Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 16.


__ADS_3

"Syukurlah kamu sudah sadar nak


Bagaimana perasaanmu sekarang apa sudah lebih membaik? ibu sangat khawatir padamu nak." Ujar Bu Marlina sambil mengelus lembut kepala Falen.


"Falen sudah lebih membaik bu, ibu tidak usah khawatir sama Falen,Falen anak yang kuat kok Bu."


"Syukurlah kalo begitu, paman senang mendengarnya nak, kamu harus cepat pulih. j


Jangan banyak pikiran dulu supaya bisa cepat pulang kerumah dan bisa berkumpul bersama keluarga kita nanti."


Tak terasa sudah seminggu Falen dirawat dirumah sakit, dan kondisinya pun semakin hari semakin membaik. Dokter mengizinkan Falen untuk kembali pulang kerumah.


Tidak lupa Alex juga selalu datang untuk menjenguk kondisi Falen sekali dua hari untuk melihat perkembangan kesehatannya.


Yang paling menyenangkan bagi Falen karena teman- teman nya selalu datang untuk menjenguk Falen setiap hari sehabis pulang dari kampus.


Siapa lagi kalo bukan Salma danTheresia. d


Ditambah lagi dengan Angel adeknya Kevin yang datang dengan membawa teman temannya dari sekolah membuat hati Falen terhibur dan kembali bersemangat untuk cepat sembuh dan kuliah bersama mereka seperti biasanya.


Pada hari ini Falen pulang dari rumah sakit ditemani oleh Kevin. Berhubung karena ibu sedang pulang kekampung untuk melihat keadaan saudaraku yang hampir seminggu lebih tidak berjumpa Ibu. Karena ibu selalu merawatku dan menghawatirkan kondisi kesehatan apabila ditinggal sehari saja.


Untung paman baik mau membujuk ibu untuk pulang kekampung melihat saudaraku, dan menyuruh Angel untuk tetap tinggal menemaniku di rumah sakit. Walaupun terkadang aku hanya sendiri apabila Angel sedang masuk sekolah. Tapi, Aku tidak pernah mempermasalahkannya sama sekali, asalkan Aku cepat sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


Paman menghubungiku tidak bisa ikut menjemputku berhubung karena ada meeting penting dengan client yang tidak bisa ditinggalkan sama sekali dan menyuruh Kevin untuk menjemputku.


Sudah hampir 30 menit Falen menunggu kedatangan Kevin tapi tidak kunjung datang juga. Falen sudah sangat bosan duduk di sofa menunggu Kevin menjemputnya. Sesekali Falen memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa bosannya.


Pada saat Falen asyik dengan ponselnya tiba -tiba terdengar langkah kaki yang berjalan masuk keruanganku dan sosok itu adalah Kevin. Pria yang menyebalkan seluruh dunia yang juga membuat Aku harus mengalami kecelakaan.


Falen merasa sebal apabila melihat wajah Kevin tidak merasa bersalah melihat keadaanku saat ini. Malahan ia terus menyalahkan diriku yang selalu ceroboh dan menyusahkan banyak orang.


Aku melihat kearahnya dan kembali menundukkan kepalaku sambil memainkan ponselku.


"Hei cewek kampung cepatlah berkemas, gue sibuk ,tidak punya waktu meladeni lho seperti ini." Ujar Kevin yang baru datang dan menatapku tajam.


"Aku sudah berkemas sejak tadi tuan, dan menunggu tuan hampir 1 jam lamanya."


"Baguslah kalo begitu. Jangan terus menyusahkanku. Cepat berjalan ke dalam mobil jangan manja dan jangan cari perhatian gue.Lho harusnya berterima kasih sama gue karena udah berbaik hati mau menjemput lho sekarang ini."


Sedangkan Kevin berjalan santai dibelakangku tanpa ada rasa iba untuk menolong membawakan barang-barangku.


Hanya beberapa langkah saja kepalaku yang masih berbalut perban terasa sangat pusing dan berat. Membuatku hampir limbung dan terjatuh dilantai. Untung saja seorang suster sigap menolong dan membawa Falen duduk disalah satu kursi lobby rumah sakit.


"Mbak hati-hati kalo jalan, kalo belum sembuh ngapain pulang, dirawat disini aja dulu biar sembuh total mbak. Ujar suster itu menatap sayu kearahku.


"Gakpapa kok sus, Falen sudah merasa baikan kok,lagi pula dokter telah mengizinkan Aku pulang."

__ADS_1


"Mas juga bantuin dong istrinya bawa tas lagi sakit juga dibiarkan bawa barang berat gini!" Ujar suster menatap Kevin yang bersandar sambil memasukkan tangannya ke dalam kantung celana.


"Menyusahkan saja." Guman Kevin pelan sambil menatap tajam ke arahku.


"Iya maaf sus,terima kasih sudah membantunya."


Suster itu pun pergi meninggalkan kami berdua.


"Guekan sudah peringatkan lho dari tadi jangan cari perhatian orang lain apalagi perhatian gue.Lho taunya hanya menyusahkan dan selalu menyusahkan.


"Cepat kemarikan tas nya, gue tidak mau dituduh yang tidak-tidak disini." Ujar Kevin sambil memapah dan membantu Falen berjalan menuju parkiran mobil.


Sampai diparkiran, Kevin langsung membantuku masuk kedalam mobil. Tapi sebelumnya Aku menolak untuk tidak duduk disamping kemudi, Tapi mulut pedasnya terus memaksaku untuk duduk di sampingnya.


"Lho kira gue supir pribadi lho? gue yang nyetir lho enak tidur dibelakang?"


Falen hanya diam dan menuruti setiap ucapan Kevin.


Kevin menyalakan mesin mobil dan segera melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang meninggalkan rumah sakit.


Didalam mobil hanya keheningan yang tercipta tapi tiba -tiba Kevin memulai pembicaraan dengan mengatakan.


"Please lho jangan terus menyusahkan gue napa.Gue capek terus menerus jadi budak bapak untuk meladeni tingkah konyol lho ini.

__ADS_1


Udah tiap hari gangguin kerjaan gue dan hari ini juga gue harus jemput lho pulang kerumah terus nanti juga dirumah pasti lho nyusahin gue lagi. Dan kalo boleh lho jauh-jauh deh dari kehidupan gue, karena dengan kehadiran lho gue jadi kebawa sial terus tau.


Jadi please menjauhlah dari hidup gue dan jangan merayu bapak untuk berbelas kasihan sama lho, supaya kehidupan keluarga gue kembali normal seperti biasanya." Ujar Kevin menatap lurus kedepan sambil mengemudikan mobilnya.


__ADS_2