Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 9


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Kevin dan Falen yang akan dijodohkan, dan saat ini Ibu Marlina, nenek, Paman surya dan beberapa kerabat dekat, sedang dalam perjalanan menuju kediaman paman yang ada di kota M yang menjadi tempatku dalam menuntut ilmu.


Di sisi lain Aku menerima panggilan telpon dari paman yang menyuruhku untuk datang kerumahnya dengan di jemput pak joko supir paman karena alasan ada hal penting yang mau dibicarakan secara langsung padaku.


Sama halnya dengan yang dialami Falen, Kevin juga menerima telpon dari ayahnya yang menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah, dengan alasan ada hal penting yang ingin dibicarakan langsung tanpa perantara melalui telepon seluler.


Falen dan Kevin pun menurut tanpa mengetahui rencana yang menantinya bahwa keduanya akan segera di jodohkan.


16:40


Falen telah sampai di rumah paman dan keadaan rumah sangat sepi. Tidak seperti biasanya pekerja sibuk untuk beraktivitas membersihkan taman halaman depan.


Falen melangkah mendekati pintu utama.


"Tok tok tok paman Falen sudah sampai "


Tidak berapa lama Falen bediri di depan pintu utama, mobil mewah sport berwarnah putih masuk kedalam garasi rumah.


"Ngapain lagi cewek kampung itu kembali datang ke sini, membuat sakit mata aja"


Ucap Kevin saat melihat Falen berdiri di depan pintu,.


Kevin pun turun dari mobil mewahnya itu, dan melangkah masuk menuju pintu utama, menghampiri Falen yang sedang berdiri menghadap kearah yang berlawanan.


"Ngapain lho datang kesini lagi? mau minta sumbangan? tapi maaf ya gua bukannya sombong tapi rumah ini tidak menerima sumbangan,jadi mendingan lho balik sana."!


Ucap Kevin tersenyum sinis.


"Sebelumnya saya minta maaf tuan atas ketidaknyaman atas kehadiran saya saat ini. Tapi saya datang kemari karena atas suruhan paman tuan. Mang joko yang menjemput saya katanya paman ingin ngomong hal penting tuan."

__ADS_1


"Lho jangan asal ngarang deh' jangan cari kesempatan dalam kesempitan disini, "


"Maaf tuan, tapi kalau tuan tidak percaya, tuan bisa tanyakan langsung sama paman. Saya juga bisa pulang kalau kedatangan saya sangat mengganggu kenyaman tuan.


Kevin pun tidak menanggapi penjelasan dari Falen ia hanya berlalu pergi masuk kedalam rumah sambil berkata


"Minggi. Gue mau masuk ngalangin jalan aja lho. Bikin sakit mata tahu gak?"


Hanya bebeberapa langkah saja Kevin hendak masuk kedalam rumah, tapi tiba-tiba sebuah mobil kembali masuk ke dalam halaman depan rumah. Kevin kembali menoleh menghentikan langkahnya sesaat melihat siapa pemilik mobil tersebut.


Kevin dan Falen tidak menyadari kedekatan mereka yang sedang berdiri di depan pintu utama. Kevin begitu penasaran sehingga ia mengurungkan niatnya masuk ke dalam rumah.


Tanpa diduga Kevin orang pertama yang turun dari mobil adalah mang diman supir pribadi pak Surya.


Kemudian disusul oleh Ibu Marlina, dan Nenek.


Nenek turun menggunakan kursi roda dibantu oleh Bu Marlina. Melihat orang yang sangat dikenalnya datang membuat Kevin dan Falen sangat terkejut.


Kevin hendak masuk ingin menghindar dari nenek, tapi tangannya sudah lebih dulu dicekal oleh paman Surya.


" Vin, tunggu sebentar jangan masuk dulu apa kalian tidak mau menyapa nenek dan Bu Marlina?"


" Kalian hanya ingin tetap berdiri disana" Ucap nenek


Falen mengesampingkan pertanyaan yang ada dipikirannya dan berlari kecil menghampiri ibunya terlebih dahulu.


" Bu Falen kangen banget sama Ibu"


" Ibu juga kangen sama anak ibu yang cerewet ini"

__ADS_1


"Ibu apa kabar, sehatkan? kenapa ibu datang kesini tidak memberi Falen kabar?"


"Astaga anak ibu selalu saja cerewet. Kalau nanya satu-satu dong"


"Hehehehe"


" Sudah-sudah kita masuk dulu tidak enak ngobrol di luar" Ucap paman Surya


"Tidak perlu masuk Surya. Soalnya percuma saja nenek datang kesini, cucu nenek tidak merindukan kehadiran nenek di sini.


Ucap nenek cemberut.


Kevin tersenyum melihat tingkah neneknya yang sangat menggemaskan.


" Siapa bilang Kevin tidak rindu nenek.Kevin bahkan sangat merindukan nenek setiap saat" Ucap kevin menggoda neneknya.


"Kalau rindu tidak mungkin tidak mengunjungi nenek di kampung"


" Sebenarnya Kevin ingin berkunjung nek tapi belum sempat nek,Kevin sibuk."


" Alasan aja Vin. Kamu memang durhaka sama nenek."


"Hehehe Kevin becanda nek."


Kevin memeluk erat neneknya sambil tertawa


"Sudahlah Vin, sebaiknya bantu nenekmu masuk ke dalam rumah dulu." Ucap paman Surya.


" Iya pak."

__ADS_1


Mereka kini telah berada duduk di ruang tamu. Nenek dan Bu Marlina lebih banyak mengalihkan topik ketika Falen terus menanyakan kehadiran mereka yang mendadak tanpa kabar.


__ADS_2