Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 64


__ADS_3

Pulang? Setiap orang sangat menginginkan untuk bisa pulang ke kampung halamannya.Begitu juga dengan Kevin dan Falen.Walaupun Kevin diam karena mendengarkan ucapan Falen, tapi bukan berarti ia tidak ingin pulang ke tanah kelahirannya itu. Hanya saja,Kevin sedang berencana untuk menjauhkan Falen dari masalah yang sedang dihadapi oleh Salma sahabat baik istrinya itu.


"Mas kok diam sih? Mas gak suka ya kalau kita pulang ke Indonesia?" Seru Falen membuyarkan lamunan Kevin.


"Mas justru senang banget kalau kita pulang ke Indonesia" Kevin berusaha setenang mungkin untuk menghadapi Falen agar tetap mempercayai semua ucapannya.


"Yaudah kalau gitu. kita pulang aja ke Indonesia mas" Falen berusaha membujuk Kevin agar mau mengabulkan permintaannya itu. Sejujurnya Falen sangat merindukan kedua sahabatnya terlebih lagi ibu dan adik-adiknya.


"Memang mas sangat ingin pulang yank.Tapi dulu kan kamu janji hamil dulu baru pulang ke Indonesia" Kevin berusaha memberikan alasan sebaik mungkin dan masuk akal agar Falen bisa menerimanya. " Iya aku masih ingat kok soal janji yang itu. Tapi kan mas, kalau nanti aku sudah hamil, pasti mas akan larang aku buat naik pesawat .Sekarang aja aku belum hamil tapi mas Kevin udah posesif banget" Ucap Falen.


"Aduh ketahuan nih, kalau aku cuma cari alasan doang. Kalau cewe-cewe mah gak mudah untuk dibohongin. Otak... please berpikir dong." Batin Kevin mencari celah untuk berpikir.


"Nah.Itu mas Kevin diam lagi. Berarti benar kan apa yang aku bilang barusan"


"Benar apanya sih yank" Kevin mulai bingung untuk mencerna setiap ucapan Falen.


"Iss mas Kevin" Falen mulai kesal melihat Kevin kembali memperpanjang masalah.


"Itu lho mas, kalau aku hamil pasti mas gak izinin aku buat naik pesawat kan?"


" Ya iya dong. Aku tuh gak mau kalau nanti terjadi sesuatu sama anak kita nanti.Lagian yank,di Indonesia mas gak punya kerjaan lagi.Semua perusahaan di sana sudah dikelola sama kak Queenxa.Jadi untuk apa mas pulang kalau gak bisa lagi kerja disana?" Untung otak gue berpikir. Kevin merasa lega karena ide yang ia dapatkan tidak terlalu buruk.


"Masa iya mas Kevin udah gak punya hak lagi buat kerja diperusahaan bapak "Batin Falen dengan tatapan menyelidik.


"Kenapa liahatin aku kayak gitu sih yank?"


" Jadi mas hanya pikirin pekerjaan gak mikirin perasaan aku" Kevin berusaha sabar menghadapi Falen.Jika tidak bisa berantem lagi nih." Perasaan gimana sih yank ,mas gak ngerti" Suara Kevin dibuat selembut mungkin agar Falen tidak tersinggung dengan ucapannya.


" Itu lho mas.Sebenarnya aku juga pengen banget kuliah lagi. Trus aku juga kangen banget sama adek-adek aku mas" Falen mengajukan aksi protesnya yang sejak lama ia pendam dalam hatinya.


"Haduhh makin ribet nih kalau udah bahas yang kek gini" Kevin menghela napas untuk menyiapkan alasan yang lebih masuk akal lagi.

__ADS_1


"Gini lho yank. Kalau kamu ingin melanjut mas izinkan.Tapi masa sih kamu tega banget buat ninggalin aku sendiri disini. Kalau pun pulang bapak gak ngasih aku kerjaan lagi disana . Kalau cari kerja lagi sih bisa yank. Tapi udah susah banget zaman sekarang ini. Padahal kalau disini aku ada kerjaan trus bisa nafkahi sekaligus jagain kamu" Kevin mulai memainkan dramanya agar Falen luluh dengan ucapannya itu.


"Gimana ya mas, aku juga gak tega sih buat ninggalin kamu sendiri disini. Tapi aku lebih gak tega lagi kalau ninggalin keluarga aku lama banget"


" Yank kamu kan istri aku.Sudah sepantasnya kamu ninggalin keluarga kamu buat nemanin aku kemana pun pergi. Aku suami kamu sekaligus pemimpin di keluarga kita " Kevin membuat kebohongan berdasarkan bukti yang ada.


"Iya benar juga sih ucapan mas Kevin. Jadi sekarang gimana dong?" Ucap Falen menyenderkan kepalanya disisi ranjang


" Yah begini. Kita jalani aja kehidupan kita seperti biasanya tanpa ada penggangu dari pihak luar" Kevin juga melakukan hal yang sama. Menyenderkan kepala diatas ranjang.


"Kalau cuma ngomong sih enak mas. Tapi kalau yang jalanin susah banget"


" Maksudnya yank?" Kevin berusaha mencerna perkataan Falen.


" Gini lho mas. Setiap hari kan mas pergi ke kantor. Kadang pulang sore tapi lebih sering pulang malam.Sedangkan aku mas, tiap hari hanya diam dirumah aja. Belum lagi kemarin kuliahku harus gantung gara-gara mas bawa aku kesini. Padahal selama ini aku sudah bersusah payah untuk mengumpulkan uang agar bisa kuliah dan selesai dengan baik dan tepat waktu. Aku juga berharap agar usahaku selama ini jangan sia-sia hanya karena hubungan kita sekarang ini mas"


Ucap Falen mengeluarkan unek-uneknya.


Jadi solusinya gimana dong?. Akankah Kevin menyetujui permintaan Falen atau tetap pada pendiriannya.


"Yank...." Kevin mendekap Falen kedalam pelukannya. Ia tidak sanggup mau bilang apalagi. Mata Kevin sudah berkaca kaca menahan tangis karena ucapan Falen barusan.


"Mas, Kok nangis sih?" Falen menangkup wajah Kevin dan memberikan kecupan hangat di pipinya. "Mas maaf kalau aku terlalu memaksakan diri untuk pulang. Tapi sekarang Aku akan menuruti perkataan suami aku dan ikut melangkah kemana pun kamu pergi" Ucap Falen memberikan penghiburan kepada Kevin. Falen juga sadar bahwa ucapannya barusan bisa menyinggung perasaan Kevin.


Di batin Kevin ucapan Falen barusan sangat menyentuh hatinya sekaligus membuat perasaannya lebih bersalah lagi.


"Yank aku jahat banget kan? Tapi kenapa perempuan ini mau bertahan disisiku" Ucap Kevin menatap wajah Falen. " Yah karena perempuan itu menginginkan prianya bisa berubah dan mau bersikap lebih baik lagi. Karena di dunia ini pun tidak ada manusia yang sempurna" Ucap Falen menjawab pertanyaan Kevin.


Cup.. cupp.cupp


Kevin menghadiahi Falen dengan ciuman disetiap sudut wajahnya.

__ADS_1


"Mas udah. Kok malam cium aku sih" Falen merenggut tidak suka ketika Kevin sudah bertingkah seperti itu.Kevin pun tersenyum sambil berucap " Mas tidak menyesal nenek mengirimkan bidadari cantik dan baik hati seperti kamu yank"


"Halahhh mas gombal. Dulu aja mas benci banget lihat aku. Trus sekarang ngaku ngaku gak nyesal" Falen menatap Kevin sinis.


"Iya memang dulu mas benci sama kamu.Benar-benar cinta maksudnya" Kevin tersenyum melihat ekspresi kesal Falen yang semakin menggemaskan.


"Mas belajar gombal dari siapa sih? dulu aja dingin banget.kok sekarang jadi bisa sih hangat kekgini?" Ucap Falen menatap perubahan Kevin yang drastis.


"Aku gak belajar dari siapa siapa kok yank. Itu mah natural karena aku udah bucin banget sama kamu, jadi ngomongnya bisa lancar gitu" Tangan Kevin sudah mulai bereaksi kemana mana yang bisa ia jangkau.


" Mas...stop... Falen mau nanya lagi"


" Udah dulu nanyanya yank.Berikan mas waktu untuk memutuskan yang terbaik untuk kehidupan kita selanjutnya yank" Ucap Kevin sambil meneruskan aksi nakalnya.


Hai jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya readerku. terima KasihπŸ˜ŠπŸ™.


Eee ketinggalan nih.......


ada saran juga nih buat readers tersayangku agar mampir ke karyaku yang lain.


ini baru lho...


judulnya....jrenggg...jreng...jrengg..


Suamiku chef galakπŸ˜πŸ‘


mantap lho ceritanya...


beda dari yang lain...


pokoknya Mantull deh..πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2