
Siang tadi Falen sudah berada di rumah Paman Surya. Setelah Jadwal kampus selesai, Falen langsung menuju rumah paman Surya atas permintaan bu Marlina.
Falen sejak tadi hanya duduk di ruang tamu menunggu Angel pulang dari sekolah. Kevin tetap berada dikamarnya ketika melihat kedatangan Falen siang tadi. Kevin tidak suka melihat kedatangan Falen saat ini.
Lama-kelamaan Falen merasa bosan karena tidak melakukan apa-apa. Rumah besar itu sepi walau pemiliknya berada di dalam rumah. Kevin yang menghindar dan Angel yang tak kunjung pulang. Falen seperti orang bodoh berada di ruangan itu. Karena bosan akhirnya
Falen tertidur di sofa.
Menjelang sore terdengar suara riuh dari depan rumah. Bibi langsung membangunkan Falen dan beranjak pergi memanggil Kevin yang berada di kamar.
Falen seperti bermimpi ketika mendengarkan suara ibunya ada diluar. Falen mengucek matanya berulang dan memastikan pendengarannya tidak salah. Falen baru beranjak beberapa langkah saja menuju pintu tapi niatnya harus putus
halo paman, halo nenek, bagaimana kabarnya!senang berjumpa dengan kalian semuanya disini. ucap falen sambil menyalami satu persatu kerabatnya.
setelah berbincang sebentar diluar, paman mengajak masuk semua anggota keluarga kedalam rumah.
mereka semua pun duduk berkumpul di ruang keluarga dengan sajian teh dan beberapa makanan untuk melepaskan penat perjalanan.
melihat kebingungan yang tergurat di wajah Falen dan Kevin yang sejak tadi atas kehadiran beberapa kerabat dari kampung dan juga kehadiran bu marlina,serta nenek akhirnya paman mengajak keduanya masuk ke ruangan kerja untuk membicarakan soal rencana perjodohan mereka agar tidak ada selisih paham di depan kerabat nantinya.
mereka pun meninggalkan ruangan keluarga dan berjalan mengikuti paman dari belakang menuju ruang kerja.
__ADS_1
baiklah kalian duduk dulu, saya ingin bicara serius dengan kamu kevin ,Falen,dan ingat masalah ini serius bukan untuk bercanda.
"masalah serius apa ya sampai sampai aku harus ikut dan ngomong nya mesti di ruang kerja begini, ujar falen dalam hati"
"masalah apa sih pak, kok sampai begini, trus ngapain cewek ini ikut ikutan juga"?ujar kevin sambil mendudukkan dirinya dikursi berjauhan dari falen.
kalian berdua tenang dulu, ini hal yang sangat penting, bapak dan bu marlina sudah setuju akan menjodohkan kalian berdua dalam waktu dekat berhubung karena ini merupakan permintaan nenek dan juga ibu kamu kevin.
mendengar hal itu falen seolah olah sedang dihujam pedang tajam karena sangat terkejut dan sangat menolak akan hal ini.
"tidak pak, bapak pasti bercanda, bagaimana pun kevin gak mau pak dijodohkan dengan cewek kampung ini! "
suara kevin terdengar menggelegar di dalam ruangan ini sambil berdiri ingin melangkah keluar tapi ditahan oleh pak surya.
ini memang tidak masuk akal nak, di zaman sekarang ini perjodohan memang tidak pantas lagi untuk dilakukan, tapi bapak juga berat untuk memutuskan hal ini, tapi karena ini permintaan terakhir nenek yang ingin memiliki pengganti setelah nanti beliau pergi, maka bapak tidak tega untuk tidak menurutinya, kamu juga tahu akan kondisi nenek sekarang ini yang mungkin tidak dapat untuk bertahan lebih lama lagi, dan mungkin sewaktu waktu dapat meninggalkan kita semua, jadi tolong mengertilah keadaan ini Kevin.
"tapi pak, kan tidak harus begini juga, dan tidak harus sama cewek kampung ini pak"?
walaupun kevin belum punya pacar tapi suatu saat nanti kevin akan menikah pak, dan dapat mencari pengganti mama dan nenek.
iya, bapak tahu itu, bapak juga bisa mengerti keadaanmu sekarang nak, tapi kamu juga harus memikirkan perasaan Falen
__ADS_1
dia juga masih sangat muda untuk dijodohkan saat ini, bahkan untuk mendampingimu bukan hal yang mudah baginya saat ini, tapi nenek hanya ingin melihat kamu menikah dengannya nak.
falen hanya bisa tertunduk dan tidak dapat menahan tangisnya mendengarkan semua penjelasan paman dan sangat terpukul bahwa ibunya juga menyetujui perjodohan ini.
"dan bukan hanya sekedar perjodohan nak, kalian dalam waktu dekat ini akan segera menikah
itu sebabnya beberapa kerabat kita ikut dari kampung.
"apa maksud semua ini pak, Kevin gak mau dinikahkan sama cewek kampung ini, gimana nanti masa depan kevin kalau harus menikah dengannya.! kata kevin sambil menatap tajam kearahkan.
kevin tolong jangan membantah bapak, kalau kamu tidak mau diberikan penjelasan baik baik maka dengan cara kasar pun bapak akan lakukan asalkan kamu mau menikah dengan Falen.
kamu punya dua pilihan mau menikah atau
seluruh ahli waris akan bapak ambil dan memindahkan keseluruhan atas nama adikmu Angel.
kalau kau mau menikahi Falen maka otomatis kamu bisa mendapatkan semua keinginanmu selama ini dan menggantikan bapaj sebagai direktur utama diperusahaan.
"tapi paman ini juga tidak dapat diputuskan hanya sepihak saja, Falen juga tidak ingin menikah dengan Kevin. ujar falen dengan suara serak dan air mata yang terus mengalir.
"paman juga minta maaf Falen tapi kamu juga tidak dapat menolak permintaan saya, karena kalo kamu menolak maka ibumu dan juga saudara mu akan paman jauhkan dari kehidupanmu selamanya, kata paman,membentak Falen karena tidak ingin ada lagi penolakan yang mau diterimanya, mengingat permintaan nenek dan akhirnya mengancam falen yang dapat dilakukan agar tidak menolak permintaan ini.
__ADS_1
"kalian pikirkan baik baik ,ingat jangan egois nanti kalian bisa menyesal selamanya, ujar paman sambil berlalu meninggalkan keduanya.
bagaimana ini Tuhan, falen tidak sanggup akan hal ini, aku mau melanjutkan pendidikanku saat ini bukan untuk menikah dengan kevin. guman falen dalam hati mengingat sosok kevin yang dingin dan menyebalkan.