.
__ADS_1
Wanita itu duduk di samping ranjang dan melihat wajah Feng Yun.
Wanita itu mengusap kepala Feng Yun dan tersenyum bahagia.