
Falen hanya diam tidak ingin membalas atau berdebat dengan Kevin.
Tapi dalam hati kecilnya Falen selalu menjawab omongan Kevin.
"Siapa juga yang mengganggu kehidupan kamu tuan, yang ada tuan Kevin yang terhormat yang selalu mengganggu kehidupan keluarga kami. Guman Falen membalas segala perkataan Kevin sambil menatap lurus ke .luar kaca jendela mobil.
"Gue sangat benci sama lho cewek kampung, entah mengapa setiap gue lihat muka lho pasti hidup gue sial ,bukan hanya itu saja selama beberapa hari ini hidup gue apes banget harus meladeni semua tingkah laku lho yang konyol ini.
Bapak yang tiap hari selalu mengancam gue dan nenek yang selalu memaksa gue juga untuk selalu ganggu melanjutkan pernikahan ini."
ini juga kan bukan kemauan Aku. Aku juga ingin melanjutkan pendidikanku dengan baik dan normal seperti mahasiswa lainnya bukan harus memiliki sebuah ikatan , terlebih ikatan pernikahan nanti tuan gumanku dalam hati.
Falen tidak memiliki keberanian untuk menjawab semua tuduhan Kevin terhadapku.Falen hanya mampu berguman dalam hati sambil memejamkan mata untuk menahan nyeri dikepalanya.
Kevin terlihat kesal melihat Falen ketika ia tidak menjawab sepatah kata pun omongan dari Kevin. Tangannya mengepal dan membawa mobil dengan kecepatan yang tidak menentu.
Hampir 2 jam waktu yang kami butuhkan untuk sampai dirumah paman surya alias rumah tuan Kevin juga.
__ADS_1
Mesin mobil berhenti tepat didepan rumah paman. Rumah itu terlihat sepi seperti biasanya, dan hanya ada bik Sumi
dan pekerja lainnya yang sibuk melakukan rutinitasnya seperti biasanya.
Bik Sumi segera menghampiriku dan membantuku membawakan barang-barangku dari bagasi. Sedangkan Kevin hanya diam dan berlalu masuk kedalam rumah.
"Non sini saya bantu bawa tasnya," ujar bik Sumi mengambil alih tas yang kubawa.
"Iya terima kasih Bi. Bibi sangat baik sama Falen jadinya Falen jadi lebih betah tinggal disini."
Bibi hanya tersenyum menanggapi perkataanku.Bibi pun membawakan tasku masuk kedalam rumah dan menyuruhku untuk mengikutinya naik keatas untuk menunjukkan kamarku.
"*No*n, kata tuan besar mulai sekarang non tinggal di kamar Angel ya, soalnya kamar tamu sudah digunakan untuk nenek."
"Tapi bi, Falen gak mau nanti Angel merasa terganggu dengan kehadiran Falen dirumah ini. Trus membuat Angel harus berbagi tempat tidur dengan Falen."
*B*ibi hanya disuruh tuan besar non untuk mengantarkan non Falen ke kamarnya Angel.
__ADS_1
tapi gak usah khawatir kok non,non Angel itu kan baik dan non Angel juga sangat senang mendengar bahwa non Falen akan tidur sekamar dengan non Falen."Ujar bibi.
"Benarkah itu bi? Falen senang mendengarnya walaupun sebenarnya Falen lebih memilih untuk tetap tinggal dikosan terlebih lagi dekat dengan kampus. Tapi paman, nenek dan ibu tetap memaksa agar Falen tinggal dirumah ini."
Ujarku dengan wajah cemberut. Mengingat betapa senangnya aku sewaktu tinggal di kosan.
"*Ti*dak usah khawatir non, non Falen pasti akan terbiasa tinggal disini nanti.
Yasudah non ,non Falen istirahat dulu. Semua barang barang non sudah ada dikamar
dan kalo ada butuh apa apa jangan sungkan untuk memanggil bibi ya non.
bibi permisi dulu mau beres-beres kebawah dulu soalnya sebentar lagi tuan besar akan pulang."
Ucap bibi dan menutup kembali pintu kamar lalu pergi turun kebawah.
Aku mendudukkan tubuhku diatas sofa menatap beberapa barangku yang sudah ada tertata rapi dalam kamar ini.
__ADS_1
"Ya tuhan apakah aku sanggup tinggal disini seatap dengan pria yang menyebalkan itu yang bisa sewaktu-waktu akan muncul dihadapanku bahkan akan memaki ku setiap hari tanpa merasa berdosa."
gumanku dalam hati.