Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 28


__ADS_3

Poros bumi berputar dengan cepat, awan hitam kini sudah digantikan dengan awan yang cerah dengan cuaca hangatnya.


Falen beranjak dari atas ranjang dan membuka pintu balkon untuk menghirup udara segar dipagi hari.


Sembari merenggangkan otot -otot tubuhnya yang kaku Falen meraih ponselnya dan memeriksa agenda yang akan dilakukannya hari ini. Jadwal belajar di kampus hanya ada 2 jam dan sisanya Falen akan memanfaatkan waktunya untuk mulai bekerja sebagai babysister di rumah Kenzo.


Setelah mandi dan merapikan tempat tidurnya, Falen melakukan rutinitas paginya dengan Memasak dan membersihkan rumah.


Tapi pada saat, Falen sedang asyik berkutak memasak di dapur, tiba -tiba Kevin masuk kedapur tanpa suara untuk mengambil beberapa minuman kemasan dingin dari kulkas.


Setelah meminumnya terlebih dahulu, tidak lupa Kevin membawa minuman dingin juga untuk wanitanya itu. Tapi saat Kevin hendak melangkah menjauh dari ruangan itu, terdengar suara keras pecahan dari dapur.


Yang dimana Falen tidak sengaja menyenggol botol saus saat ia hendak mengambil wajan diantara beberapa tumpukan piring diatas lemari. Falen buru- buru mematikan kompornya dan beralih untuk membersihkan pecahan kaca yang berceceran diatas lantai.


Keberadaan Kevin yang sejak tadi berdiri diambang pintu dapur memperhatikan setiap gerak -gerik Falen belum disadarinya dan tetap fokus dengan pekerjaannya.


Kevin yang ingin memarahi Falen seketika mengurungkan niatnya tak kala terdengar suara memanggil dari arah kamarnya. Tentu siapa lagi kalau bukan wanita semalam.


" Astaga Falen kenapa kamu begitu ceroboh sih..!! untung si pria kejam belum bangun, kalo tidak bisa-bisa pagi ini tidak terlewatkan dengan drama seperti hari sebelumnya"

__ADS_1


Padahal ucapan yang barusan dikatakan Falen benar adanya hanya saja, ia belum mengetahui keberadaan Kevin sejak beberapa menit yang lalu.


Setelah Falen selesai membersihkan pecahan kaca, ia langsung melanjutkan acara masaknya dan tidak lupa menatanya di atas meja makan.


Karena nafsu makannya yang akhir-akhir ini naik turun Falen memilih untuk sarapan dikampus dengan membuat bekal makanan dibontot Tupperwarenya juga botol minuman yang menjadi kebiasaannya setiap saat melangkah, guna menghemat pembelian air minum kemasan di kantin.


Waktu sudah menunjukkan jam 7:12 A.M.Falen segera bergegas mengganti pakainnya dengan pakaian rapi yang akan dikenakan untuk pergi ke kampus. Kemeja lengan pendek dipadu dengan rok sebatas lutut dan sepatu kedsnya menambah kesan anggun juga memperlihatkan usianya yang tergolong muda.


Falen menuruni anak tangga sambil mengikat rambutnya asal-asalan. Di penghujung anak tangga Falen tak sengaja menabrak Kevin yang juga ingin naik kelantai dua.


Tanpa banyak kata, Kevin yang memang sedang mencari Falen langsung menarik pergelangan tangannya dengan kasar dan menyeretnya menjauh keluar dari ruangan tersebut.


Hingga Kevin berhasil menarik -narik Falen sampai dibelakang rumah.


" Maaf tuan, saya lancang tapi saya ingin berangkat kuliah tuan"


"Saya tidak perduli, pergi kemana saja yang kamu mau, hanya saja gue akan memberikan sedikit hukuman buat lho"


" Ta..tapi apa salah saya tuan"

__ADS_1


Falen terus menundukkan kepalanya tanpa berani melihat kearah Kevin.


" Cihhh... sikap sok polosmu memang pantas diacungi jempol yang jelas mulai sekarang gue tidak suka melihat muka lho lagi ada dirumah ini. Dan ingat jangan sesekali lho mengganggu ketenangan hidup gue"


Entah menuju kearah mana pembicaraan Kevin, Falen benar - benar tidak mengerti sama sekali. Falen bingung untuk menjawab iya atau tidak yang pasti ia begitu bodoh untuk menjawab pertanyaan dari Kevin.


" Lho dengar ngak, gue ngomong apa? Gue tidak suka lho terus menghabiskan uang gue untuk memasak makanan sampah itu-itu aja, dan mulai sekarang jangan sesekali lho berani masuk kedapur itu lagi dan yang paling penting mulut lho jangan bocor tentang hubungan pernikahan kita sama siapa pun. Apabila lho masih sayang nyawa dirimu sendiri".


Pastinya ucapan Kevin tidak pernah lembut selalu disertai bentakan dan memandang remeh Falen.


Kevin dengan santai berlalu pergi setelah mengatakan hal menyakitkan itu lagi.Dia tak berpikir bahwa sikap dan ucapannya sangat menyakiti perasaan Falen.


Falen hanya bisa menatap punggung Kevin tanpa berani menyetuhnya.


" Aku harus tetap semangat biarkan dia berbuat semaunya aku tidak akan peduli sama sekali. Aku harus tetap kuliah dan bekerja mencari uang banyak agar bisa cepat lulus dan pergi dari kehidupan pria kejam itu".


Sikap Falen yang tegar dan kuat membuat ia mampu berdiri melawan sakit yang dialaminya. Meskipun dilubuk hatinya terdalam Falen sebenarnya sangat lemah untuk menghadapi kenyataan sebenarnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya, Terima kasih😊😇..

__ADS_1


__ADS_2