
Setelah Salma sudah puas dengan hasil foto dan tanda tangan yang didapatkan, Salma terus memuji kebaikan Alex sang fans tercinta tanpa henti.Salma juga meminta no handphone dan nama IG mereka.
Setelah itu, baru akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing.
saat di acara itu yang paling bersemangat dan paling heboh adalah Salma. sedangkan, Aku dan Theresia hanya biasa saja menanggapi semua ocehan Salma.
Disisi lain paman sedang mengunjungi nenek dan ibu yang ada di kampung.
"Apakah kamu tidak merindukan ibumu
ini surya?" Ucap nenek.
"Bukan seperti itu Bu, Surya sangat merindukan Ibu tiap hari. Tapi Surya akhir- akhir ini terlalu sibuk Bu.Mungkin ini waktu yang tepat Surya mengunjungi Ibu.
" Benarkah seperti itu Surya!"
" Iya Bu.Surya sangat kangen sama Ibu selama ini"
" Heemm kali ini ibu percaya padamu tapi itu karena Marlina sudah memberi tahu Ibu semua kesibukanmu akhir-akhir ini."
"Tapi, kedepannya Surya janji akan lebih sering lagi untuk menjenguk ibu ke sini. Lalu mengapa Ibu selalu menolak Surya untuk membawa Ibu tinggal di rumah Surya saja,?
Disana juga Ibu akan dirawat dengan baik oleh perawat yang surya sediakan untuk Ibu. Agar nanti setiap hari Ibu bisa melihat Surya dan cucu Ibu yang nakal.
"Surya juga tidak ingin merepotkan Marlina setiap hari merawat ibu di sini Bu."
"Ibu lebih betah di kampung Surya,
__ADS_1
udara di desa lebih bagus dan segar untuk dihirup dibandingkan udara di kota. Di kota polusinya kotor, panas dan bising. Ibu tidak suka tinggal disana nak."
dan satu hal lagi
"Ibu tidak suka dirawat oleh orang lain selain Bu Marlina. Marlina sudah kuanggap sebagai anak kandung ibu sendiri disini. Selain baik Marlina juga telaten mengurus segala keperluan Ibu.
"Sudah Surya tebak Ibu tidak akan pernah mau diajak ke kota." Batin surya.
Tapi itu tidak masalah bagi Surya, karena walaupun jauh dari Ibu Surya selalu melakukan pemantauan yang ketat bagi Ibunya.
" Baiklah karena itu kemauan ibu, Surya tidak akan memaksa lagi harus mengajak ibu ikut ke rumah surya di kota. Kesehatan dan kenyamanan ibu lebih penting bagi Surya saat ini."
" Terserah kamu saja Surya. Sekarang bagaimana keadaan cucu-cucuku? Kapan Kevin akan memberikan cicit sama Ibu,? karena umur ibu sudah tua dan mungkin tidak akan lama lagi."
" Jangan ngomong seperti itu ibu, Ibu kuat ,sehat dan akan terus bersama kami. "
Karena saat ini memang nenek Kevin sedang mengidap penyakit kanker stadium 4,dan sudah dapat dipastikan tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.
"Jadi Surya harus bagaimana bu, Surya sudah terus menyuruh Kevin untuk mencari perempuan yang siap menikah dengannya. Tapi, sampai sekarang Kevin belum menemukannya Bu. Dan terkadang Kevin juga selalu menolak permintaan Surya."
"Tidak usah khawatir nak, Ibu akan menjodohkan Kevin sama Falen anak ibu Marlina. Sekarang ini, hanya itu yang terlintas di pikiran ibu"
"Bagaimana nanti kalo Kevin menolaknya bu, bukankah kita sudah pernah membahas ini sebelumnya, tidak ada perjodohan antara Kevin dan Falen?"
"Kalau kamu mau melihat ibu ingin pergi secepatnya dari muka bumi ini, maka kamu tidak perlu melakukannya, Falen itu anak baik, ramah, sopan lagi. Kalau pun mereka menolaknya ibu akan memohon kepada mereka untuk mewujudkan permintaan ibu yang satu ini.Tolong panggilkan Marlina dari rumahnya agar kita bisa merencanakan perjodohan mereka dalam waktu dekat ini."
"Karena ibu akhir-akhir ini selalu bermimpi bertemu ayahmu dan istrimu di surga dan mereka meminta agar ibu memiliki pengganti lagi apabila suatu saat nanti Ibu akan pergi menyusul mereka disana"
__ADS_1
Surya pun tak kuasa menahan air matanya saat mendengar permintaan terakhir dari ibunya. Apalagi kalau sudah melibatkan kata istrinya yang telah meninggal 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Maka Surya tidak bisa lagi menolak permintaan ibunya.
"Baiklah bu,Surya akan panggil Lina sebentar."
Saat ini telah berkumpul Bu marlina, nenek Kevin dan Surya duduk melingkar di ruang tamu.
Surya memecah keheningan dengan mulai menanyakan kabar falen saat ini
"Bagaimana keadaan dan perkembangan perkuliahan Falen saat ini Lina?"
"Puji Tuhan semuanya berjalan dengan lancar, dan kalau tidak salah sebentar lagi Falen akan pulang kampung karena dalam waktu dekat ini Falen akan Libur semester."
" Ooo syukurlah kalau begitu."
Mereka cukup lama membicarakan keadaan Falen saat ini hingga Surya menceritakan niatnya yang ingin menjodohkan Kevin dan Falen.
Marlina begitu syok mendengarkan permintaan Surya. Ini sungguh konyol harus melibatkan putrinya untuk mengabulkan permintaan nenek Kevin.
Bagaimana tidak Falen masih kuliah dan mungkin juga Falen tidak akan mau menerima perjodohan ini. Disisi lain Marlina sangat memikirkan perasaan Falen juga harus memikirkan perasaan nenek Kevin saat ini.
"Lina jangan pikirkan yang tidak-tidak. Falen akan tetap kuliah seperti biasanya dan kami akan membujuk Falen untuk menerima perjodohan ini."
"Lihatlah Lina ini hanya sebuah permintaan terakhirku saja. Usiaku mungkin tidak akan lama lagi, Jadi saya mohon cobalah untuk memberikan pengertian kepada Falen agar mau dijodohkan sama Kevin. Kalau pun Falen akan menolaknya, saya yang akan langsung memohon dan berlutut dihadapannya." Ucap nenek Kevin.
"Tidak perlu khawatir Lina, Surya akan mengurus semuanya. Sekarang lebih baik kita pergi ke kota saja untuk membicarakan semua ini sama Kevin dan Falen.
Dan kalau bisa kita akan mengadakan pesta pernikahannya secepatnya mungkin disana. Berhubung Kevin dan Falen tidak memiliki waktu yang banyak untuk datang ke kampung ini, maka dari itu alangkah baiknya kita mengadakan pestanya di kota saja agar semua dapat berjalan lebih baik dan secepatnya dilaksanakan.
__ADS_1