Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 46


__ADS_3

Di mobil Kevin merasakan kehidupan warna baru. Sosok Falen seperti penyemangat bagi hidupnya saat ini. Kevin ingin sekali merengkuh tubuh mungil wanita yang berstatus istrinya itu. Dulu Kevin tidak pernah merasakan akan senyaman ini jika dekat dengan Falen. Tapi semuanya kini berubah cepat dari perkiraannya.


Awalnya Falen hanya memejamkan matanya tidak bermaksud untuk tidur. Tapi karena kantuk yang menyerang bola matanya ,akhirnya Falen memilih untuk tidur sejenak sebelum sampai rumah sakit.


Belum lama Falen, terlelap dalam tidurnya ia merasa terganggu dengan pergerakan yang ada di sampingnya. Ingin melanjutkan tidur, tapi gerakan tersebut seakan mengganggu kenyamannya saat ini. Dengan terpaksa Falen membuka matanya malas melihat ke samping siapa yang berani mengganggu tidurnya.


Sejenak Falen memperhatikan pria yang tersenyum kepadanya. Ia seakan bermimpi melihat Kevin yang sedang tersenyum kearahnya. "Astaga pria itu lagi. Bahkan dalam mimpiku pun dia masih sempatnya tersenyum melihatku menderita. Ahhh... aku sungguh malas jika harus berurusan dengan pria itu lagi. Beberapa bulan ini hidupku bisa kembali tenang tanpa pria kejam itu, tapi kenapa dia kembali lagi ya.?" Ucap Falen sambil memijat kepalanya.


Kevin seperti tertohok mendengarkan perkataan Falen. Kevin merasa bahwa kini Falen sangat membenci dirinya, bahkan dalam keadaan sadar pun Falen masih mengaggap Kevin hanya ada dalam mimpinya. Rasa trauma yang dialami Falen lebih besar dibandingkan segalanya. Walaupun kini ia bisa melupakan sedikit demi sedikit pengalaman pahit itu, tapi bukan berarti ia bisa menghilangkan peristiwa itu dari pikirannya.


Falen yang sepertinya sedang bermimpi membuat Kevin membuka suaranya untuk menyadarkan Falen bahwa ia benar-benar ada disampingnya. Bukan hanya sekedar mimpi belaka.


"Hemm.."


Deheman Kevin belum membuat Falen melihat ke asal suara yang disampingnya. Karena Kevin pun mengeluarkan suaranya sangat pelan ragu dengan keputusannya untuk menyapa Falen.


"Hemm."


Kali ini Falen baru menoleh keasal suara itu. Soalnya Kevin mengeluarkan suaranya lebih keras disertai dengan gerakan kecil.


Mata tajam Falen bak elang menatap Kevin dengan serius dan seksama. Falen ingin memastikan penglihatannya benar atau tidak. Berulang kali Falen mengucek matanya dan mencubit lengannya.

__ADS_1


Ya. Ini benar. Ia tidak sedang bermimpi.Tiba-tiba ingatan itu kembali terlintas jika melihat Kevin sedekat ini dengan Falen. Sekujur tubuh Falen spontan langsung bergetar hebat melihat Kevin yang nyata di hadapannya. Belum sempat Kevin membuka suaranya, Falen sudah memberi isyarat agar Kevin menutup mulutnya.


"Maaf sebelumnya tuan sepertinya saya salah mobil. Sebentar saya akan keluar. Pak tolong mobilnya dihentikan sebentar." Ucap Falen tegas.


Supir tersebut hanya diam dan menuruti semua kemauan majikannya. Posisi Falen yang menjadi menantunya seorang bos seperti Surya membuat supir itu tidak berani ikut campur dan hanya mampu menuruti apa yang menjadi kemauan majikannya itu.


Seketika mobil itu pun dihentikan oleh supir tanpa banyak kata. Dengan cepat Falen langsung membuka pintu mobil dan bergegas keluar. Falen melangkah menjauh dari mobil itu dengan langkah terburu-buru. Bahkan Falen juga berusaha berlari sekuat tenaga agar bisa menghindar dari jangkauan Kevin si pria kejam.


Melihat aksi Falen yang kembali berulah membuat Kevin sangat terkejut mengingat kejadian yang pernah menimpa kondisi Falen.


Kevin tidak menyangka kejadian ini akan kembali terulang dengan waktu yang tidak berselang lama.


Dengan langkah seribu, Kevin berusaha berlari menyusul Falen yang hendak menyebrang kearah jalan lain. Tenaga Kevin yang berkali-kali lipat lebih kuat dari Falen membuat ia lebih mudah menangkap Falen. Tanpa banyak kata dengan sekali gerakan Kevin langsung berhasil mengejar Falen dan menggendongnya ala bridal style menuju mobil. Banyak orang yang menyaksikan aksi mereka. orang-orang menyambut adegan itu dengan senang layaknya menonton sebuah film drama romantis.


Kevin merasa gemas melihat wajah Falen yang memerah seperti tomat menahan malu dari tatapan orang -orang sekitar. Tapi sejenak Kevin memperhatikan wajah Falen lebih mendominasi merah karena menahan marah dan benci yang luar biasa. Tapi bukan Kevin namanya jika ia harus mengalah dengan seorang perempuan.


Dengan wajah kejamnya Kevin menatap Falen intens. "Jangan bergerak apabila kamu tidak ingin mengulangi kejadian beberapa bulan lalu. Ucap Kevin mengancam Falen. Hanya dengan ancaman itulah Kevin bisa berhasil membawa Falen masuk kedalam mobilnya dengan tenang.


Setelah sampai di mobil Kevin langsung menyuruh supir mengemudi dengan kecepatan sedang. Tidak lupa Kevin memasang seatbelt untuk Falen.Deru mesin mobil menghiasi keheningan diantara mereka.


Falen tetap bungkam begitu pun dengan Kevin yang tidak bergeming sama sekali. Kedua insan manusia ini sibuk dengan pikiran masing-masing. Tidak ada satu pun yang berani membuka pembicaraan.

__ADS_1


Karena heningnya suasana, mengakibatkan pasang suami istri itu tidak menyadari keberadaan mereka saat ini. Sudah hampir 5 menit mereka berada diparkiran. Tidak satu pun diantara mereka yang berniat untuk turun.Supir itu pun memahami betul situasi yang dihadapi majikannya itu.


"Maaf tuan dan nyonya kita sudah sampai di rumah sakit. Apa perlu saya mengantarkan tuan dan Nyonya masuk keruangan nyonya besar." ucap supir tersebut sambil membukakan pintu kepada majikannya.


" Iya mang, kalau boleh tahu ruangan nenek dimana ya." Ucap Falen melangkah keluar dari mobil setelah tersadar dari lamunannya.


"Ikutlah denganku. Aku sudah tahu nenek dirawat diruangan mana." Ucap Kevin sambil menarik pergelangan Falen sedikit kasar.


"Maaf tuan, tapi saya sepertinya tidak membutuhkan bantuan anda." Ucap Falen sinis.


"Sudahlah jangan banyak bertanya. Mang pulang aja dulu.Nanti kalau sudah selesai menjenguk nenek saya akan menelpon mang kembali. Ucap Kevin lembut membuat Falen menatap Kevin horor.


"Tumben pria kejam ini bisa berbicara normal." Batin Falen.


Setelah melewati panjangnya koridor rumah sakit, Kevin menarik lengan Falen masuk kedalam lift. Tepat dilantai 8 ruangan Mawar Kevin berhenti di depan pintu sambil melirik kearah Falen.


"Ini ruangan nenek. Kamu seharusnya sudah mengetahui keadaan nenek yang sebenarnya dari bapak. Jadi mohon kerja samanya" Ucap Kevin Pelan.


"Apasih maksud nih orang. Mulai dari tadi sikapnya aneh deh. Cara bicaralah, tutur sapalah trus sekarang dia ngomong lembut sama gue." Batin Falen.


"Hem" Falen hanya berdehem menjawab ucapan Kevin. Lagian mau menjawab pun Falen bingung harus ngomong apa.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak like,komen and votenya ya readerku. Terima kasih😇🙏


__ADS_2