
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Kevin merebahkan tubuhnya diatas ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang pegal akibat pekerjaan yang menumpuk dikantor.
Sekitar jam 2:00 A.M Kevin terbangun dari tidurnya karena merasa kehausan. Kevin melihat kearah nakas ternyata air didalam jar kosong.
Dengan langkah malas Kevin turun kedapur untuk mengambil air minumnya. Kevin yang kehausan langsung menenguk air dingin dan kembali lagi masuk menuju kamarnya.
Tapi sekilas Kevin melihat kearah kamar Falen yang tertutup dan mendengarkan suara musik pelan.
"Ngapain perempuan kampung ini memasang musik diwaktu subuh ,apa dia gila tidak memikirkan ketenangan orang lain terganggu? Kevinmembuka handel pintu kamar Falen.
Kevin pun membuka pintunya yang kebetulan Falen tidak mengunci kamarnya dari dalam.
Kevin masuk ke kamar dan melihat Falen tidur membelakanginya dan disampingnya terdapat sebuah Loudspeaker berukuran kecil di iringi sebuah lagu bergenre Jazz.
Dengan suara lantangnya Kevin membuka suaranya untuk membangunkan Falen.
"Bangun lho cewek kampung "
__ADS_1
karena suara Kevin yang cukup keras mampu membangunkan Falen yang jauh dialam mimpinya dengan sekali bentakan.
Falen berbalik menghadap kearah asal suara itu dan sangat terkejut melihat sosok Kevin dengan raut marahnya.
"Maaf tuan apa tuan membutuhkan sesuatu"
ujar Falen dengan suara seraknya.
"Lihat ini jam berapa sekarang apa lho gila selalu mengganggu ketenangan orang lain di waktu subuh...! Dan ini ,benda apa itu? Ucap Kevin menunjuk loudspeaker mini yang terlihat aneh kerena desainnya memang sedikit unik dan feminim.
"Maaf tuan saya akan mematikannya. Ucap Falen segera meraih benda itu dan mematikan loudspeakernya.
"Gue tidak mau tahu kalo gue mendengarkan suara bising itu lagi gue tidak segan-segan membuang benda itu kalau penting ikut membuangmu juga"
Dan satu lagi kalo lho memang butuh hiburan jangan dirumah gue karena rumah gue bukan club " Ucap Kevin sambil berlalu pergi meninggalkan kamar Falen menuju kamarnya.
***
__ADS_1
Setelah kepergian Kevin, Falen menghela napas panjang merasakan sesak akan perkataan Kevin barusan
"Husttt.... masih pagi aku sudah harus mendengarkan suara itu lagi. Tapi ini juga salahku sih , memasang musik dirumah orang lain,inikan bukan kos kosan aku yang dulu. Falen mengintropeksi kesalahan dirinya sendiri.
Falen kembali merebahkan tubuhnya diranjang. Tapi, karena tidurnya yang sudah terganggu akhirnya Falen tidak merasa ngantuk lagi dan memilih menyibukkan dirinya dengan mengambil beberapa buku untuk dipelajarinya nanti di kampus.
Lama Falen belajar akhirnya dia merasa bosan dan memilih memainkan ponselnya.
Saat memainkan ponselnya Falen tidak sengaja melihat diberanda ponselnya yang menawarkan lowongan kerja sebagai babysister dibeberapa tempat.
Falen yang memang belum berpengalaman dalam hal bekerja. Tapi, karena memikirkan kondisi keuangannya yang semakin menipis untuk biaya transportasinya ke kampus akhirnya ia memberanikan diri mengklik link lowongan kerja tersebut.
Dan beruntung di kota yang sama dengan tempat tinggalnya sekarang ini, sedang membutuhkan Seorang babysister untuk dipekerjakan menjaga seorang anak berumur 3 tahun.
Falen dengan antusias segera mencatat nomor ponsel yang tertera di link tersebut untuk segera dihubungi.
Falen pun langsung menghubungi nomor admin tersebut untuk menanyakan kebenaran lowongan kerja tersebut.
__ADS_1
Setelah Falen selesai menghubungi admin tersebut, Falen merasa sangat bersyukur bahwasanya Falen diterima bekerja sebagai babysister dikotanya.