
Hari demi hari pun terlalui dengan begitu banyak drama dan pemaksaan yang kami jalani. Kini tibalah sekarang dimana hari pernikahan antara Kevin dan Falen akan dilaksanakan disebuah gedung aula mewah.
Pernikahan itu hanya dihadiri beberapa kerabat dekat dan beberapa rekan bisnis pak Surya. Kulihat Ibu dan paman Surya yang tersenyum lega melihat acara pernikahan kami yang berjalan dengan lancar.
Sedangkan Kevin hanya tersenyum sinis melihat kearahku yang sejak tadi gemetaran ketakutan.
Hatiku hancur dan tersiksa menerima semua kenyataan pahit ini. Mengapa saya katakan pahit karena setelah menikah mungkin Kevin akan semakin bebas menyiksaku dan bahkan membuatku menderita seumur hidup.
flashbackon
Sebelum acara pernikahan kami berlangsung Falen dan Kevin mengunjungi nenek yang sedang dirawat dirumah sakit untuk meminta restu alias hanya basa basi saja karena memang dari dulu nenek yang sangat kekeh untuk menikahkan kami berdua.
"Nek,Kevin sangat senang sekali akan menikah dengan perempuan pilihan nenek,
Kevin sadar nek, bahwa sebenarnya Falen itu perempuan yang baik hati dan menerima Kevin apa adanya. Kevin datang kesini meminta restu nenek sekaligus melihat kondisi kesehatan nenek."
*Pa*da nyatanya yang diucapkan Kevin hanyalah bualan semata penuh kebohongan hanya untuk menyenangkan nenek saja.
"Nenek senang mendengar cucu kesayangan nenek mau menerima permintaan nenek yang konyol ini. Nenek merestui kalian berdua nak, semoga kalian berdua hidup bahagia selamanya dan acara pernikahan kalian nanti berjalan dengan lancar. Walaupun nenek tidak bisa hadir ke acara pernikahan cucu nenek, tapi nenek akan selalu mendoakan kalian selalu hidup bahagia. Dan yang paling penting jangan lupa berikan nenek cicit secepatnya, agar nenek cepat sembuh ya nak Falen. U**jar nenek tersenyum sembari mengelus lembut punggung tanganku.
"Iya nek. Nenek cepatlah sembuh agar bisa melihat kita semua hidup bahagia."
.
.
Setelah lama berbincang dengan nenek akhirnya kami minta izin untuk kembali pulang kerumah.
Tapi setelah kami beranjak dari rumah sakit Kevin mengajakku ke suatu tempat dimana tempat itu belum pernah aku kunjungi sebelumnya.
__ADS_1
Kevin membawaku ke sebuah perumahan kompleks entah apa namanya Falen tidak tahu. Kevin masuk ke sebuah rumah minimalis modern dengan 2 lantai dan m tidak jauh dari kampusku. Kira kira hanya membutuhkan waktu 30 menit dari rumah itu untuk sampai ke kampusku. Berbeda jauh dari rumah paman Surya yang membutuhkan 2 jam lamanya untuk sampai kekampusku.
Kenapa berhenti disini ? ini rumah siapa , ujarku dalam hati. Hampir 10 menit Aku menunggu jawaban dari Kevin tapi ia masih asyik mengobrol dengan pria paru baya itu. Karena tidak sabar menuggu akhirnya Aku memberanikan diri untuk bertanya pada Kevin yang sejak tadi hanya berbincang dengan pria paruh baya.
"Maaf tuan .... hmmmm ini rumah siapa?" Ucap Falen pelan
"Diamlah dulu..lho akan tahu sebentar lagi."
Baiklah terserah tuan saja ,aku hanya diam dan mataku melihat lihat sekeliling bentuk rumah itu.
"Ok baiklah Pak kalo semuanya sudah beres. Terima kaaih pak senang bekerja sama dengan bapak." *Uj*ar Kevin setelah selesai berbincang dengan pria itu.
"Hei cewek kampung lho ingin tahu kan rumah ini milik siapa?"
"Hu,um. Sebenarnya tadi...
"Tidak usah teruskan, lho dengarkan baik baik. Rumah ini adalah milikku dan akan gue dan lho tempati nanti setelah kita resmi menikah. Alasannya.... kevin pun menjelaskan semua rencananya juga alasan memilih rumah ini didekat kampusku.
.
.
Supaya paman Surya mau menyetujui kami pindah dari rumah paman dengan alasan yang sangat masuk akal supaya Falen lebih dekat untuk pergi kekampusnya dan Kevin ingin lebih mandiri dalam membina rumah tangga kecilnya.
Akan tetapi, dibalik itu semua ada alasan yang paling utama yang tidak diketahui semua orang ,yakni untuk membuat Falen menderita seumur hidupnya.
Kalimat itu diketahui oleh Falen saat Kevin mengatakannya didalam mobil disaat perjalanan pulang kerumah pak Surya. Setelah selesai melihat rumah yang akan kami tempati nantinya, Kevin baru mengajakkubkembali pulabg ke rumah.
flashbackoff
__ADS_1
Begitu banyak kata selamat yang kuterima hari ini,dari Ibu,dari paman ,dari Angel dan masih banyak lagi dari tamu undangan yang menyalamiku dan mengucapkan kata yang sama.
.
.
Acara pernikahan sekaligus resepsi pun berjalan dengan lanca. jam 22:30 tamu undangan dan kerabat dekat pun sudah pulang.
Dengan balutan kebaya putih dipadukan dengan rok batik, juga high hills dan riasan make up yang tebal membuat badanku terasa lelah setelah berdiri seharian penuh bagaikan ratu dan raja settingan.
.Kakiku sangat pegal sekali ,Aku juga tidak nyaman lagi memakai pakaian seperti ini, ingin rasanya aku lari saja dari tempat pernikahan sandiwara ini tapibapalah boleh daya.
Kulihat Kevin sudah pergi dari sampingku untuk mengantarkan pulang beberapa rekan bisnisnya kedepan pintu aula.
Dan saat Falen ingin beranjak dari tempat itu, paman dan bu Marlina datang menghampiriku.
"Hai nak Falen sekarang kamu udah sah menjadi istrinya Kevin sekali lagi selamat berbahagia yah dan mulai sekarang kamu tidak lagi memanggil aku dengan sebutan paman tetapi dengan panggilan bapak,sama halnya dengan Kevin."
Bapak sangat senang hari ini akhirnya kamu sudah menikah dengan kevin
bapak sudah bisa tenang setelah yakin kamu sudah sah menjadi istrinya Kevin nak Falen.
Ucar paman surya dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
kira kira mengapa yah paman surya mengatakan hal itu. ikuti kelanjutnya di episode selanjutnya
dan jangan lupa like dan vote ya readers sekalian😇😇